Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Minggu, Mei 11, 2003

Persembahan Kudus

Oleh : Barnabas Supriyanto
Setelah saya secara penuh memutuskan untuk mentaati pimpinan Roh Kudus berbakti di Gereja RDSB, banyak segi kehidupan saya yang terus Tuhan Yesus ubahkan baik masalah pribadi, keluarga, keuangan, dan lain-lain. Saya merasa hidup menjadi lebih indah, dan yang paling utama adalah sukacita dan damai sejahtera yang dari Tuhan. Saya belum pernah mengalami gairah hidup yang optimis serta selalu berpikiran positif sebelum saya menyerahkan seluruh bagian kehidupan kepada pimpinan-Nya. Sekarang saya sungguh bisa melihat masa lalu saya sebagai suatu proses yang memang harus saya alami, agar saya punya roh penundukan diri total kepada Tuhan dan tidak mengandalkan diri sendiri maupun orang lain. Satu hal spesial mau saya bagikan kepada Saudara-Saudari, adalah mengenai persembahan. Hal ini terjadi setelah saya melaksanakan perintah Tuhan untuk memberikan perpuluhan sebagai sesuatu yang memang harus kita berikan kembali kepada-Nya karena itu merupakan milik Tuhan, itulah persembahan kudus bagi TUHAN. Imamat 27:30. Sebab sebenarnya, semua uang yang kita peroleh adalah kepunyaan Tuhan dan kita dipercaya dan dititipkan untuk mengelolanya.

Hari Sabtu, 30 November 2002, kira-kira jam 23.00 WIB, saya sedang mempelajari tentang persembahan dari buku Benny Hinn serta Alkitab. Tiba-tiba hati saya digerakkan untuk buka dompet saya. Disitu ada uang sebesar Rp. 42.900,-. Lalu tiba-tiba mulut saya berkata "Tuhan ini semua uang dari-Mu, ajarkan aku untuk mengelolanya sesuai dengan kehendak-Mu, Amin." Saat itu saya jadi memikirkan betapa sulitnya bagi saya dulu, memberikan persembahan kepada Tuhan. Kan, kalau di Gereja RDSB memberi persembahan harus tanya Roh Kudus, berapa yang kita beri untuk-Nya melalui Gereja-Nya ini. Sebelumnya saya selalu tidak menurut. Saya selalu sisihkan dulu dari rumah sebagian uang yang ada di dompet, sebab saya waktu itu masih menganggur, jadi uang yang saya miliki karena "belas kasihan" dari saudara kandung dan orang tua saya. Tapi pada hari itu, ada bisikan di hati saya untuk memberi semuanya.

Saya protes sama Tuhan "Tuhan kalau saya berikan semua nanti saya makan dan naik angkot gimana?" Tuhan mengatakan "Udah deh berikan saja semuanya." Saya nego lagi "Tuhan kalau Rp. 20.000,- oke deh Tuhan." Lalu saya masukkan uang sebesar itu ke dalam amplop persembahan dan saya lem. Eh... ternyata ada satu bentakan tegas dari hati saya tetapi berwibawa dan lembut "Udah berikan semuanya, percayalah kepada Tuhan Yesus!" Tiba-tiba hati saya dipenuhi roh penundukan diri yang luar biasa "Oke deh Tuhan!" Lalu aku masukkan lagi di amplop tersebut Rp. 20.000,-. Ternyata masih ada lagi perintah-Nya: "Kamu masukkan juga dengan receh-recehnya!" Akhirnya kumasukkan lagi uang Rp. 2.300,- ke amplop itu yang Rp. 500,- dan kusisakan untuk naik angkot ke gereja. Tanpa sengaja saya lihat di kursi ada uang Rp.100,- lalu kumasukkan lagi. Setelah itu, hati saya begitu damai sejahtera dan sepertinya tidak ada beban khawatir akan bagaimana besok keadaan saya. Malam itu saya tidur nyenyak.

Pagi-pagi saya ke gereja dengan membawa amplop tersebut. Saat kebaktian baru dimulai, ada seseorang yang diberkati Tuhan, mengatakan kepada saya, "Pak Sentot, nanti kita jadi ndaftar retret (Rp. 450.000,-) setelah kebaktian usai seperti janji saya." Saking senangnya, saya lupa untuk berterima kasih. Lalu saya baru ingat dan saya duduk bersama dia serta mengucapkan terima kasih. Oh ini toh maksud Tuhan memberi saya perintah untuk mempersembahkan semua uang di dompet saya, kecuali Rp. 500,- untuk angkot.

Melalui kejadian ini, saya sadar bahwa selalu mendengar suara Roh Kudus itu sangat penting. Tetapi tidak hanya mendengar saja, saya juga harus taat setiap perintah-Nya yang saya dengar itu. Sebab pasti Tuhan akan berikan mujizat-Nya terjadi atas kita. Ternyata keajaiban terus berlanjut, pulangnya, saya diantar saudara yang lain pakai motor dan ditaktir makan. Sorenya, saya diberi uang oleh kakak saya Rp. 50.000,- untuk makan dan transportasi.Yang lebih luar biasa lagi, sekarang Tuhan sudah memberi saya pekerjaan yang selama ini saya idam-idamkan yaitu melayani di Kantor Sinode Gereja RDSB. Sungguh luar biasa hidup bersama Tuhan Yesus! Saya sangat percaya, saya akan mengalami mujizat-mujizat lain dalam hidup saya. Kiranya kesaksian ini berguna dan membangkitkan iman saudara-saudari untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus itu sungguh Hidup dan Ajaib!! Haleluya!






BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003