Oleh : Ev. Tony WibawaSeseorang bangga bila ia dikatakan telah dewasa, karena dengan demikian ia diakui sebagai suatu pribadi yang dapat diandalkan baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat. Seseorang dewasa mempunyai ciri sebagai orang yang mengerti tugas dan tanggung jawabnya.Atau dengan kata lain sudah dapat bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, bukan orang tua atau keluarga.
Demikian juga dalam kehidupan sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus yang disebut juga orang Kristen, harus menjadi dewasa Rohaninya. Kedewasaan dalam fisik tidak selalu diikuti dengan kedewasaan dalam roh. Ada orang yang fisiknya telah mempunyai umur yang dapat dikategorikan dewasa, namun roh/jiwanya masih kekanak-kanakan. Tapi ada juga jiwa atau rohnya dewasa namun usia fisik relatif masih muda atau anak-anak. Jadi “Langkah apakah yang harus kita lakukan untuk dapat menjadi orang Kristen dewasa ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, maka dibawah ini diuraikan 6 langkah untuk menjadi orang Kristen dewasa yaitu :
1. Kita berdoa harus dengan keyakinan.Yakobus 5:16b Yang sangat utama di dalam kehidupan rohani kita adalah iman atau keyakinan.Lawan atau yang berseberangan dengan iman adalah keraguan atau kekhawatiran.Keraguan atau kekhawatiran timbul terhadap sesuatu, karena kita mempunyai bayangan buruk yang akan terjadi. Lain halnya kalau kita hanya mempunyai bayangan yang baik atau indah, maka kita tidak akan ragu atau khawatir. Dengan kata lain kita mempunyaI hati yang mendua, yang buruk atau yang baik akan terjadi. Bagi kita orang Kristen dewasa, kita hanya mempunyai bayangan bahwa yang terjadi adalah yang baik.
2. Kita hidup bersungguh-sungguh dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita, supaya kerajinan beribadah pada Tuhan tidak kendor, meskipun tantangan dan masalah hidup silih berganti. Roh yang ada di dalam kita, harus bernyala-nyala dengan rajin menyembah dan berdoa serta melayani Tuhan Roma 12:11Dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang bermuatan kasih kepada sesama kita manusia, orang Kristen dewasa akan senantiasa hidup penuh kesungguhan melakukan kehendak Tuhan.
3.Kita hidup dengan penuh kasih kepada Tuhan Markus 12:30. Segalanya yang ada pada diri kita, kita persembahkan untuk Tuhan, baik hati kita, jiwa kita, akal budi kita dan kekuatan kita.Tuhan menginginkan kita mempersembahkan hidup kita seutuhnya,roh,jiwa dan tubuh. Sehingga orang Kristen dewasa, mempunyai komitmen bahwa hidupnya bukan dia lagi, melainkan Kristus yang hidup dalam dia. Pernyataan ini hanya dapat kita pahami, apabila memahami bukan dengan pikiran manusia tetapi dengan hikmat dari Allah, 1 Korintus 2:14. Minta hikmat dari Tuhan yang dapat menolong kita melalui Roh Kudus-Nya.
4. Kita tumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah Kolose 1:9-10. Dengan sikap yang sangat ingin tahu kehendak Tuhan kepada kita, maka kita akan tekun membaca Alkitab untuk mengetahui apa yang telah di firmankan Tuhan bagi kita. Mencari pengertian yang benar tentang firman Allah, supaya kita mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Sehingga hidup kita layak dan berkenan di hadapan Allah,dalam segala hal. Kita juga harus memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.
Apabila telah kita dapatkan kebenaran dan yakin , maka kita harus tetap berpegang pada kebenaran itu.Kita tidak perlu lagi mempertanyakannya, tetapi mengaminkannya dan melakukan dalam hidup kita sehari-hari. Sebab tulisan yang diilhamkan Allah (firman), berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran,
Dalam Roma 10:17 dikatakan, iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Kita harus aktif untuk meningkatkan iman percaya kita kepada Tuhan , melalui fasilitas panca indera kita. Misalnya bila kita membaca Alkitab, sebaiknya membaca dengan bersuara, tidak berdiam saja, karena besar pengaruhnya pada pertumbuhan iman kita. Sama halnya apabila kita berdoa, berdoalah dengan bersuara agar bisa berdoa dengan sepenuh hati yaitu menyatunya roh, jiwa dan tubuh.
5. Kita harus memiliki iman yang dahsyat. Dalam hal ini kita harus mencontoh iman Abraham,dimana terhadap janji Allah ia tidak bimbang, karena ia yakin bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Keyakinan atau prinsip ini, diperhitungkan Allah kepada kita sebagai kebenaran.
6. Kita harus tekun dan sabar Ibrani 12:3. Sikap hidup tekun dan sabar, telah diberi contoh oleh Tuhan Yesus sewaktu Ia berada di dunia ini.Meskipun berbagai bantahan atau celaan dilontarkan kepada-Nya, namun Ia tidak marah. Malahan dalam doa Tuhan Yesus diatas kayu salib, memohon kepada Bapak-Nya untuk mengampuni mereka yang telah berbuat kasar dan menyalibkan-Nya Ia tidak memohon pembalasan yang setimpal dengan perbuatan mereka, tetapi ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Amin.