Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Jumat, November 22, 2002

Persahabatan

Oleh : Ev. Gideon Arifin

Amsal 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Seorang sahabat sejati harus memiliki dua unsur utama: Kasih dan kesetian. Banyak orang kurang mengerti betapa pentingnya mempunyai sahabat-sahabat yang sejati. Bila orang merasa sehat, kuat, kaya atau berkedudukan, seringkali menganggap orang lain yang memerlukan dirinya sebagai sahabat. Banyak orang yang mencari sahabat sekedar karena kesenangan atau hobinya sama. Tapi sahabat dengan dasar demikian, sebenarnya bukanlah sahabat yang sejati. Bukankah pengalaman yang membuktikan bahwa sahabat-sahabat yang demikian dapat menipu dan merugikan kita? Mereka itulah yang dapat memberikan kita giro dan chek kosong. Oleh karena itu waspadalah terhadap mereka.

Mikha 7:5 Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan!

Amsal 18: 24 Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Dalam bahasa inggrisnya berbunyi: He that make many friends does it to his own destruction. But there is a friend that strike closer than a brother.

Ayat-ayat diatas memperingatkan kita agar jangan sembarangan berkawan. Kawan yang tidak benar mendatangkan kecelakaan. Sebaliknya, janganlah hidup menyendiri dan tidak bersahabat. Kesendirian tanpa sahabat menyebabkan banyak orang frustasi dan merasa kesepian. Mereka rindu memiliki sahabat, yang bahkan lebih baik dari keberadaan seorang saudara. Mengapa kita membutuhkan sahabat? Sebab kita ingin berbagai perasaan dengan seseorang yang dapat dipercaya. Bila kita mengalami kesukaran , dukungan sahabat disisi kita amat dibutuhkan untuk meguatkan kita.

Wahyu 1: 9 Aku Yohanes, saudara dan sekutumu (sahabat) dalam kesusahan, dalam kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berda di pulau yang bernama Patmos oleh karena Firman Allah dan kesaksian yang diberikan Yesus. Orang-orang yang mempunyai sahabat akan sanggup untuk bertekun saat menghadapi kesukaran. Istimewa sekali kalau mempunyai sahabat Tuhan Yesus.

I. DIKENAL DARI PERKATAANNYA
1 Samuel 17:58 dan 18: 1-4 Kata Saul kepadanya: "Anak siapakah engkau, ya orang muda?" Jawab Daud: "Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu." Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. Saat itu Daud baru saja memenangkan peperangan besar namun ia tidak sombong, ia menyebut dirinya sebagai "anak hamba tuanku." Ia juga tidak malu untuk meyebut tempat asalnya "Betlehem." Betlehem adalah sebuah desa kecil dimana penduduknya kebanyakan adalah gembala. Daud sendiri adalah seorang gembala. Suatu pekerjaan yang rendah dalam pandangan manusia. Tapi pernyataan yang rendah hati dan tulus inilah yang membuat jiwa Yonathan berpadu dengan jiwa Daud. Jadi seorang sahabat yang sejati adalah seorang yang jujur, tulus dan rendah hati di dalam perbuatan dan perkataannya.

2. DAUD DIBELA YONATAN
1 Samuel 19: 4-6 "Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: "Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu, bukankan apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan Tuhan telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?" Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah: "Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan dibunuh."

Sahabat yang sejati berjuang membela kebenaran dan berani menegur perbuatan dosa. Yonathan membela Daud karena ia tahu, Daud tidak bersalah bahkan ia telah mempertaruhkan nyawanya untuk berbuat baik kepada Saul. Oleh karena itu Yonathan berani berbuat benar dengan menegur perbuatan dosa Saul sekalipun ayahnya sendiri. Seperti Daud telah mempertaruhkan nyawa demi orang Israel, Tuhan Yesus Kristus telah memberikan nyawa-Nya bagi umat-Nya. Sekarang setiap orang yang percaya dalah Sahabat Allah atau Rekan Sekerja-Nya. Sekarang, respon apakah yang kita lakukan sebagai sahabat-Nya? Jikalau kita menjadi sahabat-Nya, maka kita perlu mengatakan tentang Tuhan Yesus dan membela kebenaran-Nya, juga harus berani menegur mereka yang ingin membunuh Firman Allah! Tuhan berkata: "Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia!"

1 Samuel 20: 30-34 Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonathan, katanya kepadanya: " Anak sundal kurang ajar! Bukankah aku tahu bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan noda itu bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu? Sebab sesungguhnya selama anak Isai itu hidup di muka bumi, engkau dan kerajaanmu tidak akan kokoh. Dan sekarang suruhlah orang memanggil dan membawa dia kepadaku sebab ia harus mati." Tetapi Yonathan menjawab Saul, ayahnya itu, katanya kepadanya: "Mengapa ia harus dibunuh? Apa yang dilakukannya?" Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonathan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud. Sebab itu, Yonatan bangkit dan meninggalkan perjamuan itu dengan kemarahan dan bernyala-nyala. Pada hari yang kedua bulan baru itu ia tidak makan apa-apa, sebab ia bersusah hati karena Daud, sebab ayahnya telah menghina Daud.

Seseorang yang bukan sahabat sejati, merasa tersaingi bila sahabatnya meraih prestasi atau keberhasilan. Ia iri hati dan mendengki. Orang yang iri hati, dapat melakukan berbagai cara untuk menghentikan temannya supaya ia jangan menikmati keberhasilan, bila perlu ia akan melenyapkannya walau temannya tidak bersalah. Bukan mustahil kebenciannya kepada seseorang membuatnya untuk menyingkirkan pembela-pembela dari orang yang dibencinya, sahabat dan orang-orang terdekatnya. Dengan berlama-lama menyimpan rasa iri hati, dengki dan suka mementingkan diri sendiri, menghapus sedikit demi sedikit benih kasih yang sudah ada di dalam hatinya sampai habis, sehingga akhirnya hatinya dingin dan ia tertutup untuk menerima teguran sekalipun teguran itu benar dan disertai kasih yang lemah lembut dan sopan dari penegurnya, bahkan dari anak atau sahabat terdekatnya sekalipin. Ia malah menuduh si penegur tidak berpihak padanya bahkan melawan dia. Maka betapa penting untuk senantiasa menjaga hati kita dari rasa cemburu, dengki, iri dan amarah agar hati kita bersih, dapat membedakan mana yang berkenan di mata Tuhan dan mana yang tidak supaya kita tidak berbuat dosa. Juga mempunyai kerendahan hati, mau dikoreksi dan ditegur kalau kita berbuat yang tidak berkenan di hadapan Allah sehingga kita menjadi orang yang benar-benar berkenan bagi-Nya. Kita tetap mengucapkan syukur bila ada orang yang menegur kita, karena ia mengingatkan kita supaya kita tidak terjatuh dalam perbuatan dosa.

Yonathan adalah kualitas seorang sahabat yang baik. Ia tidak iri hati terhadap sahabatnya, meski sahabatnya sukses, berhasil maupun terkenal. Ia tidak bersukacita dan tenang-tenang saja bila sahabatnya terancam bahaya atau dihina oleh karena kebenaran. Ia tetap membela karena sahabatnya benar sekalipun dengan resiko nyawanya sendiri terancam. Saya yakin, kita semua ingin mendapatkan sahabat sejati seperti ini dan sahabat seperti ini tidak banyak. Bagi Anda yang sudah memilikinya, betapa indahnya persahabatan yang Anda miliki itu! Untuk mendapatkan kualitas sahabat seperti ini, tentunya kita sendiri perlu menjadi seorang sahabat yang baik bagi orang lain. Tapi pertama-tama, datanglah kepada Tuhan Yesus, karena Dia adalah sahabat Anda yang paling karib. Hanya Dia yang dapat memuaskan hidup Anda dan yang akan mengajarkan kepada Anda tentang arti persahabatan yang sesungguhnya. Dia begitu mengasihi Anda karena itu Ia sudah menyerahkan diri-Nya di disalib untuk menebus dosa Anda hingga status Anda bukan lagi hamba tetapi Anda adalah sahabat-Nya.

Yohanes 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Yohanes 15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Menikmati persahabatan antara kita dengan Yesus juga termasuk diberitahukan-Nya kita segala Rahasia Kerajaan Sorga-Nya. Jadi kita sebagai seorang sahabat tahu apa yang sedang diperbuat Allah dalam menggenapi rencana kasih-Nya didalam hidup kita sebab Ia yang memberitahukannya kepada kita. Seseorang yang mengasihi sahabatnya rela kehilangan nyawanya. Tuhan Yesus sudah melakukanya untuk kita, para sahabat-Nya. Sebaliknya, sebagai sahabat-sahabat-Nya, relakah kita kehilangan nyawa kita karena dia? Beranikah kita menegur perbuatan dosa saudara-saudari kita dan membela kebenaran Firman Kristus, meskipun oleh karena itu kita akan dirugikannya bahkan harus kehilangan nyawa? Tetapi untuk hal ini Tuhan Yesus mengatakan suatu janji yang jelas bagi kita di

Matius 16: 25 "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya."

Jika kita sampai kehilangan nyawa kita karena kebenaran Firman-Nya, kita tidak perlu takut karena kita justru akan mendapat nyawa, artinya mendapat kehidupan yang kekal, hidup bersama-sama dengan Dia! Itu Janji-Nya. Puji Tuhan.

3. DAUD DIKUATKAN YONATHAN
1 Samuel 23: 15-18 Daud takut, karena Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya. Ketika Daud ada di padang gurun Zif di Koresa. Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah dan berkata kepadanya: "Jangan takut, sebab tangan ayahku Saul tidak` akan menangkap engkau; engkau akan menjadi raja atas israel, dan akau akan menjadi orang kedu dibawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu. "Kemudian kedua orang itu mengikat perjanjian di hadapan Tuhan. Dan Daud tinggal di koresa, tetapi Yonathan pulang ke rumahnya.

Sahabat sejati menguatkan kepercayaan kita terhadap Allah dikala kita dalam keadaan yang lemah. Daud telah alami beberapa kali pertolongan Tuhan yang meluputkannya dari kekejaman Saul. Ia sendiri pernah bermazmur: "Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" Ia begitu yakin bahwa Tuhan selalu menolong dia. Namun pada waktu warga kota Kehila yang baru ditolong Daud dari serangan orang Filistin itu berkhianat dan akan menyerahkan dirinya kepada raja Saul, timbullah ketakutannya. Alkitab menulis: "Daud takut, karena Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya." Pernahkah Anda merasa sangat takut? Saya rasa kita semua pernah mengalaminya. Di kala Daud takut, sahabatnya Yonathan mengunjungi dia di padang gurun untuk menguatkan kepercayaannya kepada Allah. Bagaimana dengan Sahabat Anda? Baiknya sahabat Andapun menjadi seorang sahabat yang mendekatkan Anda dengan Allah sehingga Anda selalu mengandalkan kekuatan Allah yang sempurna untuk menghadapi segala situasi. Apa yang Anda lakukan ketika teman atau sahabat Anda dalam keadaan yang lemah? Jadilah seorang sahabat serupa, yang menguatkan dan memulihkan kepercayaan yang sedang lemah kepada Allah! Supaya ia tidak berbalik tapi tetap tinggal percaya bahwa Kasih Allah selalu menyertai dia di saat yang paling sulit sekalipun. Karena Anda menjadi sahabat seperti itu, sahabat Anda yang lemah menjadi teguh kepercayaannya kepada Allah yang melenyapkan ketakutannya karena Kasih-Nya sempurna. "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan." Jadi sebagai seorang sahabat, kita semua adalah sarana bagi Allah sendiri supaya kita untuk meneguhkah kepercayaan para sahabat kita kepada Allah.

4. DAUD MERATAPI YONATHAN
2 Samuel 1: 17-28 "Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonathan, anaknya, dan dia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam kitab orang jujur Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonathan mati terbunuh di bukti-buktimu. Merasa susah aku karena engkau, saudara Yonathan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib daripada cinta perempuan."

Daud menyadari persahabatan yang ditunjukkan oleh Yonathan bukanlah didasari oleh kepentingan pribadi, tapi didasari dengan kasih! Daud berkata: "Cintamu lebih ajaib daripada cinta perempuan." Ternyata persahabatan yang sejati haruslah berlandaskan kasih Ilahi atau kasih agape yang mutunya jelas lebih dari kasih lelaki dengan perempuan atau kasih eros. Meski Yonathan adalah anak dari raja Saul yang memusuhi Daud dengan kejam, namun saat mereka mati, Daud tidak bergembira, tetapi dengan sangat sedih! Daud menunjukkan keprihatinan yang mendalam. Betapa Indahnya kalau kita mempunyai sahabat yang dapat turut merasakan kepedihan kita. Lebih indah lagi kalau ada sahabat yang mau meratapi temannya yang "mati" secara Rohani !

5. DAUD MENGINGAT KEBAIKAN YONATHAN
2 Samuel 9: 1-13 Berkatalah Daud: "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonathan" tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah. Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonathan, ayahmu"

Dua kali Daud berkata: "aku akan menunjukkan kasihku kepadamu" dan sekali ia berkata : "Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah" 2 Samuel 9: 1, 3, 7. Hal ini menyatakan Daud adalah seorang sahabat yang memiliki kasih Kasih Allah atau Kasih Ilahi. Seperti apakah kasih Allah itu tercermin di dalam tindakan Yesus: "Sementara itu sebelum hari raya Paskah dimulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya" Kasih Ilahi adalah kasih yang tidak berkesudahan seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus karena Dia mau mengasihi kita sampai selama-lamanya! Pada saat Tuhan Yesus akan berpisah dari murid-murid-Nya, Ia menyatakan kasih-Nya itu dengan mencuci kaki mereka yang juga merupakan sahabat-sahabat-Nya. Kasih-Nya juga mengajarkan bahwa Kasih -Nya itu Melayani.

Ibrani 6:10 "Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap sesama nama-Nya oleh pelayan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang"

Puji Tuhan! Ternyata Kasih Persahabatan Ilahi itu berarti menunjukkan kasih itu dengan pelayanan terhadap sesama kita orang-orang yang telah dikudus-Nya. Kita juga diminta untuk masih melayani "sampai sekarang", atau dengan kata lain, kita harus melayani dengan setia! Hendaknya kita mempunyai kasih yang tulus ikhlas sehingga kita tidak mecari hormat dan penghargaan manusia atau menimbang-nimbang apakah adil atau pantas kita melayani orang ini dan itu, atau apakah kita juga akan dilayani dengan sama. Allah yang menilai dan menghargai, Ia adil dan tidak pernah lupa akan jerih payah kita di dalam Dia.

6. DAUD DITOLONG SAHABAT-SAHABATNYA
Mungkin sekali seseorang memiliki banyak sahabat. Daud masih punya banyak sahabat lain selain Yonathan, hingga kualitas sahabat-sahabatnya memenuhi perkataan Tuhan yang dinyatakan dalam Amsal 17: 17 "Seorang sahabat menjadi seorang saudara dalam kesukaran"
Kesukaran yang terberat yang dialami oleh Daud, saat anaknya, Absalom memberontak. Dengan perkataan lain: "Kesukaran terberat karena akibat perbuatan dosa!" Baca 2 Samuel 12: 15-18. Kesukaran itu akan semakin berat seandainya Daud tidak ditolong oleh sahabat-sahabatnya. Untunglah Daud memiliki banyak sahabat yang siap untuk menolong dia di tengah kepicikan yang demikian hebat. Bayangkan, anaknya sendiri memberontak dan mau membunuhnya, penasehatnya yang ulung, Ahitofel, berada di pihak Absalom, dan masih ditambah lagi dengan perkataan-perkataan kutuk dari Simei, seorang dari kaum keluarga Saul. Seandainya hal ini dialami oleh pemimpin dunia pada zaman modern ini, pastilah mereka akan terkena stress dan depresi! Tapi Daud memiliki sahabat-sahabat yang menjadi seorang saudara dalam kesukaran yang menguatkan hati Daud, mereka adalah:

1. ITAI, ORANG GAT
Dengan keterangan tambahan "orang Gat", kita mengetahui bahwa Itai ini sebenarnya orang Filistin, bangsa yang menjadi musuh bebuyutan umat Israel. Tetapi Alkitab mencatat, bahwa seorang keturunan musuh pun dapat menjadi seorang sahabat yang baik bagi Daud! Ini hanya mungkin terjadi kalau Daud sendiri yang telah menunjukkan dirinya sebagai seorang sahabat yang sejati!

2 Samuel 15: 19-22 Lalu bertanyalah raja kepada Itai orang Gat itu: "Mengapa pula engkau berjalan bersama kami? pulanglah dan tinggallah bersama-sama raja, sebab engkau orang asing, lagipula engkau orang buangan dari tempat asalmu. Baru kemarin engkau datang, masakan pada hari ini aku akan membawa engkau mengembara bersama-sama kami, padahal aku harus pergi entah ke mana. Pulanglah dan bawalah juga saudara-saudaramu pulang; mudah-mudahan Tuhan menunjukkan kasih dan setia kepadamu!" Tetapi Itai menjawab raja: "Demi Tuhan yang hidup, dan demi tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada." Lalu berkatalah Daud kepada Itai: "Jika demikian, berjalanlah lewat." Kemudian lewatlah Itai, orang Gat itu, bersama-sama dengan semua orangnya dan semua anak yang menyertai dia.

Karena itu, jadilah seorang sahabat sejati bagi orang lain, maka kita sendiri akan memperoleh sahabat-sahabat sejati yang berani mati untuk menolong kita demi kebaikan!

2. ZADOK, IMAM ALLAH
Ditengah kesukaran yang dialami oleh Daud, imam besar Zadok berdiri pada pihak Daud; bacalah hal ini dalam 2 Samuel 15: 24-29. Zadok adalah seorang yang setia, hal ini memberikan contoh yang baik, sehingga keturunannya yang disebut sebagai "bani Zadok" juga ternyata setia menjalankan tugas-tugas mereka pada saat orang-orang Israel tersesat, seperti yang tertulis di Yehezkiel 44: 15-16 Tetapi mengenai imam-imam orang Lewi dari bani Zadok yang menjalankan tugas-tugas di tempat kudus-Ku waktu orang Israel sesat dari pada-Ku, merekalah yang akan mendekat kepada-Ku untuk menyelenggarakan kebaktian dan bertugas di hadapan-Ku untuk mempersembahkan kepada-Ku lemak dan darah, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Merekalah yang akan masuk ke dalam tempat kudus-Ku dan yang akan mendekati meja-Ku untuk menyelenggarakan kebaktian dan mereka akan menjalankan tugasnya terhadap Aku.

Allah juga memilih hamba-hamba Tuhan yang setia kepada-Nya sebagai para sahabat yang akan mendoakan kita dalam segala kesukaran kita untuk mengatasi kesukaran dengan kekuatan Ilahi!

3. HUASI, PENASIHAT
Pada saat kesukaran tiba, seringkali kita membutuhkan orang-orang yang dapat memberikan nasihat yang tepat dan juga orang-orang yang dapat memba-talkan nasihat yang jahat dari lawan. Daud memiliki seorang penasehat yang menjadi sahabatnya.

2 Samuel 15: 31-34 Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: "Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom," maka berkatalah Daud: "Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN." Ketika Daud sampai ke puncak, ke tempat orang sujud menyembah kepada Allah, maka datanglah Husai, orang Arki, mendapatkan dia dengan jubah yang terkoyak dan dengan tanah di atas kepala. Berkatalah Daud kepadanya: "Jika engkau turut dengan aku, maka engkau menjadi beban kepadaku nanti, tetapi jika engkau kembali ke kota dan berkata kepada Absalom: Aku ini hambamu, ya raja, sejak dahulu aku hamba ayahmu, tetapi sekarang aku menjadi hambamu, dengan demikian engkau dapat membatalkan nasihat Ahitofel demi aku.

Tugas yang diberikan oleh Daud kepada sahabatnya, Husai, ternyata dikerjakan dengan baik. Ahitofel, penasehat nomor satu telah memberikan saran kepada Absalom untuk disetujui oleh Absalom dan oleh semua tua-tua Israel, tetapi Allah dapat membatalkan nasihat Ahitofel yang baik itu (baik untuk Absalom), karena adanya Husai, seorang sahabat Daud, yang dipakai oleh Allah untuk menggagalkan rencana jahat dari mereka yang mau menghancurkan kehidupan kita !

4. BARZILAI, SEORANG DONATUR
2 Samuel 17: 27-29 Ketika Daud tiba di Mahanaim, maka Sobi bin Nahas, dari Raba, kota bani Amon, dan Makhir bin Amiel, dari Lodebar, dan Barzilai, orang Gilead, dari Rogelim, membawa tempat tidur, pasu, periuk belanga, juga gandum, jelai, tepung, bertih gandum, kacang babi, kacang merah besar, kacang merah kecil, madu, dadih, kambing domba dan keju lembu bagi Daud dan bagi rakyat yang bersama-sama dengan dia, untuk dimakan, sebab kata mereka: "Rakyat ini tentu telah menjadi lapar, lelah dan haus di padang gurun."
Puji Tuhan! Ditengah masalah yang dihadapi Daud, ia telah memperoleh bantuan yang sangat lengkap secara moril dan fisik serta logistik! Allah ternyata mengerakkan orang-orang untuk datang membantu Daud. Tentunya mereka melakukan hal itu bukan tanpa adanya resiko. Jiwa mereka dapat melayang seketika bila ketahuan oleh Absalom! Tetapi mereka tetap saja melakukannya dengan berani.

Jelaslah apabila kita menunjukkan diri sebagai seorang sahabat sejati, Allah pula yang membuat kita memperoleh sahabat-sahabat yang berani membantu dalam segala hal ketika kita mengalami himpitan! Jadi karena Daud menunjukkan diri sebagai seorang sahabat sejati, maka dia sendiri mendapat sahabat-sahabat sejati yang juga menjadi saudara dalam kesukaran, yaitu:

  1. ITAI : Teman seperjuangan dalam peperangan
  2. ZADOK : Hamba Allah, teman pendoa dan pengatara
  3. HUSAI : Teman penasehat, memerangi pembicaraan jahat.
  4. BARZILAI : Teman donatur, memberikan hal-hal yang dibutuhkan.
Karena itu, marilah kita mengkoreksi diri kalau kita menjadi manusia yang merasakan "Seorang diri" atau "Lonely" dalam kesukaran-kesukaran yang kita hadapi. Tuhan Yesus sahabat sejati kita akan menjadikan diri kita SAHABAT YANG SEJATI bagi orang lain ! Amin!






BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003