Oleh : Pnt. Dorcas Daud
Di jaman yang tiada menentu ini, banyak orang yang bingung karena berbagai masalah yang menghimpit. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya namun tak kunjung keluar dari masalah mereka. Mereka menjadi kecewa, frustrasi, panik dan marah. Sepertinya mereka menemukan jalan buntu, tembok tebal ataupun jurang yang dalam. Akhirnya jalan pintas yang tidak berkenan di hadapan Tuhan yang mereka lakukan demi bisa keluar dari masalah mereka. Banyak diantara mereka mengalami krisis, baik dalam hal uang, kasih, harga diri, jabatan, kesehatan dan sebagainya. Kemana mereka bisa menemukan jalan keluar?
Bagi kita Anak-anak Allah, tak perlu takut, cemas ataupun panik, dalam menghadapi situasi seperti itu. Kita sudah menemukan jawabannya. Bersama Yesus ada jalan keluarnya. Memang sebagai Anak-anak Allah bukan berarti kita tidak pernah akan menghadapi masalah. Tapi justru masalah yang kita hadapi, bisa kita jadikan sarana untuk mengalami lompatan iman di dalam Yesus Kritus. Anak-anak Allah mampu menanggung segala perkara di dalam Yesus! Jadi jangan pernah kita berputus asa. Acapkali Tuhan membiarkan masalah itu terjadi terlebih dahulu, supaya Dia bisa menyatakan kemuliaan-Nya melalui mujizat di dalam hidup kita.
Perhatikan peristiwa yang terjadi di Kana. dalam Yohanes 2: 10. Dikisahkan di Kana, ada sebuah keluarga yang sedang mengadakan pesta perkawinan. Tentu saja pesta ini sangat meriah. Semua orang yang datang ke pesta itu ingin menikmati makanan yang lezat, minuman yang segar dan juga tidak ketinggalan minuman anggur yang tersedia. Sementara pesta sedang berlangsung dan tamu datang silih berganti, tiba-tiba masalah datang dan masalah ini cukup serius. Mereka kehabisan anggur! Kemana mereka bisa mendapatkan anggur dalam waktu singkat di tengah-tengah keramaian pesta yang terus berlangsung dengan para tamu yang beduyun-duyun datang ingin menikmati anggur?
Kita bisa membayangkan, betapa paniknya mereka. Tapi tak berapa lama kemudian masalah ini segera bisa terselesaikan. Karena Yesus hadir di pesta itu. Dimana Yesus hadir, setiap masalah pasti selesai. Apa yang terjadi? Yesus mengubah air yang terisi di tempayan menjadi anggur. Bahkan menjadi anggur yang terbaik. Sampai pemimpin pesta terheran-heran, dan bertanya kepada kepada mempelai laki-laki: ”Dari mana kamu mendapatkan anggur yang terbaik? Karena biasanya orang menghidangkan anggur yang terbaik terlebih dahulu, setelah orang puas minum barulah anggur yang kurang baik. Akan tetapi sampai sekarang kamu masih menyimpan anggur yang terbaik.”
Tentu saja mempelai laki-laki tidak mengetahuinya. Bahkan bahwa ternyata mereka kehabisan anggurpun dia juga tidak tahu. Karena bukankah dia sedang berbahagia bersanding dengan pengantin perempuannya? Maka masalah apa yang sedang kita hadapi saat ini? Jangan takut, jangan cemas dan tak perlu khawatir. Kalau Yesus hadir dalam hidup kita karena kita sudah mempersilahkan Dia masuk dan tinggal menjadi Tuhan dan Raaja di dalam hati kita, Yesus pasti menyelesaikan masalah kita. Dalam kitab Ibrani 13: 8 tertulis, ”Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama- lamanya”.
Yesus yang dahulu ketika masih berada didunia selalu membuat mujizat, sekarangpun Dia masih melakukannya. Kita tidak perlu heran, karena hal itu sudah tertulis di dalam Firman-Nya. Ternyata mujizat itu sendiri bertujuan untuk menyatakan Kemuliaan-Nya seperti yang tertulis di kitab Yohanes 2: 11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Sehingga semua orang yang melihatnya mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan dan perbuatannya dahsyat dan ajaib, sehingga setiap orang menjadi percaya segala perbuatan di dalam Dia.
Saat ini pun, Allah ingin melihat anak-anak-Nya hidup berkemenangan, bukan hidup dalam kekalahan. Ia mau ikut terlibat di dalam hidup kita. Seringkali ketika menghadapi masalah, kita langsung cenderung mengandalkan pertolongan manusia dan kekuatan sendiri. Kita jarang dan bahkan tidak pernah mengandalkan Dia sebagai pertolongan yang pertama dan terutama di dalam hidup ini. Saat masalah datang, kita sibuk mencari pertolongan dari sesama yang kira-kira dapat membantu, atau mengusahakan kekuatan diri sendiri habis-habisan untuk mengatasinya. Kadang-kadang kita mengambil jalan pintas yang salah sehingga kita terjerumus dalam kesalahan yang berikutnya. Tidak jarang kita menjadi kecewa dan frustrasi. Patah semangat dan terus berkanjang di dalam penyesalan demi penyesalan dan terus menerus mengasihani diri sendiri. Kalau itu yang sedang terjadi, bertobatlah dan pecayalah kepada Tuhan Yesus. Dia sudah menebus Anda dan saya dan harganya sudah lunas dibayar dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib. Era kutuk, dosa, sakit penyakit dan setiap kelemahan sudah selesai. Kita tidak usah lagi bergumul dengan kekuatan sendiri dalam menghadapi persoalan. Duduklah di sebelah kanan Allah Bapa, taati Firman-Nya, pegang teguh janji-janji-Nya dan andalkan Dia! Dialah yang membawa kita keluar dari setiap permasalahan kita, dan kita selalu menjadi lebih dari pemenang. Dia yang akan melakukan mujizat dalam hidupmu. Kalau Anda perhatikan, Mujizat selalu berlawanan dengan hukum alam. Salah satu contohnya, air menjadi anggur, dari 2 ekor ikan dan 5 ketul roti bisa mengenyangkan 5000 orang, dan masih menyisakan 12 bakul. Oleh karena itu, ntuk mengalami mujizat kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini;
1. IMAN
Dalam kitab Roma 10: 17, dikatakan iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. Jadi kita sangat perlu untuk selalu belajar Firman-Nya. Bahkan menggali kebenaran firman yang semakin dalam. Sampai kita selalu punya iman “ Tidak ada yang mustahil bagi saya yang percaya kepada Yesus.”
Kita jangan hanya tahu firman secara kulitnya saja, tapi kita perlu mendudukkan diri menjadi seorang murid yang terus mau diajar, belajar dan melakukan apa yang guru perintahkan kepada kita. Guru kita adalah Roh Kudus. Tahukah Anda, bahwa iman yang sanggup menghasilkan mujizat adalah iman yang sederhana, yaitu percaya hanya kepada perkataan Allah saja. Tidak perlu dikombinasikan dengan yang lain.
Dalam surat 2 Timotius 3: 16 dikatakan bahwa: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Banyak diantara kita pikirannya tidak bisa percaya penuh terhadap janji-janji Firman Allah, karena sudah terlalu banyak teori dan filsafat dari dunia yang menguasai pikiran. Sehingga kadang kita tidak menyadari lagi apakah konsep yang tertanam dalam pikiran, sesuai atau tidak dengan Kebenaran Firman Allah. Kadang-kadang, di waktu-waktu tertentu, kita bahkan sudah tidak peduli lagi, karena teori dan filsafat dari dunia sudah terlalu lama diserap dan tertanam di otak kita. Hal itulah yang lebih kita yakini dan percayai sebagai pegangan hidup kita. Bagi ajaran-ajaran dunia, mustahil seseorang bisa mengalami perkara-perkara ajaib dan indah bersama Tuhan dengan berbagai alasannya, dan itu terus menerus diajarkan kepada setiap orang di dunia ini. Akibatnya, banyak orang yang imannya gagal untuk mengalami mujizat meskipun ia rindu untuk mengalaminya. Tapi orang-orang yang mempercayai Firman-Nya secara total dan melakukan Kebenaran Firman Tuhan setiap saat, mereka pasti mengalami mujizat di dalam hidupnya sehingga mereka tak pernah kekurangan kesaksian-kesaksian iman untuk dibagikan, yaitu dimana Allah berbuat perkara-perkara yang heran dan ajaib bagi mereka. Hidup itu bagi mereka penuh mujizat!
Lukas 7: 1-10 mengisahkan tentang iman seorang perwira yang mengherankan Tuhan Yesus. Mengapa? Sebelumnya, dia ingin supaya Yesus datang ke rumahnya untuk menumpangkan tangan dan berdoa bagi hambanya yang sakit. Tapi kemudian niat ini diurungkannya, karena dia merasa tidak layak untuk menerima Yesus di rumahnya. Perwira itu percaya bahwa Yesus cukup berkata satu patah kata saja, maka hambanya akan sembuh. Ia tahu Yesus adalah Tuhan yang besar kuasanya. Ia sanggup melakukan apapun sesuai iman kita terhadap Dia. Perwira itu saja bila memerintahkan prajuritnya “Pergi!” ataupun “Datang!”, pasti prajuritnya mentaatinya. Perkataan perwira itu dituruti oleh prajuritnya, karena perwira itu punya otoritas kuasa penuh dalam jabatannya. Jadi setiap perkataannya mempunyai pengaruh yang luar biasa bagi prajuritnya. Begitu jugalah dia mempercayai perkataan Tuhan Yesus mengandung kuasa yang luar biasa. Perwira itu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dengan segala otoritas ke-Allah-an dan kuasa perkataan yang dimiliki-Nya. Perkataan orang dunia atau orang yang tidak mengenal Tuhan saja bisa punya pengaruh yang luar biasa apalagi perkataan Yesus. Dia adalah Tuhan yang dahsyat dan punya kuasa lebih dari penguasa manapun. Berdasarkan inilah perwira itu menerapkan imannya terhadap Yesus. Ternyata iman seperti inilah yang sanggup menghasilkan mujizat. Iman yang hanya percaya kepada perkataan Yesus! Tidak ada yang lain. Sederhana bukan? Kadang- kadang kita berpikir, betapa sulitnya memiliki iman untuk mujizat. Iman itu harus besar, lebih besar dari masalah yang sedang ada didepan mata kita. Padahal Yesus sendiri mengajar tentang iman kepada kita juga sederhana sekali.
Perhatikan Markus 11:20-23 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”
Jadi kunci iman adalah PERCAYALAH KEPADA ALLAH! Percaya itu tidak ada kebimbangan serta keragu-raguan terhadap perkataan Allah yang kita ucapkan. Betapa pentingnya mempercayai perkataan Allah sendiri atau Firman-Nya. Kita harus setia mempercayai Firman-Nya dengan segenap hati. Jangan biarkan iman kita pudar oleh karena bimbang dan ragu-ragu sebab hal-hal ini adalah musuh utama bagi iman kita untuk terjadinya mujizat. Saya pernah punya pengalaman, ketika saya berdoa bersama dengan seorang hamba Tuhan yaitu Bpk. Andereas Samudera, untuk terjadinya sebuah mujizat tulang. Kami percaya urapan kuasa Roh Kudus sudah ada didalam kami. Tapi tak terjadi apa-apa. Kemudian kami bertanya kepada Roh Kudus, “Mengapa kami tidak dapat melakukan mujizat itu?” Sedangkan kami pernah menyaksikan sendiri bagaimana Bpk. Joe Poppel, seorang hamba Tuhan dari Amerika yang kami undang untuk KKR, begitu gampang melakukan mujizat ini. Dan kami pernah didoakan oleh hamba Tuhan ini agar Tuhan memenuhi kami dengan urapan-Nya, untuk melakukan mujizat tersebut. Dan sebenarnya kami percaya itu sudah terjadi. Apa jawab Roh Kudus? “Karena kamu bimbang dan ragu.” “Jadi apa yang harus kami lakukan Roh Kudus?” “Usir saja bimbang dan ragu-ragu itu dalam nama Yesus. Karena bimbang dan ragu itu hanya roh saja.” Akhirnya kami mengusir roh bimbang dan roh ragu Dalam Nama Tuhan Yesus. Dan sejak saat itu, kami begitu gampang melakukan mujizat yang berhubungan dengan tulang. Mendoakan kaki atau tangan yang tidak sama panjang, selesai kami doakan cepat sekali terjadi mujizat. Pengalaman pertama saya dengan mujizat tulang, terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika kami melayani di Yogyakarta.
Dalam satu acara pagi yaitu pelayanan pribadi, datang seorang nona kepada saya. Ternyata dia adalah seorang mahasiswi yang ikut terlibat kepanitiaan dalam acara itu. Malam hari Seminar inner-healing dan pelepasan, sedang pagi harinya untuk pelayanan pribadi bagi para peserta seminar. Nona ini ternyata punya masalah dengan tangannya. Dahulu sebetulnya tangan itu normal dan sama panjang, tapi karena mengalami kecelakaan naik motor, keluar dari rumah sakit tangan kirinya menjadi lebih pendek 6 cm dari pada tangan kanan sehingga kalau dia memakai baju lengan panjang, lengan baju tangan kirinya harus dibuat lebih pendek 6 cm dari pada lengan baju tangan kanannya. Untuk itu dia punya penjahit khusus yang menjadi langganannya karena sudah mengerti kondisi tangannya. Juga tangan kirinya menjadi lebih lemah dari tangan kanannya. Nona ini minta didoakan. Saya bertanya kepadanya, ”Apakah kamu percaya mujizat bisa terjadi?” Dengan antusias nona itu menjawab:”Percaya.” “Baik! Kalau begitu kita sehati untuk terjadinya mujizat bagi tanganmu.” Saya suruh nona itu mengulurkan kedua tangannya dengan relax. Kami ukur ternyata memang betul tangan kirinya sangat lemah dan lebih pendek 6 cm dari tangan kanan. Begitu saya doakan, ”Dalam Nama Tuhan Yesus Urapan Kuasa Roh Kudus mengalir ke tangan sebelah kiri ini, dan aku perintahkan tangan kiri ini tumbuh sama panjang de-ngan tangan kanan. Kalau sudah sama panjang aku perintahkan stop berhenti.” Sebab kalau tidak distop nanti memanjang terus sampai melebihi tangan kanannya, wah…bahaya! Nanti saya harus berdoa untuk memendekkan tangan kirinya lagi. Mengapa? Karena sebenarnya, Kerajaan Allah dan Kuasa Roh Kudus itu sangat tertib. Kalau kita salah bicara dalam doa, hasilnya juga salah, tidak seperti yang kita harapkan karena sejak kita menjadi Anak Allah, perkataan kita memiliki kuasa ke-Allahan-Nya, apapun yang kita perkatakan, terjadi. Oleh karena itu kita sebagai Anak-anak Allah harus menjaga perkataan yang keluar dari lidah bibir kita, karena apa yang engkau katakan itu keluar berasal dari dalam pembendaharaan hatimu. Juga di kitab Amsal: 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Lalu yang terjadi kemudian pada nona tersebut? Luar biasa! Saya baru mau berkata “Amin”, ternyata tangan kiri itu sudah bergerak maju dan menjadi sama panjang dengan tangan kanannya. Bahkan bukan itu saja, tangan kiri yang tadinya sangat lemah menjadi kuat lagi seperti tangan kanannya. Halleluya! Tuhan Yesus luar biasa! Kebetulan pagi itu nona ini memakai baju seragam panitia, yaitu kemeja lengan panjang warna putih dan bawahan rok berwarna hitam, sehingga ketika tangan kirinya dipanjangkan oleh Roh Kudus, lengan baju tangan kirinya jadi lebih pendek. Jadi jelas sekali terlihat, bagaimana mujizat itu sudah terjadi!
Malam harinya ketika nona ini menjadi singer dalam puji-pujian dan penyembahan yang diadakan sebelum seminar. Setelah itu dia bersaksi bagaimana Tuhan Yesus sudah melakukan mujizat pada tangannya. Dia bersukacita sekali dan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas anugerah-Nya ini. Segenap peserta seminar terbangkit imannya, sehingga sesudah itu lebih banyak lagi orang yang mengalami mujizat. Sejak saat itulah mujizat berhubungan dengan tulang lebih banyak lagi kami alami. Nyatanya, mujizat membuat hidup orang percaya lebih bergairah, karena secara nyata apa yang Firmankan-Nya, jadi! Tuhan secara nyata menjamah dan berperan langsung dalam hidupnya bahkan menyatakan perbaikan dan kesembuhan total. Sudah pasti mujizat itu semakin menguatkan iman yang mengalami dan membangkitakan iman orang-orang di sekelilingnya kepada Tuhan. Kembali kepada tujuan yang terutama, mujizat itu untuk menyatakan Kemuliaan-Nya.
2. URAPAN KUASA ROH KUDUS
Ketika Yesus sudah bangkit dari kematian-Nya di kayu salib, maka Ia pergi menjumpai murid-murid-Nya yang pada saat itu masih berduka karena kematian-Nya. Sesudah Yesus memberi salam kepada mereka, Ia pun berkata kepada murid-murid-Nya, ”Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal didalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.“ Lukas 24: 46-49.
Tuhan Yesus berkata dengan jelas, bahwa murid-murid-Nya akan dipenuhi dengan kuasa dari tempat tinggi, yaitu Kuasa Roh Kudus. Supaya mereka bisa menjadi saksi-saksi-Nya. Untuk menjadi saksi-Nya bukan hanya dibutuhkan kepandaian berbicara, tapi juga kuasa yang sanggup melakukan tanda-tanda mujizat seperti dahulu ketika Tuhan Yesus ada di dunia. Dia melakukan banyak tanda-tanda mujizat sesudah Ia dipenuhi oleh Roh Kudus. Perbuatan mujizat merupakan tanda bahwa Allah menyertai Dia. Seperti yang tertulis didalam
Yohanes 10: 37 ”Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan BapaKu, janganlah percaya kepadaKu, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaKu, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa.”
Berdasarkan ayat tersebut, kita mengerti bahwa terjadinya mujizat-mujizat yang dikerjakan oleh Yesus, karena Allah Bapa ada di dalam Dia dan Dia ada didalam Allah Bapa. Berarti mujizat terjadi bila ada penyertaan Allah. Sebagai murid-murid Yesus, kapan kita disertai oleh Allah sehingga mujizat terjadi? Tatkala kita dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus-Nya.
Sama dengan apa yang pernah terjadi dengan Tuhan Yesus dan murid-muridnya yang pertama dulu. Sesudah kuasa itu memenuhi mereka, bangkitlah murid-murid-Nya menjadi saksi Yesus dengan berani dan nyata. Berita kesaksian para murid Yesus selalu diteguhkan dengan banyaknya mujizat yang mereka perbuat. Hal ini bisa kita baca dari Kitab Kisah Para Rasul 2: 1-47. yang mengisahkan begitu banyak mujizat yang mereka lakukan. Dan sampai saat inipun Kuasa Roh Kudus masih akan terus melakukan banyak mujizat melalui Anda dan saya, supaya melalui mujizat itu, mata-mata orang-orang dunia tercelikkan bahwa kita disertai oleh Allah yang hidup dan kita adalah saksi-saksi dari kebangkitan dan ke-Tuhanan Yesus. YESUS ADALAH MESIAS!
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir-demikianlah firman Allah bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku keatas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga keatas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat . Dan Aku akan mengadakan mujizat-muzijat diatas , dilangit, dan tanda-tanda dibawah, dibumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.” Kisah Rasul 17: 20
Allah berjanji bahwa Dia akan mencurahkan Kuasa Roh Kudus-Nya keatas semua manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Dan ini sudah digenapi. Kuasa Roh Kudus dicurahkan pertama kali pada hari pentakosta, pada saat murid-murid itu berkumpul disuatu tempat dan berdoa dengan sehati. Tiba-tiba seperti ada tiupan angin yang keras memenuhi seluruh rumah dimana mereka berkumpul. Kemudian seperti lidah-lidah api turun diatas kepala mereka, dan merekapun penuh dengan Roh Kudus. Saat itu juga murid-murid itu berbahasa Roh dan menjadi saksi Yesus yang berani. Sejak pencurahan Kuasa Roh Kudus pertama kali itulah Roh Kudus masih berada diatas kepala semua manusia, barangsiapa sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan membuka hatinya, maka Roh Kudus akan memenuhinya. Ketika Roh Kudus memenuhi kita, Dia juga membawa paket Karunia-karunia-Nya. Termasuk, kita akan mendapat penglihatan-penglihatan, mimpi-mimpi dan nubuat-nubuat. Jadi perlu bagi kita untuk dipenuhi dengan Kuasa Roh Kudus, supaya punya kuasa untuk melakukan mujizat. Sesudah itu Allah akan meningkatkan kuasa di dalam kita melalui urapan demi urapan-Nya. Karena melalui pengurapan yang terus menerus, akan membuat kita semakin sempurna seperti Yesus, baik dalam hal karakter, kuasa maupun berkat. Setiap hari kita boleh mengambil urapan baru, sebab Allah menyediakan Urapan-Nya tanpa batas dan selalu mau memberikan-Nya kepada kita. Melalui urapan-Nya itulah kita akan mengalami banyak mujizat. Jadi iman perlu ditunjang oleh urapan, begitu juga sebaliknya.
3. KETAATAN
Ada sebuah peristiwa dalam Lukas 1:7, dimana waktu itu Yesus berdiri dipantai Genesaret. Ketika orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan Firman Allah, maka Yesus naik kedalam sebuah perahu yaitu perahunya Simon, kemudian Dia duduk diperahu itu mengajar orang banyak. Selesai berbicara, Yesus memerintahkan Simon, untuk bertolak ketempat yang dalam, dan menebarkan jalanya. Walaupun telah sepanjang malam dia menebarkan jalanya dan tak seekor ikanpun masuk dalam jalanya, namun karena Yesus yang memerintahkan, iapun melakukannya juga. Lalu apa yang terjadi? Ternyata mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Sampai perahu mereka tidak cukup menampung ikan-ikan itu, sehingga mereka minta bantuan kepada temannya untuk meminjamkan perahunya. Begitu banyaknya ikan yang masuk dalam jala mereka, sampai perahu mereka hampir tengelam. Semua orang takjub karenanya. Mujizat terjadi lagi!
Kuncinya ada ketaatan. Syukurlah, Simon mentaati Yesus sebagai gurunya. Simon tidak berpikir dari dirinya sendiri, “Dengan kekuatanku saja aku sudah coba dan tidak berhasil, pastilah sekalipun disuruh Guru, hasilnya sama saja, tidak akan ada ikan malam ini.” Ia percaya kalau Yesus ada dan bila Dia yang memerintahkan, segala masalah menjadi beres. Apakah kita mentaati apa yang diperintahkan Yesus? Apa kita melakukan Firman-Nya? Ketidaktaatan hanya akan menghalangi mujizat.” Mari kita mengambil posisi seperti Simon, yang tidak mengandalkan pikirannya sendiri dan apa kata hatinya tapi lebih mengandalkan dan mempercayai apa yang diperintahkan Yesus. Iman yang begitu mempercayai perkataan Yesus, sehingga tanpa membuang waktu dia langsung bertindak. Iman bekerja sempurna ketika kita berani mengambil tindakan. Sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Yakobus. 2: 17
Sebagai murid-murid Tuhan Yesus kita tidak hanya belajar saja tapi juga mendapatkan perintah-perintah dari Dia. Baik melalui Firman Allah maupun melalui pernyataan-pernyataan dari Roh Kudus. Kita wajib mentaatinya. Tapi seberapa banyak diantara kita yang betul-betul mau taat dan bertindak sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya? Banyak diantara kita, tidak segera bertindak karena masih mempertimbangkan ini dan itu, dan kita lebih mengikuti apa yang ada dipikiran kita dan apa kata hati kita. Akibatnya mujizat yang kita harapkan tidak terjadi. Jadi mujizat membutuhkan ketaatan dari kita untuk bertindak, karena tindakan kita yang sesuai dengan perintah-Nya menunjukkan adanya iman didalam kita kepada Yesus. Kalau kita sudah mencobanya namun belum berhasil, jangan pernah berkecil hati dan putus asa. Coba dan coba lagi! Perlu juga kita bertanya pada Roh Kudus penyebab kegagalan itu. Sehingga dari kegagalan itu kita belajar untuk naik tingkat, sampai berhasil. Allah ingin kita terbiasa dengan mujizat. Bahkan setiap hari melihat dan melakukan mujizat. Karena Allah kita adalah Allah yang selalu ingin memberi surprise kepada kita anak-anaknya melalui mujizat.
Injilpun diawali dengan tejadinya mujizat. Dengan lahirnya Yesus secara ajaib, karena dikandung dari Roh Kudus. Dan ketika sudah besar, setiap hari Ia membuat mujizat. Kebangkitan dari kematian-Nyapun adalah mujizat. Karena sesudah Dia mati digantung dikayu salib pada hari yang ketiga bangkit, naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk menyediakan tempat bagi saudara dan saya sebagai orang-orang percaya.
Sampai dengan sekarang Allah akan terus menyatakan mujizat-mujizat-Nya diatas dunia ini melalui saudara dan saya. Bahkan Yesus berkata dalam Yohanes 14: 12 “Aku berkata kepadaMu: Sesungguhnya barang siapa percaya kepadaKu , akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”
Yesus memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan pekerjaan-Nya, bahkan lebih besar dari pada apa yang pernah Yesus lakukan. Pekejaan-Nya saja sudah besar apalagi yang lebih besar dari itu . Luar biasa! Jadi jangan heran kalau kita bisa melakukan mujizat-mujizat yang lebih besar dari yang Yesus lakukan. Kami sering mengalami turunnya gold dust dan diamond dust, bahkan tambalan gigi yang berubah jadi emas pada waktu kami menyembah Tuhan. Saya percaya mujizat-mujizat akan terus dinyatakan semakin besar dan semakin besar dalam kehidupan setiap anak-anak Allah, sampai kita semuanya mencerminkan seluruh Kemuliaan-Nya! AMIN!