Oleh : Pnt.Andereas SamuderaI. Kuk Bangsa Israel 
Kurang lebih 700 tahun sebelum Kristus, bangsa Asyur (Assyria) bergerak ke selatan menyerang kerajaan-kerajaan dan menaklukkan mereka dibawah kekuasaan negerinya. Bangsa Israel yang memang turun-temurun menjadi penyembah Baal sejak mereka memisahkan diri dibawah pimpinan Yerobeam, setelah Salomo meninggal. Tuhan hendak menyerahkan mereka ke tangan raja Asyur. Allah memakai bangsa ini untuk menghukum dosa umat Israel. Namun suatu saat Asyur juga akan menerima hukuman dari tangan Tuhan. Sebelum saat itu tiba, Tuhan berbicara kepada orang Israel melalui nabi Yesaya, bahwa bangsa itu akan ditawan dan mengalami penindasan yang sangat berat dari orang Asyur, namun akan mengalami pembebasan pula pada waktunya.
Sebab itu beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Hai umat-Ku yang diam di Sion, janganlah takut terhadap Asyur, apabila mereka memukul engkau dengan gada dan menghantam engkau dengan tongkatnya, seperti yang dilakukan Mesir dahulu. Sebab sedikit waktu lagi amarah-Ku atasmu akan berakhir, dan murka-Ku akan menyebabkan kehancuran mereka.……. Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kukyang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap." Yesaya 10: 24-27a
Dalam bahasa Inggris versi King James, Yesaya 10: 27 itu bunyinya seperti ini:
And it shall come to pass in that day, that his burden shall be taken away from off thy shoulder, and his yoke from off thy neck, and the yoke shall be destroyed because of the anointing. Isaiah 10:27 (KJV)
Kuk yang ditanggung bangsa Israel akan dipatahkan oleh urapan! Penggenapan nubuatan ini baru akan terjadi bila Roh Kudus tercurah keatas umat Israel. Tapi sejarah membuktikan bahwa waktu Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, waktu itu yang di tanah Israel hanya bangsa Yahudi saja, yakni sebagian kecil saja dari umat Israel, ternyata sedikit saja yang mau menerimanya, hingga untuk sementara ini Roh Kudus diberikan kepada bangsa-bangsa lain diluar Israel.
Ayat-ayat dibawah ini berbicara tentang penolakan orang Israel dan bahwa mereka seperti cabang pokok zaitun sejati yang ditebang dari pokoknya, yaitu Yesus, agar cabang pokok zaitun liar, yakni bangsa-bangsa lain boleh dicangkokkan kepada pokok zaitun sejati itu. Tapi pada suatu saat mereka akan dikembalikan kepada pokoknya lagi.
Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah." Roma 10:21
Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?
Roma 11: 15
Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. Roma 11: 23. Pembebasan orang Israel dari kuk mereka akan terjadi karena kuasa Roh Kudus, mereka akan disatukan dengan pokok zaitun sejati yakni Tuhan Yesus melalui kuasa urapan-Nya. Kuk dipatahkan oleh Urapan Roh Kudus. Ternyata didalam Kerajaan Allah, kebenaran ini adalah kebenaran yang umum, berlaku bagi segala macam kuk yang ditanggung oleh manusia. Ini adalah metoda satu-satunya yang paling akitabiah untuk membebaskan seseorang dari kuk, yakni dengan URAPAN ROH KUDUS.
II. Kuk Di Bahu Setiap Orang
Banyak orang mengalami beban dalam hidupnya seperti yang dialami orang Israel. Ada beban-beban (stress/ tekanan) yang terus-menerus menekan di dalam jiwanya. Kutuk hutang, kemiskinan, sakit penyakit, malapetaka berturut-turut, kegagalan terus menerus, kekecewaan demi kekecewaan di hidup dan sebagainya. Ada juga kuk yang mengendalikan atau mengontrol kepribadian seseorang. Kadang-kadang yang dirasa sebagai kuk itu adalah tabiat daging sendiri. Ada kecenderungan-kecenderungan di dalam diri seseorang yang membawa dirinya kepada ikatan-ikatan dosa/kebiasaan yang buruk yang setiap kali setelah melakukannya membuat ia merasa menyesal sendiri.
Kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman keras, kecanduan narkoba, masturbasi, berzinah, pemarah, malas, pendusta, rendah diri (minder) dan sebagainya, ketika orang itu sadar dan ingin berhenti dari kebiasaannya, ia tak dapat menghentikannya karena kebiasaannya telah menjadi belenggu yang semakin lama makin menekan jiwanya. Kalau ia menemui seorang konselor, ada kecenderungan bahwa konselor-konselor membimbing orang-orang yang terkena kuk dengan menasehati mereka dan mengajari mereka dengan berbagai cara atau metoda untuk keluar dari beban mereka. Kalau bertemu kasus seperti ini, konselor tidak akan berhasil hanya dengan memberi nasihat-nasihat saja. Dalam kenyataannya, tidak semua hal yang dinya-takan dalam nasihat tersebut dapat segera dilakukan, karena iblis memasang kuk di atas lehernya. Iblis tidak akan melepaskan kuk itu. Banyak macam kuk tak dapat dilepaskan dengan bergantung kepada kekuatan diri sendiri, tapi harus dengan Kuasa Allah.
Kadang-kadang kuk itu berupa suatu kutuk, karena kutuk yang menurun dari nenek moyang bisa merupakan kuk yang turun-temurun. Ada banyak laki-laki yang sukar mengambil keputusan untuk hal-hal yang membawa resiko yang besar, dia hanya bisa menjalani hidup secara rutinitas dari hari ke hari. Tak ada inisiatif, tak ada inovasi atau daya pikir yang mampu membebaskan dirinya dari keadaan buruk yang dideritanya. Itu salah satu tanda bahwa orang ini terkena kutuk. Kalau kutuk menutupi pikiran seseorang, ia berada di dalam keadaan yang terbatas atau terkurung, pikirannya tak mampu mengembang, tidak mampu merencana sesuatu untuk masa depannya sendiri, tak mampu memiliki gagasan-gagasan baru. Biasanya orang seperti ini juga tidak sadar bahwa ia terkurung dalam alam pikirannya. Kutuk itu menguasai pikiran seseorang sedemikian rupa sehingga sendirinya tidak tahu juga bahwa ia terkena kutuk.
III. Perjuangan Hidup Atau Dimerdekakan ?
Hidup ini adalah perjuangan, demikian kata sebagian besar manusia di bumi ini. Orang berjuang untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dalam hidupnya. Untuk itu, harus ada segenap usaha dan tenaga yang dicurahkan. Tapi bila seseorang mau mendengar Firman Tuhan dan belajar, ternyata Tuhan Yesus mengajari murid-murid-Nya untuk mendobrak dan menembus hal-hal yang tidak mungkin itu dengan iman atau percaya. Iman yang menyebabkan seseorang melangkah keluar dari kurungan-kurungan di dalam jiwanya ialah iman kepada janji-janji Allah. Sebenarnya yang mau bekerja adalah Dia. Kita diminta untuk mempercayai pekerjaan Allah. Tapi bagaimana Allah mengerjakannya? Ia selalu bekerja dengan Roh-Nya. Ada kuasa didalam Roh-Nya. Kita memang dilahirkan dalam keadaan yang terbatas, tetapi Dia telah menebus hidup kita supaya kita menjadi anak-anak Allah yang merdeka, yang mengembang ke kanan dan ke kiri, yang terus meluas ke mana-mana, yang memiliki kebesaran dan kemerdekaan di dalam roh kita secara (hampir) TIDAK TERBATAS.
Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah. 1 Korintus 3:21-23
Bagi Anak-anak Allah yang percaya kepada Kuasa Firman Allah, sebenarnya tidak pernah ada kesempatan ia dapat berkata, “Ah, sedikit-sedikitnya aku sudah lumayanlah, daripada dulu...” Itu kedengaran seperti orang yang bersusah payah naik ke atas gunung, lalu setelah sampai di suatu dataran di tebing jurang ia berkata, “Ah, sudah lumayan sampai di sini, daripada tadi di lembah.” Padahal masih banyak lagi tebing yang harus ia daki untuk sampai di puncak. Bila kita percaya akan kuasa Allah, tidak ada saat di mana kita akan merasa puas. Ada banyak sekali perkara-perkara yang tidak terbatas untuk kita capai. Itu sebabnya, waktu kita dilahirkan baru kita diberi Roh Kudus. Roh Kudus itu dinamit. Tapi Roh Kudus tidak dapat berbuat apa-apa juga kalau kita tidak tahu bahwa itu dapat “diledakkan”.
Banyak orang yang dilahirkan baru tidak mengalami perubahan hidup sampai menjadi persis seperti Tuhan Yesus. Terlalu banyak waktu terbuang untuk proses berjuang. Padahal kita telah dua ribu tahun yang lalu diberi kemerdekaan sebagai Anak-anak Allah. Kesalahan berpikir membuat hidup kita juga salah. Berjuang terus menerus padahal sesungguhnya sudah merdeka! Firman Allah mengajar kita bahwa Allah telah membayar kita dengan harga darah Yesus Kristus di kayu salib supaya kita menjadi sungguh-sungguh merdeka, dan kita diubah menurut proses Allah supaya kita menjadi serupa dengan gambar Yesus Kristus.
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 2 Korintus 3:18
Seyogianya waktu selanjutnya dapat kita dipakai untuk berubah menjadi seperti Yesus. Dari start waktu Anda dilahirkan baru, mulai dengan status sebagai Anak Allah, lalu berubah kesadaran demi kesadaran, makin menyadari keberadaan Yesus didalam diri Anda dan melupakan kesadaran diri secepat-cepatnya serta hidup dalam penghayatan hadirnya Yesus didalam Anda, maka dengan cepat Anda dapat berubah jadi seperti Yesus. Tapi seringkali hal itu tidak terjadi karena Anda sendiri yang membatasi kuasa kerja Allah, seturut daya pikir Anda sendiri. Yang menyebabkan kita tidak ingin lebih baik dari yang sudah-sudah adalah kutuk. Kutuk itu memblokir pikiran seseorang untuk mampu percaya akan anugerah yang sudah dikaruniakan Allah kepada manusia. Dikasih tahu juga tidak mau tahu! Ajaran bahwa kita tak layak karena kita ini hanyalah cacing dan tanah liat terus menerus dihadapan Allah, tak pernah mau terima dengan iman bahwa Darah Yesus telah menyucikan Anda menjadi Anak Allah adalah semacam kuk yang menyenangkan perasaan agamawi banyak orang Kristen. Begitu Anda sadar dan bertindak dengan iman mengaku percaya bahwa Anda adalah Anak Allah, Anda langsung pindah level jadi manusia baru, ciptaan baru didalam Kristus. Jadi setelah itu jangan pernah Anda berpikir bahwa hidup Anda adalah hidup yang terbatas lagi. Kebenarannya adalah bahwa segala kutuk Anda sudah ditanggung Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu. Anda sudah lama dimerdekakan. Ketidaksadaran Anda untuk merdeka itu saja yang menahan kemerdekaan Anda sesungguhnya.
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Galatia 5:1
Kuk dipatahkan bukan oleh hukum Taurat, perintah, teguran dan nasihat. Hal-hal itu tidak dapat memerdekakan Anda. Perintah, firman Allah, nasihat dan teguran itu baik untuk membuat kita mengerti bahwa kita sedang terbatas oleh kutuk. Tapi kesadaran bahwa Anda kena kutuk dan kuk, belum membuat Anda merdeka. Kalau Anda membaca Firman Allah dan Anda mengerti bahwa seharusnya Anak Allah itu merdeka, cerdas dan hidup diberkati berlimpah-limpah, tapi bila hanya mengerti kebenaran saja, itupun tidak segera memerdekakan Anda. Kapan Anda boleh memiliki kemerdekaan yang sebenarnya? Bila Urapan datang! Kuk dapat dipatahkan dengan urapan. Urapan seperti ini yang harus dimiliki oleh Anak-anak Allah. Kalau kebenaran ini muncul dalam pengertian Anda, Anda merindukannya dan Anda cenderung ke arah itu, Anda akan memiliki urapan tersebut.
IV. Komplex Rendah Diri Dan Kegagalan
Dahulu selagi muda saya adalah seorang yang amat minder. Saya juga amat penakut. Saya takut setan, takut perempuan dan takut kepada orang-orang yang belum saya kenal. Saya malu kalau bercakap-cakap dengan teman wanita saya di sekolah. Saya sadari keadaan saya sejak di SMA. Saya ingat suatu saat istirahat di sekolah, saya berpapasan seorang teman wanita sekelas saya di gang sekolah. Ia tiba-tiba bertanya “Eh, nanti pelajaran aljabar ada PR tidak ya?” Saya dengan malu sekali menjawab: “Ah, tak tahu ya!” Dan muka saya menjadi merah, telinga saya panas dan merah! Dalam bahasa Inggris itu disebut blushing. Saya lari ke kamar mandi dan siram muka dan telinga saya dengan banyak air sampai lama sekali, tapi tidak hilang-hilang. Sejak itu saya berusaha mengatasinya dengan berbagai cara yang natural. Saya membaca buku-buku pembinaan pribadi karangan Dale Carnegie dan buku-buku psikologi sebanyak-banyaknya. Tapi itu hanya menolong sedikit saja. Saya kemudian kuliah di ITB dan meneruskan usaha mengatasi minder ini beberapa tahun lamanya. Ketika dilahirkan baru tahun 1966, saya rajin menghafal ayat-ayat, antara lain 1 Yohanes 4:4 saya bunyikan terus menerus beberapa tahun lamanya dan sedikit demi sedikit saya keluar dari minder itu dan ketika saya pulang dari negeri Belanda pada tahun 1974 saya merasa mentas dari minder itu.
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. 1 Yohanes 4:4
Sekarang saya merdeka. Tetapi itu adalah cara yang lambat sekali, keluar dari kuk perhambaan melalui pergumulan dan perjuangan bertahun-tahun dan pertumbuhan rohani yang lama. Setelah saya menerima urapan Roh Kudus dari Ev. Charles Doss tahun 1986, saya kemudian masuk kedalam pelayanan pelepasan pada tahun 1987 setelah kedatangan Pdt. Win Worley dari Amerika. Pada suatu hari Ibu Esther Carolina mengajak saya dan team Revival mengadakan seminar inner healing di Pasar Baru Jakarta selama tiga hari. Pada hari pertama, setelah Ibu Esther mengisi session pertama, lalu waktu jeda, saya menghampiri anak muda berkaca mata tebal yang menjaga overhead projector. Saya meminta ia memindahkan OHP itu keatas panggung agar nanti saya sambil berkhotbah sambil menggambar sesuatu diatas transparan. Ia mengangguk dan melotot saja kepada saya. Ketika saya pergi kebelakang ruangan untuk minum dan menikmati snack, saya lihat dari jauh yang memindahkan OHP adalah dua orang anak perempuan, bukan anak laki-laki itu, ia duduk saja di kursinya. Tak lama kemudian seorang anak muda lain datang kepada saya dan berkata: “Pak bolehkah bapak mendoakan teman saya, ia menderita minder yang hebat.” Lalu saya bertanya: “Yang mana orangnya ?” Dia bilang: ”Itu pak, yang jaga OHP” Oh, pantas dia suruh teman wanitanya yang angkat OHP keatas panggung. Saya datang kepadanya dan langsung saya berkata: “Teman Anda bilang Anda perlu didoakan urusan minder!” Ia melotot saja menatap saya tanpa bersuara. Saya langsung ajak dia berdoa, saya letakkan tangan di kepalanya dan berdoa: “Dalam Nama Yesus aku memerintahkan kau roh minder keluar dari anak muda ini. Aku kenal engkau baik sekali, sekarang keluar!” Anak muda itu segera mual dan mau muntah. Tiba-tiba saya sadar, gedung itu milik sebuah yayasan yang penasihatnya adalah seorang hamba Tuhan yang tidak suka pelayanan pelepasan. Jadi kalau terjadi pelepasan sekarang ada kemungkinan besok tak boleh pakai gedung itu lagi. Saya cepat-cepat bertindak dengan berkata: ”Dalam Nama Tuhan Yesus aku larang engkau keluar sekarang, aku tutup pintu keluarnya dan engkau boleh keluar nanti kalau ia pulang sepanjang jalan sampai kerumahnya!” Anak muda ini menjadi tenang kembali. Lalu saya bilang kepadanya: ”Besok ada pelayanan pelepasan di gedung pertemuan di Jl. Sangaji, saya harap Anda besok datang jam 9.00 pagi, nanti saya doakan di sana.” Dia hanya mengangguk. Keesokan harinya pelayanan pribadi terjadi urapan dengan kuat sekali tapi sampai selesai pk. 13.00 siang, anak muda itu tak muncul juga. Malam harinya, seperti kemarin saya pergi kepada anak muda itu waktu jeda, dan meminta ia memindahkan OHP keatas panggung. Saya bertanya kepadanya: “Kenapa Anda tak muncul di Sangaji tadi pagi?” Kali ini ia menjawab saya: “Kemarin malam dalam perjalanan pulang, saya muntah-muntah terus sepanjang jalan sampai kerumah, Pak” “Oh, jadi Anda sudah bebas sekarang?” Ia menjawab lagi “Iyah, Pak” dan langsung ia bertindak, dibantu seorang teman wanitanya ia mengangkat OHP keatas, menyetel letaknya dan mengatur posisi layarnya. Setelah selesai ia tak segera turun dari panggung. Tapi dari belakang saya melihat ia mondar-mandir tiga atau empat kali diatas panggung sambil memandang kearah jemaat. Mula-mula saya heran melihat tingkahnya itu, tapi lama kelamaan saya sadar, rupanya ia sedang testing keberaniannya.
Banyak kali saya didatangi orang yang gagal dalam business-nya karena tertimpa kuk hutang dan kutuk kegagalan. Sering kegagalan hidup diakibatkan oleh dosa pengguguran anak. Ada kutuk pengguguran bayi, ada kutuk hutang. Dengan meminta ampun akan dosanya maka kuk itu dipatahkan dengan urapan dengan cepat. Tak lama kemudian orang-orang itu balik kepada saya dan menawarkan dukungan finansial untuk pelayanan saya, karena mereka sudah diberkati melimpah-limpah !
Nah, Anda mengerti sekarang bedanya berjuang dan dimerdekakan oleh urapan ?
V. Memperoleh Urapan
Selama Tuhan Yesus di atas bumi dahulu, tiga tahun setengah lamanya Ia mendidik murid-murid. Salah satu pelajaran penting yang diajarkan-Nya adalah kuasa dalam perkataan. Anda boleh berkata kepada gunung untuk pindah kedalam laut, atau berkata kepada pohon agar tercampak ke laut atau agar angin dan badai diam, atau kepada orang mati agar bangkit atau agar setan-setan enyah dari seseorang atau dari suatu tempat, atau berkata kepada penyakit agar pergi dan orang sakit itu menjadi sehat, asal tidak bimbang apa yang Anda ucapkan akan terjadi, itu semua akan terjadi. Jadi Tuhan Yesus datang untuk mengajar manusia mempercayai perkataannya sendiri. Ia bukan datang dari sorga untuk mengajar agar manusia berdoa saja kepada Tuhan dan nanti kalau sesuai dengan kehendak Allah itu baru terjadi, TIDAK! Tapi ia mengajar manusia kembali mempercayai perkataannya sendiri, maka apapun akan terjadi menurut KEINGINANMU!
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Markus 11:23-24
Namun karena sejarah manusia yang telah amat lama dikuasai kutuk di dalam pikirannya, mempercayai perkataan sendiri itupun sukar sekali. Bimbang dan keragu-raguan amat menguasai manusia. Terutama disebabkan karena kesadaran akan dosa-dosanya. Lagi pula stastus manusia berdosa ini menyadarkan ia akan kelemahan-kelemahannya sendiri terus menerus. Itu sebabnya Yesus memutuskan untuk tidak hanya membayar dosa Anda dengan Darah Anak Domba Allah di Golgota tapi juga menjanjikan Roh Kudus kepada orang percaya. Bila orang percaya ini mau membuka hati untuk Tuhan Yesus, Roh Kudus diberikan sekaligus dan boleh memenuhi orang itu lalu Ia memindahkan Anda dari dunia materi ini masuk kedalam Kerajaan Allah dan Anda disucikan, dibebaskan dari kutuk-kutuk didalam pikiran Anda, dari ikatan-ikatan duniawi ini, lalu didudukkan di sebelah kanan Allah Bapa. Dengan cara ini, Anda dilepaskan dari kebim-bangan terhadap perkataan Anda sendiri.
Ada tiga macam perkataan yang keluar dari mulut seseorang, yaitu: Perkataan negatif; Perkataan yang sia-sia; Perkataan yang membangun di dalam Kerajaan Allah. Kalau kita ikut Tuhan Yesus, kita harus membuang perkataan yang negatif dan yang sia-sia. Selanjutnya, kita sekarang harus mulai membiasakan hidup kita untuk berkata-kata dalam perkataan-perkataan dari Firman Allah yang membangun orang lain, dan mulai bertumbuh di dalam perkataan yang disertai dengan kuasa. Hal itu tak terlalu sukar kalau Anda menyadari bahwa Anda telah pindah daerah tempat tinggal, tidak di dunia lagi tapi duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Kuasa dalam perkataan Anda akan meningkat. Urapan yang menyertai perkataan akan bertambah-tambah. Pengakuan iman tentang kuasa di mulut Anda akan menumbuhkan urapan di mulut Anda.
Saya sering berkata-kata sendiri didepan kaca ketika sedang menyisir rambut: “Aku bersyukur Tuhan, bahwa tiap perkataan yang kuucapkan selalu terjadi!” Saya mengulang-ulang tiap hari dan apa yang terjadi? Urapan mulai meningkat, kebimbangan makin menurun dan saya mendoakan orang-orang sakit semakin cepat sembuh! Kadang-kadang orang sakit sembuh sendiri sementara ia berdiri menceriterakan penyakitnya pada saya. Saya tinggal memberi tahu dia: “Anda sudah sembuh! Coba sekarang test, lakukanlah apa yang tadinya belum bisa Anda lakukan. Bahkan suatu saat, tanpa kata-kata, urapanpun dapat memancar keluar. Ini yang harus kita kerjakan setiap hari. Urapan membuat tiap perkataan Anda terjadi dengan segera. Tidak cukup di suatu saat kita berkata sesuatu langsung terjadi, sedang di tempat lain tak terjadi apa-apa. Urapan harus stabil dan terus menerus berhasil. Ada satu tingkat di mana Tuhan Yesus tidak berkata-kata, tetapi orang sembuh dan kuknya terlepas hanya karena ia mendekat kepada-Nya atau orang menjamah ujung jubah-Nya saja. Ada kata-kata kalau diucapkan membuat hati menjadi padam, kecewa dan dingin. Tetapi ada kata-kata seperti yang diucapkan oleh Tuhan Yesus yang membuat hati menjadi menyala-nyala dan mendidih. Perhatikanlah cara Anda berkata-kata dengan orang lain. Orang yang mengikut Tuhan Yesus akan memancarkan terang, ia tidak membuat orang mati terbakar atau beku kedinginan karena tertolak atau luka batin, tapi ia akan membuat orang berkobar-kobar dalam semangat hidupnya dan rajin mengeluarkan buah pertobatan, buah roh dan buah pelayanan sampai Tuhan Yesus datang !
VI. Kebenaran Atau Menghakimi? 
Ada sebuah prinsip di dalam pelayanan, yaitu bila orang tidak meminta untuk dilayani, lebih baik Anda jangan menyodorkan diri untuk melayaninya karena Anda akan dituduh menghakimi atau menilai orang lain. Biarlah ia ditegur dan diinsyafkan oleh Roh Kudus, karena di dalam diri Anda memancar terang. Yang penting di dunia ini Anda benar dan terangmu itu pasti akan memancar terus. Terang itu sendiri memancar dari diri Anda dan mengusir kegelapan yang menutupi pikiran orang yang didekat Anda Banyak kali kita berpikir bahwa kitalah yang harus berkata-kata, kitalah yang harus menginsyafkan orang. Itu ada waktunya sendiri. Tidak harus setiap orang yang berdekatan dengan kita langsung dikorek kelemahannya. Bicara saja yang benar, pancarkan kebenaran, dan apa yang benar itu akan menyebabkan orang itu tiba-tiba merasa terlepas.
Perkataan yang disertai dengan urapan dapat membakar hati seseorang dan menghidupkan jiwanya. Tuhan Yesus mengatakan: Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain." Markus. 9: 49-50
Yang dimaksud dengan garam di sini adalah urapan. Garam dapat mencegah atau menghentikan pembusukan. Bahkan garam dipakai dalam hal-hal tertentu untuk penyembuhan. Yang memberi garam adalah Tuhan Yesus. Ini merupakan perjanjian garam di jaman Perjanjian Baru.
Setiap kuk akan dipatahkan oleh urapan, ini adalah suatu prinsip. Dari dahulu manusia mencoba mematahkan kuk yang membuat manusia menanggung beban berat karena bumi terkena kutuk. Dengan peluhnya manusia berusaha mengatasi kutuk ini. Karena manusia tak suka berkeringat maka mereka mau tak mau harus mengembangkan pengetahuan hal baik dan jahat yang mulai menguasai mereka karena Adam memakan buah pengetahuan baik dan jahat. Artinya mereka mau tak mau harus mengandalkan pikiran mereka untuk mengerti seluk beluk penderitaan didunia termasuk sakit-penyakit, masalah kemiskinan dan sebagainya. Ketika sakit penyakit menyerang manusia, mereka putar otak lagi untuk mencari obat-obatan untuk menyembuhkannya. Walaupun bukan dengan urapan, usaha manusia ini mungkin bisa, tapi tidak akan sempurna.
VII. Pikiran Taurat Adalah Perbudakan
Kalau setiap kuk dipatahkan dengan urapan, Anda akan menikmati anugerah dan pemeliharaan Allah. Orang beriman hidup karena imannya, bukan karena keringatnya. Kalau Anda bekerja juga, Anda bekerja bukan untuk mencari uang, melainkan untuk melayani Allah. Pekerjaan bisa dipakai oleh Allah untuk menjadi sarana komunikasi dengan sesama manusia. Pekerjaan tersebut bisa dipakai untuk menyatakan kemuliaan Allah. Orang yang menyadari bahwa ia hidup karena dipelihara oleh Allah, bukan karena gaji, maka berkat Allah mengalir di luar ukuran gajinya. Kalau pikiran Anda berkata, “Aku ini tidak makan dari gaji, tetapi aku makan karena diberkati oleh Allah”, maka Allah akan melengkapi anda dengan anugerah-Nya. Jadi Anda harus hati-hati sekali menjaga pikiranmu. Janganlah Anda menjadi budaknya sistem dunia ini, tapi Andalah yang menjadi tuannya sistem ini. Anda dilahirkan baru untuk menjadi tuan di bumi ini. Apabila Anda melayani, janganlah memiliki pikiran seperti berikut, “Karena aku melayani, maka aku mendapat bagian persembahan dari pelayananku.” Pikiran tersebut adalah pikiran yang terkutuk pula, sebab Tuhan berkata, “Engkau mendapat cuma-cuma, maka engkau harus berikan secara cuma-cuma pula.” Ini adalah dasar pelayanan kita. Pikiran-pikiran yang terkutuklah yang membuat Anda berjuang atau bergumul. Pikiran “Kalau saya bekerja saya memperoleh upah” adalah pikiran budak, yaitu orang-orang yang masih hidup dibawah pikiran Taurat. Yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak berpikir begitu, melainkan “Aku kerja atau tidak bekerja aku tetap dipelihara oleh kasih karunia Allah.” Tuhan Yesus ingin Anda hidup sungguh-sungguh merdeka, itu sebabnya ia mati di atas kayu salib. Bila Anda mengerti penebusan Tuhan Yesus ini, diperlukan waktu lagi untuk anda “mencamkan” kebenaran itu kedalam seluruh jiwa anda, baru akan terjadi menurut kebenaran itu. Kadang-kadang kita hanya mengerti akan suatu kebenaran, tetapi jiwa kita belum memberi respon pada kebenaran tersebut. Pengakuanmulah yang memerdekakan Anda.
VIII. Upah Pekerjaan Anda
Kalau kita bekerja di ladangNya Allah, ketahuilah Ia menggaji Anda bukan menurut jumlah banyaknya pekerjaan yang Anda lakukan, tetapi upahnya adalah memerintah di dalam kerajaan seribu tahun. Tahu tidak jika kita melayani sekarang didunia ini bukan supaya anda memperoleh berkat. Berkat sudah terlanjur diberikan kepada anda sejak Yesus dibangkitkan dan naik ke surga dua ribu tahun yang lalu. Jadi anda melayani Tuhan atau tidak, Anda telah diberkati kalau saja anda mengakui bahwa berkat-Nya telah diberikan.
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Efesus 1: 3
Jadi untuk apa kita bekerja di ladangnya Tuhan sekarang? Ketahuilah, sebenarnya ini adalah anugerah Allah bagi Anda, bahwa Anda diberi kesempatan untuk bekerja di ladang-Nya. Kita memenangkan jiwa untuk membangun kerajaan kita sendiri di kerajaan 1.000 tahun nanti. Besar kecilnya kerajaan yang diserahkan dibawah pemerintahan kita tergantung dari kerajinan kita di dalam memenangkan jiwa di dunia ini. Dalam perumpamaan uang mina, Tuhan digambarkan sebagai tuan yang membagi mina seorang satu kepada hamba-hambanya. Mina itu berbicara tentang Roh Kudus yang diterima setiap orang percaya, masing-masing satu Roh yang sama. Bila ia memenangkan jiwa orang lain dan orang itu buka hati untuk Tuhan Yesus, ia menerima satu mina juga. Jadi nanti setiap orang yang memberitakan Injil akan membawa orang-orang yang dilayaninya sebagai persembahan didepan Tuhan. Mereka adalah mina-mina baru hasil dari satu mina yang ada didalam diri anda.
Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Lukas 19: 17
Kalau Anda memenangkan jiwa, ternyata pekerjaan itu untuk kemuliaan kita sendiri. Sebenarnya hal-hal yang di alam roh itu lebih berharga dari yang ada di alam materi. Yang ada di alam materi bisa dilenyapkan, sedangkan yang di alam roh tidak bisa dilenyapkan. Yang di alam roh mudah dijelmakan di alam materi, yaitu dengan perkataan. Perkara materi ini adalah perkara yang gampang, alam roh lebih riil dari alam materi. Tapi kadang-kadang alam roh tidak menjadi riil bagi seseorang ketika sedang menghadapi masalah, sebab cara mengatasi masalahnya keliru.
Apabila Anda mulai melangkah dengan menggunakan akal, Anda akan jatuh kembali ke dalam kutuk. Kalau Anda berjalan dalam roh, apa yang Anda ucapkan akan terjadi. Pada prinsipnya, segala macam masalah yang kita hadapi di dalam dunia ini, pemecahannya harus dengan urapan. Urapan itu memancar dari mulut Anda. Perkataan yang negatif menghasikan lebih banyak masalah, perkataan yang benar akan mengubah keadaan yang salah menjadi benar. Tentu saja, yang namanya urapan itu bermacam-macam manifestasinya. Setiap masalah selalu ada urapan yang tepat untuk me-ngatasinya. Orang yang kena kutuk kemiskinan perlu ditolong oleh orang yang mempunyai urapan berkat. Orang sakit perlu ditolong oleh hamba Tuhan yang punya urapan kesembuhan. Orang luka batin perlu ditangani oleh hamba Tuhan yang memiliki urapan marifat dan sebagainya. Orang yang takut segala hal, termasuk takut memberitakan Injil, perlu urapan gempa untuk membuatnya berani. Orang yang mati muda perlu hamba Tuhan yang punya urapan mujizat untuk membangkitkan orang mati itu.
Semua perintah yang ada dalam Perjanjian Baru lebih tinggi standard-nya dari Perjanjian Lama. Kita tidak dapat melakukan perintah-perintah-Nya dengan mengandalkan kemampuan kita sendiri atau dengan buah pengetahuan hal baik dan jahat kita, tapi kita dapat mengerjakan perintah-perintah itu juga karena Tuhan memberi urapan kepada kita untuk membuat kita mampu melakukan perintah-perintahnya yang bercorak supranatural di zaman anugerah ini. Amin.