Oleh : Pnt. Andereas Samudera
Saya ingin membahas suatu pokok yang dalam bahasa Inggris dikatakan companionship atau persahabatan. Tuhan Allah berfirman di Kejadian 2: 18 "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Ternyata Allah sendiri yang berpikir bahwa manusia itu perlu teman, menurut-Nya tidaklah baik manusia itu seorang diri. Adam yang dijadikan dari semula oleh Allah dari tanah, lalu diberikan nyawa atau nafas kehidupan, dia hidup sebagaimana dia diciptakan oleh Allah. Adam merasa puas dengan apa yang ada padanya. Dia melakukan semua perintah Tuhan dengan taat, tidak ada permasalahan, tapi Tuhan sendiri yang berpikir,"tidak baik kalau sendirian."
Sebelum Tuhan membuat teman untuk Adam, Adam harus terlebih dahulu mempunyai keinginan untuk punya seorang teman. Tapi masalahnya Adam tidak punya keinginan untuk itu, dia merasa puas dengan apa yang ada, dia tidak terlalu pusing ada teman atau tidak. Itu sebabnya Tuhan harus mencipta terlebih dahulu keinginan untuk mempunyai teman di dalam diri Adam. Bagaimana caranya? Dengan membuka satu bagian dari imajinasi Adam, dibentuk suatu kebutuhan atau keinginan dari Adam. Caranya, terlebih dahulu Tuhan menciptakan binatang dengan berpasang-pasang dan Adam diperintahkan untuk memberi nama satu persatu kepada binatang-binatang itu. Kemudian Adam mulai berpikir: kok aneh, semua binatang ini selalu punya teman, rupanya mereka lebih akrab dan ada sukacita. Pikiran itu mulai muncul dalam imajinasi Adam hingga rencana Allah mulai dapat dijalankan. Karena timbul kerinduan ingin punya teman, maka Tuhan mendatangkan tidur yang lelap kepada Adam, selanjutnya Tuhanlah yang berperan. Dia buat teman bagi Adam yang diambil dari salah satu tulang rusuk Adam, dibangun-Nyalah seorang perempuan, seorang penolong yang sepadan, yaitu Hawa. Ternyata Allah sendiri yang membentuk suatu kerinduan di dalam hati manusia untuk punya teman atau seorang yang dapat diajak berbicara, berpikir bersama-sama, bekerja bersama dan saling menolong. Kenyataan ini berlangsung terus dari zaman Adam sampai dengan hari ini.
Pengkhotbah 4: 9-12 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang akan mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkat-nya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.
Berdua lebih baik daripada seorang diri. Memang seorang diri itu baik, tapi berdua lebih baik. Kalau seorang jatuh maka yang lain bisa mengangkat. Celakalah orang yang jatuh dan tidak ada yang menolong. Jika orang tidur berdua, mereka bisa saling menghangatkan, tetapi kalau sendirian saja bisa membeku sendiri. Saya akan memberikan suatu ilustrasi: Beberapa orang sedang berjalan di suatu daerah yang penuh salju, lalu ada seorang yang jatuh di pinggir jalan karena kelelahan, dia merintih-rintih minta pertolongan. Ada seorang lewat di tempat itu, kondisinya juga lelah. Saat ia lihat orang yang jatuh itu dia berpikir, "Bagaimana aku bisa menolong?" Aku sendiri juga lelah untuk berjalan di tengah-tengah salju yang luas ini, "Maaf teman, saya tidak bisa menolong engkau, aku sendiri juga lelah." Lalu dia pergi berjalan terus. Tepat di belakangnya, ada seorang lain yang sedang berjalan, dia juga lelah. Ketika dia lihat ada orang yang jatuh di pinggir jalan itu, hatinya iba, dia bergumul dan berpikir, "Apa yang harus aku lakukan? Aku sendiri lelah, apa aku harus gendong dia? Kalau aku gendong, maka tenagaku terbagi untuk mengangkat dia, tapi kalau aku biarkan dia sendiri, maka dia akan mati di situ." Akhirnya dia memutuskan: apapun yang terjadi, aku tak bisa biarkan orang itu celaka di situ. Bagaimana nanti saja, apa aku bisa mencapai desa terdekat atau tidak. Yang pasti ini merupakan kewajiban dan tanggung jawabku untuk menolong orang itu. Lalu dia panggul orang itu, dengan susah-payah, dia berjalan terus dengan badan setengah diseret. Apa yang terjadi? Setelah beberapa ratus langkah lagi menuju desa terdekat, dia melihat orang yang tadi berjalan di depannya sudah terkapar mati kaku di pinggir jalan, karena kedinginan, sementara dia harus terus berjalan bersama orang yang di panggul dibahunya. Karena dia menggendong seseorang, tubuh mereka saling menghangatkan dan hangat itu membuat mereka terus hidup dan berhasil sampai ke desa sehingga mereka berdua dapat tertolong. Mungkin cerita ini merupakan suatu ilustrasi yang baik untuk menjelaskan keadaan ini. Bilamana seorang dapat dikalahkan, maka dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah putus, karena mereka saling menopang.
1. PERNIKAHAN
Yang namanya companionship atau persahabatan mempunyai macam-macam bentuk. Memang bentuk yang pertama kali yang diberikan oleh Allah kepada manusia, adalah pernikahan atau marriage. Adam diberi teman sejodoh yaitu Hawa dan mereka menjadi pasangan. Dari pasangan inilah Allah menginginkan suatu keturunan. Ikatan persahabatan antara Adam dan Hawa mencapai perkara-perkara yang lebih jauh, tidak hanya Adam mendapat teman, tetapi lebih dari persahabatan itu adalah, memperoleh keturunan. Sesungguhnya, yang namanya companionship itu tidak selalu berbentuk pernikahan.
Matius 19: 10-12 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."
Sesudah Tuhan Yesus membahas tentang perceraian, akhirnya murid-murid memperoleh ke-simpulan. Kalau begitu tidak ada gunanya orang menikah, karena hanya akan membuat masalah. Kalau orang hidup sendirian, maka dia akan merasa tidak enak dan dia pasti akan mencari teman, mereka akan meniru yang lain karena yang lain menikah. Mereka pikir, bahwa kalau bisa menikah itu enak. Tetapi bagi orang yang sudah terlanjur menikah lama kelamaan menyesal juga, (umumnya ini terjadi bagi mereka yang telah menikah lebih dari lima tahun), dikarenakan oleh banyaknya masalah yang timbul. Alkitab ternyata sudah lebih dahulu menyatakan hal ini, melalui murid-murid Tuhan. Rupanya mereka mendapat semacam pewahyuan atau pernyataan dari Allah, dan pada akhirnya mereka dapat membuat suatu kesimpulan. Pernyataan ini bukanlah suatu hal yang sinis, tetapi suatu pernyataan dari Allah. Walaupun tidak semua dari mereka pernah mengalami pernikahan, tapi Tuhan Yesus menjawab: "Pikiran seperti itu tidak semua orang bisa mengerti. hanya mereka yang dikaruniai saja yang mampu mengerti!" Dan ternyata murid-murid itu dikaruniai pengertian itu sehingga mereka dapat mengerti bahwa pernikahan itu tidak ada gunanya. Kalau seorang tidak diberi pengertian oleh Allah, dia tidak akan memahami pernyataan seperti itu. Memang di dunia ini tidak semua orang harus menikah, sebab ada orang yang tidak bisa kawin sejak lahir, karena tubuhnya cacat, mempunyai kelainan atau memang dinazarkan oleh orang-tuanya untuk menjadi nazir Allah sejak kecil. Allah menghendaki dia tidak kawin. Contohnya, seumur hidupnya Yohanes Pembaptis tidak kawin, karena sejak dari rahim ibunya sudah dinazarkan. Tuhan Yesus juga tidak. Kurang jelas dengan Paulus, dia pernah kawin atau tidak. Ada yang bilang, mungkin Paulus pernah menikah, mengingat betapa dalam pengertiannya tentang pernikahan. Mungkin juga tidak pernah menikah sama sekali.
Ada orang yang tidak dapat kawin, karena memang dia dilahirkan demikian sejak dari rahim ibunya, mungkin juga karena cacat tertentu atau memang tidak memiliki kemampuan untuk menjadi seorang suami atau menjadi seorang isteri. Ada juga orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, misalnya anak Yefta, seorang anak yang kena nazar bapaknya. Ketika Yefta pulang dari perang dengan kemenangan,tapi sebelumnya dia bernazar: Hakim-Hakim 11: 30-40: "Apa saja yang aku jumpai pertama kali kalau aku sampai kerumahku akan kupersembahkan kepada-Mu."
Ternyata orang yang pertama kali keluar menyambutnya adalah anak perempuannya sendiri. Ada juga yang dijadikan kasim atau orang kebiri, yaitu orang yang melayani di istana raja karena tugasnya mengurus harem-harem. Zaman dulu seorang raja punya banyak isteri, supaya tidak diganggu oleh para penjaga, maka penjaga harem dibuat tak bisa kawin. Kondisi ini dibuat oleh orang lain.
Ada orang yang membuat dirinya demikian, karena kemauannya sendiri, oleh karena Kerajaan Sorga. Orang-orang tertentu tidak mau kawin, karena mengingat tugas dari pelayanannya membutuhkan penyerahan, lebih banyak waktu dan konsentrasi. Memang ada orang yang demikian, betapapun Anda tidak dapat mengerti, tapi Firman Allah mengatakan bahwa ada orang yang demikian untuk Kerajaan Allah, yakni bahwa dia rela tidak menikah demi Kerajaan Sorga. Dalam Kerajaan Allah memang ada kenyataan-kenyataan seperti itu, jadi pengertian companionship itu jangan selalu diartikan bahwa seseorang harus menikah. Memang menjadi suatu kebutuhan besar dalam setiap orang, yaitu membutuhkan companion, tapi tidak selalu bentuknya harus menikah. Dan hal ini perlu Anda mengerti, supaya anda bisa mengetahui dorongan-dorongan yang ada dalam hati Anda. Apa yang mendorong Anda, apa yang membuat anda gelisah, apa yang anda butuhkan, hal apa yang ingin dipuaskan, mungkinkah itu kebutuhan companion? Apakah companionship itu?
Suatu persahabatan antara dua orang atau lebih, di mana Anda bisa berbicara dengan bahasa yang sama dan cara berpikir yang sama, mempunyai arah yang sama, mencapai pekerjaan-pekerjaan yang sama, saling bantu, saling menolong, bukan saling menjatuhkan, bukan saling mengganggu dan melukai, tetapi dengan rela saling menghibur dan saling menguatkan. Banyak perkara yang harus dicapai dalam kehidupan ini, karena Anda tidak mampu mencapainya seorang diri, maka Anda membutuhkan seseorang yang menemani Anda. Banyak orang yang dalam keadaan kesepian lalu berpikir, "Sebaiknya aku kawin saja, kawin dengan siapa sajalah. Kalau ada orang yang mau dengan aku, maka aku kasih semua harta kekayaanku asal ada orang yang mau kawin dengan aku." Seolah-olah perkawinan itu merupakan Way-Out untuk membunuh perasaan kesepian. Jikalau orang seperti itu berhasil kawin, maka orang yang menjadi suami atau isterinya itu adalah orang yang paling malang di dunia. Menjadi tempat pelarian, karena sekedar untuk pelampiasan supaya tidak kesepian. Dorongan-dorongan seperti ini seringkali tidak terkendali dan sering membuat orang itu menderita sekali. Saya ingin menceritakan bahwa, ada bentuk-bentuk lain di mana orang memperoleh apa yang dibutuhkan dalam jiwanya.
Kehausan adanya companion itu ada dan Tuhanlah yang menciptakan keinginan itu di dalam diri setiap orang. Manusia itu dikatakan sebagai makluk sosial, kalau sendirian dia tidak betah, dia ingin berkumpul dan mempunyai banyak teman. Apabila sudah punya teman, dia ingin mempunyai companion. Teman dan companion itu berbeda, karena teman dapat didapat di mana saja tapi companion harus mempunyai kesatuan hati dan cara berpikir. Memang hal ini tidak mudah. Bahkan bagi orang-orang yang sudah menikah terkadang mereka pun tidak menemukan companion dalam diri pasangannya. Seringkali seorang pria menikah dengan seorang wanita yang cantik, ramah dan bertubuh langsing. Tetapi kalau wanita itu diajak ngomong seperti boneka saja. Ini bukan companion namanya, karena perempuan ini tidak bisa mengerti isi pikiran, kehausan, kerinduan dan aspirasi dari pasangannya.
2. PARENTHOOD
Companionship itu lebih daripada hanya pernikahan. Ada bentuk lain sesudah seseorang menikah, yaitu hubungan antara orang tua dan anak. Pada mulanya, Adam dan Hawa senang berdua saja, tapi sesudah mereka menikah sekian lama maka lahirlah anak, lalu mereka menikmati sesuatu yang baru. Ternyata mereka tidak hanya berdua tapi ada yang ke-tiga dan hal itu membuat hidup mereka menjadi semarak. Ada sesuatu yang membuat mereka merasa puas menjadi orang tua, sebab kasih mereka dapat dicurahkan pada makhluk yang kecil ini. Ada yang perlu dilindungi dan dijaga oleh mereka, karena sesungguhnya Adam dan Hawa tidak pernah merasakan menjadi anak-anak, sebab begitu mereka tercipta langsung jadi besar. Ketika mereka melihat, "Eh..., ada manusia seperti kami, tapi dalam bentuk miniatur yang perlu dilindungi. Kalau saya memang enak dilindungi oleh Allah, tapi sekarang ada seorang bayi yang perlu saya berikan perlindungan. Saya sekarang bisa membayangkan, bagaimana perasaan dari Allah Bapa saat melindungi saya. Sekarang saya bisa berpikir seperti ini, dulu tidak bisa." Memang Allah ingin melindungi Anda dan saya seperti anak-Nya. Sekarang anda bisa membayangkan, kalau anda menjadi orang tua. Ada curahan kasih yang lain dari curahan kasih dalam pernikahan tadi. Menjadi seorang bapak atau ibu merupakan suatu pengalaman yang luar biasa yang merubah cara berpikir kita. Bagi gadis-gadis yang belum menikah, seringkali mereka mempunyai masalah yang kompleks, hingga membuat mereka menderita, jadi pemalu dan penakut, takut diganggu orang. Saat mereka menikah, mereka mempunyai tempat untuk berlindung, yaitu suaminya dan tidak menjadi pemalu lagi. Ketika mereka mengandung, perasaannya semakin mantap menjadi seorang ibu dan perasaan malu itu akan hilang dengan sendirinya.
Titus 1: 4 "Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau."
Diduga bahwa rasul Paulus memang tidak punya isteri dan anak. Tetapi di dalam diri Titus, seorang anak muda yang dilayani dan diasuh oleh Paulus, telah ditemukan sesuatu yang didambakan dalam jiwanya, sehingga dia mengangkat Titus menjadi anaknya. Rasul Paulus menulis di dalam suratnya, "Kepada Titus anakku yang sah menurut iman." Ada suatu kemegahan tersendiri bagi Paulus untuk menjadi seorang bapak, karena ia dapat mencurahkan kasih dan perhatiannya kepada anaknya. Bentuk hubungan ini adalah Parenthood. Di antara Anda banyak yang mungkin telah menikah, tetapi tidak memiliki anak, maka Anda dapat mengerti tentang hal ini. Karena ada kerinduan akan hadirnya seorang anak, mungkin mereka harus memungut anak dari rumah sakit. Itu merupakan dorongan untuk mendapatkan companion dalam hubungan orang tua dan anak/ parenthood, sebagai pemenuhan dari kebutuhan dalam hidup mereka. Dalam banyak kasus, memungut anak seperti ini selalu menghasilkan pusing kepala pada masa yang akan datang. Mengapa? Anak-anak adopsi biasanya adalah anak tertolak yang di dalam jiwa mereka ada penolakan yang besar karena dibuang oleh orang tuanya. Nanti bila mereka agak besar, anak-anak ini tingkah lakunya amat mengesalkan, pemberontak, mudah tersinggung dan sukar dikendalikan. Mereka memerlukan pelayanan kesembuhan batin yang intensif. Tentu saja ada perkecualian, ada juga anak-anak yang baik dan tahu diri, namun tidak banyak atau agak jarang Anda jumpai.
3. FRIENDSHIP
Friendship adalah bentuk lain dari companion, yaitu suatu persahabatan antara dua orang atau lebih. Ada bermacam-macam contoh, antara lain bentuk persahabatan antara Daud dan Yonatan.
I Samuel 18: 1-4 Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. Pada hari itu Saul membawa dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. Yonathan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.
Pada suatu saat Daud dipanggil ke istana untuk menghadap raja Saul, yang pada saat itu didampingi oleh Yonatan. Ketika Daud sedang berbicara dengan raja Saul, Yonatan memperhatikan Daud. Pada saat itu juga berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud dan Yonatan mengasihi Daud seperti jiwanya sendiri. Ada suatu ikatan batin yang terjalin secara luar biasa. Ada macam ikatan jiwa antara manusia dengan manusia, antara laki-laki dengan laki-laki, antara perempuan dan perempuan, antara perempuan dengan laki-laki, yang bentuk-nya bukan berupa suatu pernikahan. Ada ikatan jiwa yang begitu kuat, sehingga satu dengan yang lain saling mengasihi seperti mengasihi dirinya sendiri.
Saya percaya bila ada suami-isteri yang menikah di dalam kasih yang benar, akan terjadi suatu ikatan jiwa yang dalam. Tapi di luar pernikahan juga ada ikatan yang sama seperti ini: II Samuel 1: 26-27 Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib daripada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang! Daud melukiskan bahwa, hubungan antara dirinya dengan Yonatan begitu intim dan begitu dekat, sehati, sepikir, bahu-membahu, sehingga apa yang dipikir Daud langsung dipikir juga oleh Yonatan. Mungkin ada banyak orang yang menganggap companionship dalam bentuk pernikahan itulah yang paling intim dan yang paling indah, tetapi bagi Daud friendship dengan Yonatan jauh lebih indah.
Matius 26: 36-38 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
Pada saat-saat terakhir sebelum Tuhan Yesus ditangkap, Tuhan Yesus mengajak murid-murid-Nya pergi ke taman Getsemani dan Dia berkata kepada murid-murid-Nya, "Kamu sekalian berdoalah di sini." Kemudian Dia menunjuk dan mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk mendampingi-Nya. Mereka diajak ke tempat yang lebih sepi di taman Getsemani, di sanalah Tuhan Yesus mengalami pergumulan yang luar biasa. Dia merasakan semua perasaan kesepian yang pernah dialami oleh manusia di seluruh dunia. Ketika saya ada di Yerusalem, tour-guide membawa kami ke taman Getsemani. Di sana masih ada pohon-pohon zaitun yang tua sekali, mungkin pohon itu menjadi saksi pergumulan Tuhan Yesus dahulu, dan di sana tour-guide kami berbicara dan saya yang menerjemahkannya. Ia berkata: "Tempat ini adalah tempat yang paling sentimentil dari seluruh dunia yang pernah dikunjungi manusia, sebab di sinilah Tuhan kita menghadapi saat-saat yang sangat berat. Dia merasakan semua perasaan yang dialami oleh semua orang, yaitu perasaan kesepian. Ia seorang diri menghadapi kematian-Nya, walaupun ada murid-murid yang mendampingi Dia, tapi murid-murid-Nya itu tertidur, sedangkan Yesus harus bergumul menghadapi maut seorang diri." Ketika tour-guide itu berkata demikian, saya berhenti, tidak bisa menerjemahkan, karena hati saya tersentuh dan saya menangis. Tiba-tiba saja saya mengerti bahwa Tuhan Yesus pernah mengalami semua perasaan kesepian yang pernah saya alami. Tuhan Yesus berada di tempat di mana saya merasa sendirian, di mana orang lain tidak ada yang mengerti perasaan saya. Pada saat-saat seperti itu Yesus adalah manusia yang membutuhkan teman. Dari dua belas orang murid, satu orang menjadi seorang pengkhianat, tapi pada saat seperti ini Yesus hanya mau ditemani oleh tiga orang murid-Nya, karena yang tiga orang ini selalu dekat dengan Yesus dan selalu bisa menangkap pikiran Yesus. Everybody needs a companion. Saya pernah konseling seseorang yang punya pergumulan di dalam masalahnya dan saya terangkan kepadanya bahwa setiap orang membutuhkan teman, lalu saya berdoa untuknya. Ketika orang ini keluar dari rumah saya, anjing saya melonjak-lonjak dan mengajaknya bermain. Even a dog needs a companion, anjing itu juga ingin dibelai dan diajak main-main.
Lukas 10: 38-42 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu; Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Dalam suatu perjalanan, Tuhan Yesus mampir di sebuah rumah dan saat itu yang menyambut Dia adalah Marta, bersama adiknya Maria. Maria ini tidak menyibukkan dirinya membantu Marta, tapi dia menemani Yesus, bahkan dia duduk di kaki Yesus sambil mendengarkan Tuhan Yesus bercerita. Hal ini membuat Marta menjadi iri kepada adiknya. Tetapi Tuhan Yesus berkomentar kepada Marta, bahwa Maria telah mengambil waktu dan tempat yang terbaik untuk menerima sesuatu yang rohani selagi kesempatan itu ada. Dari sisi Tuhan Yesus, Ia juga membutuhkan seseorang yang mau duduk dengan tekun mendengar Ia menceriterakan rahasia hati-Nya yang telah berabad-abad tersimpan, bahkan sebelum dunia dijadikan. Ia ingin didengar, dan Ia butuh pendengar! Ia punya banyak rahasia terpendam yang ingin diceriterakan-Nya pada sahabat-sahabatnya, yakni Anda dan saya, karena Ia ingin kita menceriterakannya kepada seluruh makhluk yang lain. Ia ingin Anda dan saya menjadi jurubicara pribadi-Nya terhadap sekalian ciptaan-Nya yang lain.
Efesus 3:8-11 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Tuhan Yesus bergaul dengan siapa saja, walau pada zaman itu sebenarnya tidak boleh laki-laki bergaul dengan perempuan. Tetapi Tuhan Yesus justru melakukannya. Ini seperti revolusi, semacam Women Liberation Revolution. Tuhan Yesus menganggap wanita dan pria itu sama saja, mempunyai kebutuhan untuk hubungan yang baik, yang intim, untuk kesempatan menyampaikan perkara-perkara yang sifatnya kudus dan rohani. Di beberapa negara tertentu, ada ajaran bahwa pria dan wanita tidak boleh bergaul intim apalagi di daerah sekitar tempat kelahiran Yesus. Sejak zaman dahulu sampai sekarang, bukan di Israel tetapi di daerah tetangganya, masih dipegang teguh tradisi bahwa perempuan dilarang bergaul dengan pria, karena mereka menganggap bahwa dunia ini penuh dengan roh perzinahan. Untuk mencegah terjadinya pelanggaran, maka para wanita dikurung di rumah dan jika seorang wanita hendak keluar, ia harus memakai baju kurung dengan tujuan agar tidak dilihat oleh mata para pria. Sebenarnya Firman Allah tidak menyuruh orang memakai cadar. Itu hanya akal-akalan dari manusia saja untuk menghindari perzinahan. Firman Allah mengatakan, jagai pikiranmu dan jangan menginginkan sesuatu yang bukan kepunyaanmu.
Tapi karena kelemahan manusia, maka terpaksa wanita diharuskan memakai cadar. Wanita memakai cadar bukan hanya diterapkan di Timur Tengah saja. Sejak zaman dahulu di negeri Tiongkok bahkan di Eropa wanita memakai cadar juga. Sekarang di dalam Kristus ada kemerdekaan roh oleh karena Injil yang memerdekakan, perempuan-perempuan di seluruh dunia tidak harus memakai cadar lagi. Memang bahaya perzinahan tetap ada, lalu bagaimana caranya terlepas dari roh perzinahan itu? Ada caranya, yaitu dengan cara pelepasan, diusir, ditengking sehingga pikiran orang itu menjadi bersih. Saya mau bersaksi, terus terang saya juga seperti manusia yang lain, dahulu dikuasai oleh pikiran-pikiran seperti itu. Tetapi sesudah mengikut Yesus, hal ini dapat dikendalikan, sesudah saya mengalami pelepasan, hal itu menjadi tidak terlalu rumit atau memusingkan lagi. Saya telah bersaksi kepada beberapa orang bahwa hal ini merupakan hal yang sangat indah: memiliki pikiran yang bebas dan bersih! Di dalam roh ada kemerdekaan seperti ini, sehingga kita mengerti sekarang bahwa hubungan antara Yesus dan Maria bukanlah sesuatu yang ganjil. Memang kita harus berhati-hati, dengan adanya kelompok Children of God yang ajarannya menabrak hubungan pria dan wanita ini seenaknya saja, dengan dalih bahwa di dalam kasih segala perkara boleh dilakukan, sampai terjadi penyesatan secara seksual. Pengakuan tentang kasih tanpa disertai dengan pengertian terhadap kerjanya roh-roh jahat, menjadi sangat berbahaya. Ada hubungan pria dan wanita yang tanpa memasuki pernikahan, tetapi tetap kudus. Seringkali saya harus konseling terhadap orang-orang yang mengalami kesulitan dalam hal ini. Ada seorang wanita yang sudah menikah didatangi seorang pemuda yang belum menikah dan jatuh cinta. Meski mereka tahu perbuatan mereka itu salah, tapi tidak bisa tahan dan selalu ingin bertemu, lalu saya katakan bahwa itu roh perzinahan. Roh perzinahan ini harus ditengking dan jangan dituruti. Kita tahu, seringkali setan-setan membuat kabur hubungan-hubungan yang sebenarnya indah. Companionship itu indah, tapi seringkali dirusak oleh eros atau jatuh cinta. Saya tidak setuju kalau seorang menikah karena jatuh cinta, karena jatuh cinta itu tidak tahu aturan dan itu bukan dari Allah, selalu dari setan. Orang Yunani punya dewa amor yang dibantu oleh anak-anak kecil bersayap yang namanya Cupido. Merekalah yang menembakkan panahnya kesana kemari hingga orang-orang jatuh cinta satu dengan yang lain tanpa memperdulikan hukum-hukum Allah tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Hubungan pernikahan tidak harus melalui jatuh cinta, tapi harus atas pimpinan Allah. Allahlah yang punya hak penuh menjodohkan Anak-anak-Nya, bukan dewa amor! Orang yang menikah karena jatuh cinta, sesewaktu dapat bercerai lagi karena cinta seperti itu tak berlangsung lama. Masing-masing pihak mudah kena sakit asmara lagi, bukan dengan pasangan yang dinikahinya melainkan dengan orang lain. Bila orang menikah karena Tuhan yang menyuruh mereka menikah, ada commitment (keterikatan) karena mengasihi Tuhan yang membuat seseorang mampu bertahan terhadap godaan asmara.
4. BROTHERHOOD
Hubungan yang ke-empat adalah Brotherhood yang berarti persaudaraan. Kisah Para Rasul 4: 3 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan segala kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
Ada suatu masa ketika gereja-gereja Tuhan mulai bertumbuh, dimana mereka saling melepaskan miliknya. Mereka tidak merasa dirinya perlu memiliki sesuatu, karena mereka sadar bahwa mereka hanya dimiliki oleh seseorang yaitu Yesus, sehingga mereka memandang harta benda itu bukanlah perkara yang berharga, maka mereka menjual harta miliknya. Ada yang menjual rumah, sawah dan kendaraan, lalu hasil penjualan harta itu dipakai menolong mereka yang berkekurangan, itulah Brotherhood. Ada suatu ikatan jiwa dan sehati dan mereka merasa berada dalam satu keluarga yang kudus, tidak ada sekat yang memisahkan mereka karena mereka saling terbuka.
Mereka hidup dalam kasih karunia terhadap satu sama lain yang melimpah-limpah. Sebenarnya hal ini sesuatu yang wajar, yang seharusnya dilakukan oleh semua orang Kristen. Sekarang ini, mungkin banyak orang Kristen saling menyapa Broer atau Zus, tapi pernyataan yang diucapkan dengan kenyataan yang terjadi sering berbeda. Ambil contoh, suatu persekutuan doa atau kelompok murid, adalah suatu keluarga. Jika apa saja yang ada pada seseorang boleh dilihat dan diketahui semua orang maka yang lain bisa membantu dan menolong. Tapi kalau di antara orang-orang di anggota ini masih banyak roh cemburu, iri, curiga, sentimen, sakit hati, tersinggung dan marah, maka tertutuplah pintu-pintu komunikasi dan tidak bisa terbuka satu sama lain. Jadi, walaupun Broer dan Zus berkumpul bersama-sama, kalau mereka tidak terbuka satu sama lain, companionship tidak pernah akan terbentuk. Kalau di dalam tubuh Kristus ada ikatan kasih yang membuat semua menjadi sehati dan sejiwa, iblis tidak pernah dapat masuk untuk mengacau persekutuan jemaat, dan jemaat akan mengalami kasih karunia Allah yang berlimpah-limpah.
5.PERSAHABATAN ALLAH DAN MANUSIA
Hubungan yang ke-lima adalah hubungan Allah dengan manusia.
Yakobus 2: 23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." Allah juga satu pribadi yang ingin mempunyai sahabat. Dari awalnya Allah tidak ingin sendiri juga, sebab itu dari dalam diri-Nya keluarlah Roh Kudus, keluarlah Yesus Kristus dan dari diri Allah keluarlah mahkluk-mahkluk roh yang lain, sehingga Allah Bapa disebut Bapa segala roh. Ia menciptakan makhluk-makhluk lain karena Allah ingin mempunyai sahabat-sahabat. Anda dan saya diciptakan untuk menjadi sahabat-sahabat Allah. Ketika semua manusia jatuh ke dalam dosa, Allah memiliki satu orang yang bernama Abraham untuk dijadikan sahabat-Nya, karena Abraham sangat percaya kepada Allah. Satu hal yang menjadi syarat suatu persahabatan adalah saling percaya. Anda bisa juga menjadi sahabat Allah, kalau anda juga mempercayai setiap perkataan-Nya.
Ulangan 34: 10 "Seperti Musa yang dikenal Tuhan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel."
Musa adalah seorang yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka. Ternyata Tuhan membentuk Musa dengan dipanggil, diasuh dan dididik sehingga Musa jadi mengerti jalan pikiran Allah, ini adalah suatu peristiwa yang jarang bisa dialami oleh manusia pada masa itu. Tapi kini terbukalah lebar kesempatan bagi semua orang yang mau percaya untuk menjadi sahabat-sahabatnya Allah.
Yohanes 15: 15 "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku."
Tuhan Yesus mengatakan, "Aku tidak lagi memanggil kamu hamba." Walaupun anda setiap kali berdoa pada Tuhan, "Tuhan hamba-Mu datang" tetapi Tuhan dalam pikiran-Nya berkata, bahwa hubungan kita bukanlah antara hamba dan tuan, tapi sebagai seorang sahabat. "Sebab Aku mau berbicara kepadamu, Aku mau beritahu segala yang ada dalam pikiran-Ku kepadamu." Perbedaan seorang sahabat dengan seorang hamba ialah: seorang hamba itu tidak tahu apa yang akan diperbuat tuannya, asal diperintah menurut, ya sudah, tapi kalau seorang sahabat dia harus tahu sedalam-dalamnya isi hati dari sahabatnya. Hal inilah yang dibutuhkan oleh Tuhan Yesus, Ia ingin mempunyai persahabatan dengan Anda. Allah sendiri merindukan companionship dengan orang yang beriman kepada-Nya. Saya tahu bahwa semua orang membutuhkan sahabat, tetapi Anda seringkali mengalami frustasi di dalam membina suatu persahabatan. Mungkin Anda mendekati seseorang untuk dijadikan sahabat, tetapi orang tersebut tidak mau menjadi sahabat anda. Anda sering merindukan persahabatan atau terluka ketika menjalin persahabatan, dan mengalami luka batin karenanya selama bertahun-tahun, bahkan mungkin pikiran anda menjadi kacau. Apabila seseorang telah mencari seorang sahabat sekian lama, tetapi tidak menemukannya, orang ini bisa menjadi stress bahkan bisa menjadi gila. Sebenarnya Anda boleh meminta pertolongan Tuhan, untuk mengatur dan memilihkan seseorang untuk menjadi sahabat anda.
Matius 18: 20 "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Terjemahan bahasa Inggrisnya berbunyi:
Matthew 18:20 NKJV "For where two or three are gathered together in My name, I am there in the midst of them." Dalam bahasa Inggris kalimat yang digunakan berbentuk kalimat pasif, yaitu "are gathered together"atau dikumpulkan bersama. Siapa yang mengumpulkannya? The Holy Spirit. Roh Kudus itu suka mengumpulkan orang, Ia suka menarik orang-orang datang bersekutu bersama-sama. Dengan ge-rakan Roh atau dorongan Roh mereka dikumpulkan dan apabila orang-orang yang dikumpulkan oleh Roh berkumpul bersama-sama mereka dapat menjadi sehati. Semua itu dapat terjadi kalau anda hidup di dalam Roh dan bersekutu dengan Yesus sungguh-sungguh dan berdoa: "Tuhan kumpulkan saya dengan orang-orang yang sehati, sepikir dan satu roh dalam suatu bidang pelayanan yang Anda rindukan." Anda akan melihat hasil yang luar biasa bersama orang-orang yang Allah pilih dan kumpulkan dalam pelayanan itu.
Matius 19: 6 "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Seringkali ayat ini dipakai oleh orang-orang yang mencari jodoh. Ayat ini tidak hanya untuk orang yang mencari jodoh saja tapi Allah mempersatukan orang-orang dalam bentuk-bentuk companionship yang lain. Dan kesehatian dalam doa membuat perkara-perkara besar dapat terjadi. Kesembuhan, mujizat-mujizat, kehadiran Allah dengan tanda-tanda ajaib-Nya dapat anda alami. Apabila anda rindu punya anak, berdoalah meminta anak, Ia akan memberikannya. Kalau Anda sendiri mandul tidak bisa punya anak, lalu Anda ingin punya anak di dalam roh, mengapa tidak berdoa seperti ini? "Bapa Sorgawi, saya menginginkan seorang anak di dalam roh yang boleh aku akui sebagai anakku." Mungkin Anda rindu mempunyai adik atau kakak atau orang tua, mintalah hal itu kepada Tuhan dengan iman dan Tuhan akan memberikan adik, kakak, orang tua di dalam roh dan kalau diberi janganlah heran, karena Allah mempersatukannya di dalam roh.
Yohanes 15: 13 Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Tuhan Yesus berkata, "Akulah sahabatmu." Karena Anda dan saya adalah sahabat-Nya, maka Dia rela memberikan nyawa-Nya untuk Anda dan saya. Tidak ada nilai persahabatan yang lebih indah daripada seorang yang rela mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk companion-nya. Jadi dalam persahabatan harus ada saling menopang, saling meneguhkan dan harus mengarahkan perjalanan Anda bersama Kristus lebih teguh lagi dan berjalan lebih jauh lagi untuk memuliakan nama Tuhan. Persahabatan adalah ciptaan Tuhan sendiri, bahkan Dia sendiri merindukan persahabatan dengan Anda. Pernikahan hanyalah salah satu bentuk persahabatan yang mendalam. Mereka yang tak menikah, dapat pula mengalami bentuk-bentuk persahabatan yang lain yang amat indah, asal Anda mau menghargainya. Apa yang Anda tidak miliki secara daging, Anda dapat memilikinya secara roh. Mintalah, maka kamu akan menerimanya. Amin.