Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Kamis, November 21, 2002

Pasangan Hidup

Oleh : Pnt. Dorcas Daud

Banyak orang tua dan anak-anak muda datang kepada saya, untuk berkonsultasi tentang pasangan hidup. Sebagai anak-anak Allah, mereka tidak mau salah mengambil keputusan dalam hal ini. Tapi ada juga yang frustasi karena sudah sekian lama hidup sendiri, sementara tulang rusuk (isteri) atau penudung (suami) tak kunjung diketemukan. Bahkan para orang tuapun banyak yang ikut pusing kalau lihat anaknya laki-laki juga anaknya perempuan sudah cukup usia namun belum menikah juga. Sebetulnya sebagai orang percaya kita tidak perlu khawatir tentang hal ini, sebab pasangan hidup setiap orang ada di tangan Tuhan. Dia sangat tahu perempuan ini tulang rusuknya siapa, dan pria itu penudungnya siapa. Bukankah dahulu Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan?

Kejadian 1: 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka ."

Menurut Kejadian 2:7, laki-laki diciptakan dari debu tanah, lalu Allah menghembuskan nafas hidup kedalam hidungnya hingga manusia itu jadi makhluk yang hidup. Sesudah itu Tuhan Allah membuat taman Eden di sebelah timur dan ditempatkan-Nyalah manusia yang diciptakan-Nya di taman itu. Lalu Allah tumbuhkan berbagai pohon dari bumi yang menarik dan baik untuk dimakan buahnya. Dan pohon kehidupan ditengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Tuhan Allah juga menciptakan sungai mengalir dari Eden membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi empat. Allah berfirman bahwa semua buah dari pohon itu boleh dimakan kecuali buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Sebab apabila manusia itu memakannya maka pastilah ia mati. Kemudian Tuhan Allah berpikir manusia tidak baik kalau seorang diri saja. Ia berniat untuk menjadikan penolong yang sepadan dengannya. Tuhan Allah menciptakan binatang hutan dan segala burung diudara. Manusia itu disuruh melihatnya serta menamai binatang-binatang tersebut. Setelah melihat dan menamai binatang-binatang, dia sadar ia tidak menjumpai penolong yang sepadan baginya. Setelah bangkit keinginan hatinya untuk mempunyai penolong yang sepadan, Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. Ketika ia tidur, Tuhan Allah ambil salah satu rusuknya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Maka dibangun-Nyalah seorang perempuan dan dibawa-Nya kepada manusia itu dan keduanya menjadi satu daging, karena perempuan dibangun dari tulang laki-laki dan dari daging laki-laki.

Berdasarkan firman ini, sesungguhnya setiap perempuan dan laki-laki sudah ada pasangannya sendiri-sendiri. Jadi tak usah takut dan repot-repot cari-cari sendiri pasangannya, karena Allah yang tahu siapa tulang rusuknya masing-masing. Perhatikan kisah diatas, bagaimana Allah membawa perempuan itu kepada manusia. Pada saat manusia disuruh tidur, sesudah bangkit keinginannya untuk mempunyai seorang penolong yang sepadan. Kemudian dibawanya perempuan itu kepadanya. Jadi Tuhan yang akan membawa seorang perempuan kepada seorang laki-laki, dengan cara Dia berbicara terlebih dahulu kepada seorang perempuan siapakah penudungnya. Begitu pula Tuhan akan berbicara kepada laki-laki tersebut siapakah tulang rusuknya. Jadi bukan karena keaktifan kita dalam mencari pacar, sebab dalam alkitab tidak ada istilah pacaran. Yang ada adalah tunangan. Dan pertunangan terjadi kalau keduanya sudah sama-sama mendapat pernyataan Tuhan dan kedua orang tua kedua belah pihak sudah mendapat pernyataan Tuhan juga.

Pernikahan bukan sekedar untuk menya-lurkan hawa nafsu, tapi pernikahan itu sendiri adalah rencana Allah kepada kita untuk belajar bagaimana hubungan kasih kita kelak dengan Kristus sebagai mempelai laki-laki kita. Itu sebabnya dalam Efesus 5:22-33 diajarkan bagaimana hubungan antara suami isteri harus berdasar kepada kasih Kristus. Dan sebagai isteri, ia harus tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan. Juga bagi suami, ia harus mengasihi isterinya seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya, de-ngan menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya sesudah ia menyucikan dan memandikannya dengan air yaitu Firman (dalam Alkitab bahasa Inggris). Jadi pernikahan itu kudus, bukan karena perasaan jatuh cinta atau karena dijodohkan oleh mak comblang. Apalagi dengan pertolongan dukun-dukun, paranormal dan sejenisnya, sebab semua itu yang mengatur adalah setan. Jatuh cinta adalah roh setan dari dewa amor yang mempunyai asisten bernama cupido.

Dalam gambar-gambar dunia, kita sering lihat ada gambar anak kecil pakai cawat bawa anak panah dan bersayap sepasang. Banyak orang kalau melihat gambar seperti ini menyangka itu gambar Malaikat Tuhan. Padahal itu wujud dari cupido. Dimana kalau dia melihat laki-laki dan perempuan dekat-dekat, langsung ditembak pakai anak panahnya, dua hati disate jadi satu. Tidak peduli yang perempuan umurnya 50 tahun, yang laki-laki baru berumur 20 tahun, atau yang laki-laki sudah beristeri dan beranak empat. Sebaliknya, mungkin juga dua-duanya sudah bersuami dan beristeri. Roh jatuh cinta itu yang menghanyutkan laki-laki dan perempuan untuk berpacaran, sehingga merasa saling memiliki dan berani melanggar kekudusan padahal Tuhan belum berbicara apa-apa. Akhirnya, banyak pasangan suami-isteri yang mengawali pernikahan dengan cara yang salah. Awal yang salah akan menimbulkan banyak masalah dalam pernikahan sampai tidak sedikit yang akhirnya bercerai. Itu sebabnya Allah sangat perduli dengan pernikahan anak-anak-Nya. Kalau pernikahan kita di dunia ini hancur, berarti kita tidak lulus dalam belajar kasih. Hubungan de-ngan Kristuspun juga tidak beres. Pernikahan di dalam Kristus bukan sekedar menyenangkan diri sendiri atau orang lain, tapi seseorang menikah terutama karena diperintah Tuhan. Tuhan punya rencana yang indah melalui pernikahan. Dia ingin memberikan keturunan ilahi kepada kita melalui pernikahan kudus, sehingga kita menjadi keluarga yang mempermuliakan nama-Nya. Keluarga adalah bentuk Kerajaan Allah yang paling kecil dan intim di dunia ini. Itu sebabnya, dalam kekristenan tidak ada istilah perceraian. Karena Allah sendiri sangat membenci perceraian.

Beberapa kisah dalam Alkitab menggambarkan, bahwa orang-orang yang hidup takut akan Allah bertunangan terlebih dahulu sebelum menikah. Diantaranya: seorang perawan yang bernama Maria, bertunangan dengan seorang pemuda bernama Yusuf.

Lukas 1: 26-27 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi kesebuah kota di Galilea bernama Nazareth , kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud, nama perawan itu Maria.

Istilah tunangan juga digunakan oleh Paulus, untuk menyadarkan kita, bahwa kita sesungguhnya adalah calon pengantin perempuannya Kristus.

2 Korintus 11: 2 "Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristusł. Hal ini meneguhkan kita bahwa orang Kristen tidak perlu berpacaran sebelum menikah, tapi bertunangan .

Sebelum seseorang mendapat pernyataan dari Tuhan tentang pasangan hidupnya, bersahabatlah dengan banyak orang karena persahabatan itu indah, dan tidak dikotori hawa nafsu. Melalui persahabatan kita bisa saling mendukung, melayani, mendoakan dan membangun, tanpa ada perasaan iri dan cemburu. Mungkin melalui persahabatan, Allah sedang memperkenalkan keadaan dari pasangan hidup kita. Tanpa melalui proses persahabatan pun, Tuhan bisa juga memberi tahu kita siapakah pasangan kita. Kadang-kadang ciri-ciri dari orangnya pun sampai diberitahukan-Nya pada kita, walau kita belum pernah berjumpa sebelumnya, sampai akhirnya kita dipertemukan dengan pasangan kita.

Satu hal yang perlu kita tahu, Tuhan akan memberi pernyataan tentang pasangan hidup langsung kepada yang bersangkutan. Bukan melalui nubuatan orang lain. Sebab pasangan hidup adalah urusan pribadi orang itu dengan Allah. Orang lain mungkin akan diberi tahu oleh Roh Kudus, siapa pasangan hidup seseorang, tapi hanya untuk konfirmasi saja, dan orang lain tak punya hak untuk menyampaikannya, itupun biasanya sesudah orang yang bersangkutan mendapat pernyataan Tuhan secara pribadi telebih dahulu. Tuhan juga tidak akan pernah memberi pasangan hidup kepada kita seseorang yang sudah beristeri ataupun sudah bersuami. Bahkan yang bercerai. Tuhan selalu memberi yang terbaik kepada kita. Artinya termasuk memberi kepada kita pasangan hidup yang seiman. Sebab Ia sudah berfirman bahwa gelap dan terang tidak akan bisa bersatu.

Dalam 2 Korintus. 6: 14-18 "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah yang terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang bisa bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dengan Bileal ? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari aLLah yang hidup menurut Firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah -tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka , dan mereka akan menjadi umatKu. Sebab itu keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anak Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan Yang Mahakuasa."

Bahkan di ayat 1 pasal 7 dari surat Paulus yang kedua kepada jemaat di Korintus ini dia megatakan lebih tegas lagi: "Saudara-saudaraku yang kekasih , karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah." Dalam hal ini Allah benar-benar mengingatkan kita betapa pentingnya mengetahui rencana Allah buat kita melalui pernikahan.

Saya dan Pak Daud dikaruniai Tuhan tiga anak laki-laki. Sejak kami bertobat kepada Tuhan Yesus dengan sungguh tahun 1985 akhir, kami terapkan ajaran Firman Tuhan dalam keluarga kami termasuk melatih iman anak-anak kami untuk bergantung kepada Tuhan, dengan percaya Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh Kudus. Mereka dipenuhi Kuasa Roh Kudus dan berbahasa Roh pada saat yang sulung berusia 7 tahun, yang kedua berusia 3 1/2 tahun dan yang bungsu berusia 8 tahun. Saat itu, kami sedang mengadakan mezbah keluarga, Roh Kudus melawat kami indah sekali. Jadi mereka sudah biasa berdialog dengan Roh Kudus, mendapat pernyataan-pernyataan sendiri melalui nubuatan, karunia marifat dan sebagainya. Bahkan dari kecil, mereka sudah melayani Tuhan dan banyak memenangkan jiwa teman-temannya. Ketika mereka masuk usia remaja, kami sudah ajarkan mereka bagaimana pergaulan di dalam Tuhan, termasuk masalah pasangan hidup. Puji Tuhan mereka taat, mereka banyak berteman, namun sebelum Tuhan bicara mengenai pasangan hidup mereka, mereka tenang-tenang saja.

Ternyata di hari-hari terakhir anak sulung kami kuliah, Tuhan menyatakan kepadanya mengenai tulang rusuknya. Hal ini langsung disampaikannya kepada saya sebagai orangtua. Saat itu saya sedang ada di Bali dalam rangka mengadakan Kursus Pelayanan Pribadi. Suatu siang, saya menerima missed call dari anak sulung saya melalui handphone. Dia menelepon saat saya sedang pelayanan. Ketika saya lihat missed callnya dari siapa, terbacalah nama anak saya. Tiba-tiba Roh Kudus bicara kepada saya: "Anakmu mau menyampaikan masalah tulang rusuknya." Terus terang, jantung saya berdebar-debar. Saya tersadar, ternyata anak saya sudah besar-besar. Rasanya baru kemarin saya menggendong mereka, mengasuh, mengajari mereka banyak hal. Ternyata si sulung sudah diberitahu Tuhan tentang tulang rusuknya. Tiba-tiba handphone saya berdering kembali, saat itu juga Roh Kudus menampilkan di hadapan saya wajah seorang nona yang pernah saya layani. Bahkan saya juga pernah melayani keluarganya. "Halo Ma!" Saya jawab: "Kenapa Henk?" "Apakah Mama sudah dapat pernyataan dari Tuhan?" "Tentang apa? Saya pura-pura tanya, sebab saya ingin dengar dia bicara sendiri kepada saya. "Ya sudah, nanti Tuhan pasti bicara sendiri sama Mama. Udah ya Ma!" Klik! Handphone dimatikan.

Tidak berapa lama, dia telepon lagi. Kali ini dia berterus terang. "Gini Ma, Henky dalam dua minggu ini ada perubahan pesat." "Masalah tulang rusuk ?" tanya saya mendesak. "Iya! Tadinya Henky juga tidak percaya kalau dia ternyata tulang rusuk saya. Henky coba tepis itu, tapi Tuhan berbicara terus. Akhirnya Roh Kudus mendorong saya untuk telepon sama dia. Ternyata dia sudah mendapat pernyataan terlebih dahulu dari Tuhan, 3 hari sebelum Tuhan berbicara sama Henky. Dan diapun juga terkejut." "Siapa orangnya?", tanya saya. "Ribka Elsie." "Oh ya?!" Ternyata nona yang diperlihatkan oleh Roh Kudus itulah orangnya. Saya terkejut juga. Sebab sekalipun saya melayani dan mendoakan banyak orang, termasuk nona-nona, tapi tentu saja saya tidak pernah berpikir kemana-mana sampai berniat menjadikan salah satu nona yang saya doakan untuk jadi menantu saya. Mereka saya anggap anak rohani saya. Akhirnya saya menjawab: "Gini Henk! Masalah pernikahan itu tidak main-main. Jadi kamu mesti doa lagi dan tanya Roh Kudus sungguh-sungguh. Lagipula mama sedang pelayanan di Bali, sedang papa lagi ada di Kalimantan. Jadi sabar dulu, mama harus doa sama papa dan hal seperti ini, kita semua harus mendapat pernyataan Tuhan."

Selesai pembicaraan itu Roh Kudus memberi ayat kepada saya, ini merupakan konfirmasi dan teguran kepada saya. Karena sebetulnya Dia sudah memberitahukan saya, tapi saya masih menunda-nunda untuk memberitahukan anak saya. Ayat itu dari Yesaya 7: 13-14 Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepada kamu suatu pertanda. Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel."

Pada saat saya membaca ayat yang diberikan oleh Roh Kudus ini, saya tertawa. Sebab ayat yang sangat berbicara kepada saya adalah: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?" Ayat ini menegur saya, karena saya belum mau berterus terang setuju dan mengaku sudah dapat pernyataan dari Tuhan. Saya sungguh tidak pernah menduga untuk hal ini, sebab saya tahu betul tentang dia dan keluarganya. Saya beberapa kali melayani mereka. Memang saya tahu nona ini sangat mencintai Tuhan dan juga mau melayani Tuhan. Tapi baru beberapa bulan kenal dengan anak saya dan itupun karena mereka sama-sama menggarap Majalah Berita Sorgawi. Ayat berikutnya yang juga berbicara dengan kuat adalah: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Imanuel itu artinya:"Tuhan Menyertai." Saya semakin mendapat konfirmasi bahwa mereka memang dipersatukan Tuhan dan Tuhan menyertai hubungan mereka.

Hari itu juga anak saya telepon lagi. Dia berkata: "Ma, saya tahu Mama belum mau memberi kepastian sama saya, karena Mama pernah melayani dia. Walaupun sebetulnya Mama sudah dapat pernyataan Tuhan. Dia kan sifatnya begini - begini... Betul nggak Ma?" Saya makin terkejut lagi, mendengar hal ini, sebab saya tidak pernah cerita kepada anak-anak saya tentang siapa yang saya layani, lebih-lebih masalahnya. Dan memang yang disebutkan oleh anak saya betul semua. Saya tanya: "Kamu tahu dari mana?" "Dari Roh Kudus. Dia yang beri tahu saya. Waktu saya tanya mengapa saya diberitahu semua ini, Roh Kudus jawab: Kamu harus tahu sifat-sifat tulang rusukmu. Tapi saya akan ngetes dia Ma, apa dia jujur terhadap saya atau tidak. Saya akan tanya langsung." Dan memang sifat mereka berdua ternyata sama. Hobinyapun sama. Tak berapa lama anak saya telepon lagi. "Sudah Ma, saya sudah telepon dia, ternyata dia jujur. Dan saya dapat peneguhan dari Tuhan melalui ayat Firman-Nya. Jadi gimana Ma?" "Tapi gini Henk, tetap Mama harus ketemu Papa dulu dan kami harus doa bersama. Sabar saja sampai kami pulang."

Sepulang saya dari Bali, di rumah saya bertemu dengan suami saya yang sudah pulang dari Kalimantan. Kemudian masalah ini saya sampaikan kepada suami saya. Ketika saya sampaikan ayat firman Tuhan yang menegur saya, suami saya tertawa terbahak-bahak. "Habis sih Mama menunda-nunda pernyataan Tuhan. Yang mana sih orangnya?" Segera saya jawab: "Ah Papa pasti belum tahu, sebab anak ini tergolong baru di RDSB. Tapi melalui anak ini keluarganya besarnya jadi bertobat." "Apa anaknya yang kulitnya putih-putih seperti susu? Dan waktu dibaptis ia besama dengan saudaranya? Rambutnya panjang agak lewat bahu sedikit?" "Iya! Kok papa tahu? Ya itu orangnya!" Ternyata suami saya turut hadir sebagai salah seorang pembaptis pada acara baptisan. Anak ini dibaptis bersama saudaranya. Pada waktu sedang persiapan baptisan itulah, suami saya dengar pernyataan Tuhan ketika melihat anak itu: "Anak perempuan itu adalah calon menantumu." Suami saya terkejut, tapi dia simpan dihati saja. Akhirnya pada malam harinya, kami sepakat untuk menyampaikan hal ini kepada anak kami. Sesudah kami sampaikan per-nyataan Tuhan mengenai hubungan mereka, anak saya bersyukur, dan dia mengatakan bahwa orang tua anak itu juga sudah mendapat pernyataan dari Tuhan dari Yesaya 42 :1-9. Mereka mendapat rhema bahwa anak perempuannya diberi pasangan hidup seorang hamba Tuhan. Memang anak saya sudah melayani Tuhan. Akhirnya kami mengucap syukur dan sesuai waktu yang ditentukan Tuhan, kamipun melamar anak ini, sesudah anak kami selesai kuliah.

Dan kami sepakat pada tanggal 13 September 2002 mereka bertunangan dulu. Adapun pernikahan mereka nanti menunggu waktu Tuhan yang tepat. Haleluya! Kalau kita mempercayai Tuhan pasti Ia memberi yang terbaik, dan Tuhan tidak pernah salah memberi kepada kita. Kita mengalir saja dalam rencana-Nya sebab rancangan-Nya adalah rancangan yang membawa damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan. Bagian kita, melaksanakan perintahnya dengan taat, berbuah lebat di dalam Kristus, masalah pribadi kita Tuhan yang mengurus.

Seandainya sampai saat ini engkau belum dipertemukan dengan pasangan hidupmu, percayalah waktu Tuhan selalu tepat tidak pernah terlambat. Serahkan segala kekhawatiranmu kepada-Nya, bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan, pasti engkau akan melihat dan merasakan kasih Tuhan yang luar biasa . Dia tidak pernah lalai dengan kita, dan Dia tak pernah ingkar janji. AMIN!






BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003