Mat 11:2-6 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."I. ILUSI DAN KENYATAAN
Yohanes dilahirkan dengan tugas khusus dari Allah untuk menjadi pendahulu Tuhan Yesus. Ia harus meratakan jalan bagi pemberitaan Injil. Ia sendiri tahu tugas ini dari semula.
Yoh 1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
Dengan amat berani ia mengabarkan datangnya kerajaan Allah dan menyuruh orang bertobat. Ialah juga yang memperkenalkan dan yang memberi kesaksian kepada orang banyak siapakah Yesus itu.
Yoh 1:33-36 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah." Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
Tetapi ketika ia ditangkap Herodes karena dengan berani sekali menegur kesalahan Herodes Antipas yang mengambil Herodias, isteri saudara tirinya sendiri, Herodes Philipus I, didalam penjara ia mulai bertanya-tanya, benarkah Jesus ini Mesias yang dinanti-nantikan itu ? Apakah yang terjadi dengan Yohanes sebenarnya ?
Rupanya, walaupun ia menerima pernyataan-pernyataan Roh Kudus yang luar biasa tentang Yesus, ia memiliki konsep-konsep yang salah tentang Tuhan Yesus. Mungkin sekali ia berharap bahwa Yesus selain mengangkut dosa manusia, Ia juga menjadi nabi hebat yang menurunkan api dari langit, membuat gempa bumi besar hingga pintu-pintu penjaranya sendiri terbuka, menumbangkan pemerintahan Romawi yang menjajah bangsa Israel dan sebagainya. Disamping pernyataan Roh Kudus, rupanya ia punya ilusi sendiri. Karena ia terlalu lama dipenjara, mulai bangkit kebimbangan tentang misi Yesus sebagai Mesias. Itu sebabnya ia mengirim murid-muridnya mencari kepastian tentang Yesus.
Didalam Yohanes timbul kekecewaan karena Yesus tidak seperti yang ia bayangkan. Ia terkena disilusi !
Bila fakta tidak sesuai dengan ilusi, timbullah disilusi. Arti kata disilusi adalah: kekecewaan. Menurut kamus singkat Webster, disillusion berarti: freeing from illusion, undeceive (membebaskan seseorang dari ilusi atau membongkar penipuan).
II. MENYEMBUHKAN DISILUSI
Tuhan Yesus menyembuhkan disilusi Yohanes dengan berkata: Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Apa yang Tuhan Yesus lakukan ? Ia menyuruh murid-murid Yohanes mengabarkan kepada gurunya tentang kebenaran yang sedang digenapi bahwa orang buta celik, orang lumpuh berjalan, orang kusta tahir dan sebagainya.
Sudah menjadi hal yang biasa bila seseorang berkenalan dengan orang baru selalu mulai membentuk suatu kesan dalam dirinya tentang kenalan baru ini. Kesan pertama ini biasanya adalah kesan baik sekali atau buruk sekali. Kesan ini disebut ilusi. Dalam pergaulan lebih lanjut ternyata kesan-kesan itu tidak selalu benar.
Timbullah kekecewaan dengan segera karenanya.
Setelah mengikuti Kursus Pelayanan Pribadi atau Seminar-seminar yang kami adakan, banyak orang menjadi sangat antusias dan memandang saya dan ibu Dorcas yang mengajar mereka begitu luar biasa hingga disamping kenyataan yang ada, mereka membentuk ilusi-ilusi lain yang tak ada pada kami. Ketika mereka menggebu-gebu mengikuti kami, dengan cepat kami merasa was-was dan amat berhati-hati dengan orang-orang semacam ini. Segera setelah mereka menjadi sangat dekat dengan kami dan menemukan fakta-fakta yang berbeda dengan ilusi mereka, datanglah disilusi dan mereka segera meninggalkan kami, kadang-kadang dengan kekecewaan yang amat dalam.
Demikian pula halnya dengan cinta pada pandangan pertama dikalangan anak muda, selalu didasarkan kepada ilusi semacam ini. Kadang-kadang orang memasuki pernikahan dengan sejumlah ilusi tentang pasangan masing-masing. Setelah menikah ternyata faktanya tidak sama dengan ilusi mereka. Maka terjadilah disilusi, yakni kekecewaan yang harus dibawa-bawa terus sepanjang pernikahan, bahkan biasanya kemudian menjadi alasan perceraian. Bagaimana menyembuhkan disilusi ini ?
Yoh 8:31-32 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
“Mengetahui kebenaran” adalah cara untuk merdeka dari disilusi. Jadi sekarang ada empat hal: pertama ilusi, lalu fakta, kalau ilusi menemukan fakta yang berbeda timbullah disilusi, dan disilusi hanya dapat disembuhkan bila mendapatkan kebenaran. Kebenaran ini belum tentu sama dengan fakta yang kelihatan. Banyak hal didunia ini yang kita anggap sebagai ”fakta” ternyata adalah hasil ilusi si iblis saja. Kebenaran datang dari pernyataan Roh Kudus tentang pandangan atau rencana Allah terhadap suatu peristiwa.
III. ILUSI CALON MURID YESUS
Contoh lain dari alkitab adalah ceritera tentang seorang anak muda yang amat kaya yang hendak mengikut Tuhan Yesus. Ia berilusi menjadi murid Yesus secara rohani tanpa harus jadi orang tanpa harta.
Mar 10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Jawaban Tuhan Yesus yang terakhir menimbulkan disilusi yang dalam dihati orang muda ini dan ia meninggalkan Tuhan Yesus begitu saja.
Mar 10:21-22 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Ia memiliki ilusi bahwa orang sempurna itu adalah orang yang “makbrur” dalam perkara dunia dan akhirat, sukses secara jasmani dan rohani. Ia telah sukses secara materi dan ingin menambah suksesnya dengan kekayaan rohani, hidup kekal dan berkenan kepada Allah. Ia tak pernah membayangkan bahwa ia harus melakukan suatu pertukaran, melepas yang satu untuk mendapatkan yang lain. Ini adalah fakta yang tak disukainya !
Mar 10:28 Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
Wah, sebenarnya bila anak muda itu tahu kebenaran ini, ia pasti akan menjadi jauh lebih kaya raya, seratus kali ganda dari hartanya yang saat itu dimilikinya. Ia terlalu cepat menjadi kecewa dan pergi meninggalkan Tuhan. Padahal Tuhan telah menaruh hati kepadanya. Hati Yesus terbuka untuknya: “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya” Andaikata ia mau bertahan berdiri disitu sebentar lagi, ia akan mendengar kebenaran yang memerdekakan dia dari disilusi-nya !
IV. MENGAHADAPI CELA DAN ANIAYA
Sejak saya terjun dalam pelayanan pelepasan dari tahun 1987, mulailah datang serangan-serangan balik si iblis. Mereka datang dengan berbagai cara. Serangan setan langsung yang mendatangkan sakit penyakit, kerugian materi dan gangguan-gangguan langsung lain dengan cepat dapat kami atasi. Kemudian perempuan-perempuan tertentu dipakai iblis untuk menyebar gosip tentang cinta, affair sex dan kawin. Walaupun ini amat merepotkan, saya hadapi dengan teguh hati karena Tuhan telah membekali saya dengan Firman-Nya yang teguh sebelumnya dan dengan lewatnya waktu masalah ini juga berlalu. Sempat juga sebuah radio Kristen di Bandung dipakai untuk gembar-gembor bahwa ada pengajar sesat, tinggalnya di Bandung Utara karena orang Kristen sekarang diajar harus muntah-muntah dan sebagainya. Dua tahun kemudian stasiun radio itu bangkrut dan dijual kepada seorang haji. Gelombang berikut adalah gosip yang tersiar dikalangan pendeta-pendeta dan sarjana-sarjana theologia bahwa saya adalah pengajar sesat. In berkenaan dengan “Penemuan” tentang Dunia Orang Mati.
Memang kebenaran yang disingkapkan oleh Roh Kudus ini berbeda dengan arus pengajaran theologia sejauh ini. Ketika saya menuliskan kebenaran ini dalam sebuah buku “Dunia Orang Mati” saya berharap gereja Tuhan mau menerima penjelasan saya dan saya berharap ini menuntun gereja Tuhan untuk mampu mengatasi banyak permasalahan jemaat yang selama ini tak terpecahkan oleh gereja. Masalah kegagalan usaha, bangkrut dan miskin, banci, tom-boy, homoseks dan lesbianisme, penyakit turunan dan penyakit psikosomatik (gangguan kejiwaan), masalah karakter yang sukar dibentuk, karakter yang menurun dari kakek moyang, masalah schizophrenia, depresi dan stress, penyakit ayan, masalah rumah-rumah yang ‘berhantu’, kerasukan dan sebagainya. Semua itu adalah masalah kemasukan orang mati ! Saya berharap gereja Tuhan maju selangkah dalam memerangi kuasa si jahat. Saya ber-ilusi jauh sekali rupanya. Saya menemukan fakta yang berbeda. Banyak pendeta dan penceramah yang seumur hidup tak pernah bicara urusan orang mati sekarang bangkit bikin seminar-seminar anti DOM ! Tentu saja dengan pernyataan yang keras bahwa buku DOM saya adalah ajaran sesat. Banyak sahabat-sahabat dalam pelayanan yang berbalik meninggalkan bahkan memusuhi saya. Setiap kali ada laporan bahwa ada yang bicara begini begitu saya kecewa dan tertekan.
Seperti kapal selam saya tenggelam dan menjadi dingin dan perlu waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu untuk berdoa, mengampuni orang-orang itu dan melakukan inner-healing hati saya sendiri, sebelum saya pulih dan bersemangat lagi dalam pelayanan.
Pada suatu hari saya sungguh-sungguh berdoa dan bertanya kepada Roh Kudus, mengapa saya tidak dapat meniru Tuhan Yesus yang selama melayani di dunia dapat berjalan terus tanpa terganggu perasaannya oleh demikian banyak cela, ejekan dan penolakan orang Yahudi sendiri. Yang saya alami selama ini bila saya kena ‘tembak’ perkataan orang, saya tenggelam seperti kapal selam beberapa saat lamanya, setelah sekian lama timbul lagi keatas. Mengapa bila di ‘tembak’ saya bukan semakin naik keatas ? Roh Kudus menjawab saya dengan jelas:
“Caramu memandang harus meniru Tuhan Yesus dalam menghadapi cela dan hinaan selama Ia didunia, Andereas !” Ia mengingatkan saya bagian surat Ibrani:
Ibr 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Tapi saya menjawab kepada-Nya:
“Saya sudah melakukannya, justru dengan terus memandang sukacita dan upah yang akan saya terima di surga, saya tak jadi mengundurkan diri tapi kembali lagi bertekun dan masuk pelayanan lagi. Tapi masalah turun dahulu semangat dan gairah pelayanan kalau kena ‘tembak’ ini yang ingin saya atasi !”
Lalu Ia bertanya dan saya menjawab:
“Kalau tiba di surga kelak, upah dan pahala apa yang kau harapkan di sana ?”
“Saya berharap menerima kemuliaan di surga !”
“Kemuliaan itu dalam bentuk apakah yang kau harapkan ?”
“Saya kira berupa mahkota emas di kepala saya !”
“Ëmasnya emas macam apa ?”
Saya mulai membayangkan apa yang akan terjadi di surga nanti. Ketika saya masuk kesana. Tuhan menyambut saya dengan senyum lebar dan berkata: “Sabaslah hai hambaku yang setia ! Aku akan memberimu mahkota emas.” Karena lantai di surga konon khabarnya terbuat dari emas, Ia lalu membungkuk dan melepaskan selembar tegel di surga dan membentuknya menjadi mahkota untuk ditaruh di kepala saya ! Tapi lantai emas itu diinjak-injak orang setiap hari, jadi apa kemuliaannya ?
Lalu Roh Kudus berbicara lagi :
“Andereas, emasnya bukan dari lantai itu, tapi oleh anugerah Allah, setiap kata-kata cela dan ejekan orang karena berita Injil yang kau terima, diubah-nya menjadi materi yang mulia untuk dijadikan mahkota kemuliaan itu.”
Saya dapat mengerti bahwa kata-kata dapat diubah jadi materi karena saya percaya semua materi baik di dunia atau di surga semua berasal dari perkataan Allah. Pernyataan Roh ini adalah kebenaran yang memerdekakan saya dari disilusi selama ini. Hal ini amat melegakan hati saya dan saya bersuka cita bahkan saya berkata:
“Kalau begitu Tuhan, biar lebih banyak ejek dan cela lagi kudapat karena Injil dan Pernyataan-pernyataan-Mu, agar mahkotaku bertambah besar !”
Dan rupanya doa saya benar dikabulkan-Nya !
V.GOSIP INTERNASIONAL !
Dengan segera gosip ajaran sesat ini meluas keseluruh dunia ! Banyak sahabat-sahabat pelayanan saya diluar negeri pun segera menutup diri terhadap saya ! Gosip DOM sebagai ajaran sesat telah menjadi gosip Internasional. Walau masih banyak orang memberi saya dorongan (encouragement) dan berbagai pesan Tuhan yang menguatkan saya, namun hati jadi dingin, dan saya menjadi geram. Saya merasa bahwa banyak hamba Tuhan tidak jujur terhadap saya. Semakin mereka bergelar tinggi-tinggi, STh, Mth, MDiv, DDiv dan sebagainya, semakin merasa berhak mengadili dan menjatuhkan vonis “sesat” kepada saya. Akibatnya dalam khotbah saya sering marah-marah sendiri, dan dalam acara KKR keliling di Pati, Solo dan Yogyakarta, saya jatuh sakit dan lima hari dirawat di rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Obat-obatan mulai masuk lagi kedalam tubuh saya sementara saya kehilangan kesadaran diri. Ketika saya mulai sadar kembali, saya berontak dan pulang dengan paksa, dan banyak beristirahat di rumah dengan memaksa diri makan banyak walaupun saya tak suka makan. Akhirnya kesehatan saya berangsur-angsur dipulihkan. Ketika saya bertanya, mengapa saya harus sakit sementara banyak orang berharap saya menyembuhkan penyakit mereka ? Roh Kudus menjawab dengan pendek:
“Hatimu geram !”
Saya bertobat lagi, mengampuni semua orang Kristen yang mencela dan mengejek saya, membuang roh geram dihati saya dan hati saya sembuh lagi. Namun gairah melayani belum pulih seperti dahulu. Terasa urapan juga amat menurun.
VI. KEMERDEKAAN PENUH
Dalam retreat akhir tahun 2001 yang lalu, saya memperoleh lebih banyak kebenaran yang memerdekakan. Dalam salah satu session, pembicara yang kami undang, Pastor Ian Turton dari Brisbane, menyinggung adanya lima perkara yang menyebabkan iman menjadi rusak.
Lima hal itu adalah:
- Disappointment / Kekecewaan kepada Tuhan
- Discouragement / kecil hati / Kehilangan keberanian
- Disheartedness / Tawar hati
- Disillusion
- Doubt / Keragu-raguan
Ketika ia menyebut kata ‘disillusion’ fikiran saya terus terpaku di situ dan coba mengerti apa artinya. Roh Kudus mengungkapkan makin jelas artinya kepada saya dan bahkan menunjukkan, itu adalah masalah saya yang terutama. Dalam suatu acara altar call, ketika jemaat maju kedepan, saya siap membantu Ian Turton dengan berdiri diatas panggung, sementara jemaat dibiarkan berdoa masing-masing kepada Tuhan, saya juga membuka hati kepada-Nya, dan Roh kudus membuka fikiran saya lebih lanjut. Tiba-tiba saya sadar bahwa saya diliputi disilusi yang kuat sekali dengan sikap orang-orang theologia yang kukuh, tak mau masuk alam roh tapi gemar menghakimi mereka yang di dalam Roh Kudus. Kecewa karena fakta yang ada tak sesuai dengan ilusi saya semula. Saya berharap pelayanan saya akan membantu banyak orang percaya terlepas dari tipu muslihat si iblis, sebaliknya saya yang di cabik-cabik ! Itu adalah disilusi ! Tiba-tiba Roh Kudus berbicara:“Memang selama ini engkau kuizinkan mengalami disilusi seperti ini agar engkau faham betul artinya hidup dalam ilusi, fakta yang berbeda dengan ilusi dan disilusi, dengan maksud agar engkau dapat, menolong banyak hamba-hamba Tuhan yang lain keluar dari masalah seperti ini. Mengapa engkau harus merasa sakit ? Ketahuilah bahwa yang sebenarnya sakit adalah orang-orang yang mencela engkau itu. Kalau mereka adalah orang Kristen sehat, lalu melihat engkau sesat, bukankah seharusnya mereka datang dengan kasih dan berusaha menyelamatkan engkau dari kesesatan ? Mereka sebaliknya bahkan dengan gagah memilih menghakimi saja. Mereka tak mau susah-susah menolong engkau. Mereka juga hidup dalam kurungan fakta daging dan ajaran menurut hikmat manusiawi saja. Kebenaran belum memerdekakan mereka.”
Tiba-tiba terbayang, saya seperti sebutir air yang jatuh di ujung talang air dan terus mengalir lama sekali ke ujung yang lain tanpa mengetahui kapan ini semua akan berakhir. Hari itu tiba-tiba perjalanan panjang ini telah berakhir. Kebenaran dibukakan, saya seperti air yang sekarang jatuh melalui lubang di ujung talang itu. Saya tahu maksud Tuhan yang sebenarnya. Berakhirlah disilusi dan saya sekarang berada dalam kebenaran-Nya. Ketika ada saat altar call dan pengurapan berikutnya, saat saya sedang berdiri di belakang jemaat yang maju kedepan, tiba-tiba saya merasakan suatu aliran panas memasuki bagian dalam dada dan terasa merata kesamping-samping tubuh saya. Saya tahu itu adalah urapan baru, Kasih Allah yang hangat memanaskan jiwa saya lagi. Sesuatu yang sudah lama sekali saya tak pernah rasakan ! Hari-hari berikutnya, saya semakin bertumbuh kembali dalam gairah pelayanan dan urapan juga bertambah-tambah kuat lagi.
VII. BANYAK FAKTA ADALAH ILUSI SETAN
Telah lama saya berkhotbah tentang masalah gambar diri yang rusak. Bila seseorang mulai menjadi dewasa, ia akan membentuk gambar diri yang diidamkannya. Ada yang bercita-cita jadi orang pandai dengan sekolah yang tinggi-tinggi, ada yang ingin jadi orang kaya atau jadi artis terkenal, atau hero dalam gelanggang pertandingan, entah balap motor, tinju, beladiri, dan sebagainya. Namun dalam perjuangan selanjutnya banyak yang gagal dan menemukan fakta-fakta yang lain dari yang digambarkannya semula. Betapa banyak manusia hidup dalam kekecewaan karena gambar dirinya rusak. Ada yang masih mampu membentuk gambar diri baru dan berjuang lagi, ada pula yang sudah hancur dan putus asa lalu jadi gila, mengidap penyakit yang terus menerus atau bunuh diri. Mereka adalah korban disilusi. Kalau saja mau bertanya kepada Tuhan, Ia akan memberi tahu kebenaran-Nya tentang kegagalan anda, maka anda akan sembuh. Bukankah Allah terus terlibat dalam setiap segi kehidupan anda ?
Rom 8: 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
1Co 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
Dalam karangan saya berjudul “Kesehatan Ilahi” dalam majalah Berita Sorgawi edisi ke 2 ( November 2001 ), saya memberi banyak kesaksian bagaimana dengan mengajak seseorang mengakui fakta rohani atau kebenaran yang telah dikerjakan Allah dialam roh, mereka dipindahkan dengan cepat kedalam kebenaran dan sembuh dari penyakit apapun, jantung, gatal-gatal, tuli, buta, bahkan kanker sekalipun. Saya sering menerangkan bahwa fakta sakit itu adalah hasil ilusi setan-setan saja. Mereka menyerang dengan baksil, bakteri, virus, kecelakaan dan sebagainya sedemikian nyatanya sehingga kita percaya ide setan itu dan menjadi sakit atau celaka. Dengan mengakui kebenaran dialam roh, bahwa oleh bilur Yesus semua penyakit telah dibayar lunas (1Pet 2:24), ilusi setan itu ditiadakan dan penyakit hilang begitu saja !
Firman itu adalah kebenaran, bila kita mengetahui dan mengakuinya, kebenaran itu akan memerdekakan kita.
Yang hutangnya banyak, setelah minta ampun akan usaha dagingnya selama ini untuk menjadi orang kaya, lalu diajak mengaku kebenaran rohani bahwa Ia datang menebus semua hutang kita (Kol 2:13-14), maka hutangnyapun dilunasi oleh Tuhan dalam waktu yang amat singkat. Kemiskinan adalah ilusi setan-setan. Kebenarannya adalah Ia telah menjadi miskin agar kita menjadi kaya ! (2Kor 8:9) Juga bahwa segala kutuk, termasuk kutuk kemiskinan, telah lunas dibayar di kayu salib ketika Ia digantung di sana, agar berkat Abraham sampai kepada kita. (Gal 3:13)
Apakah anda terjebak dalam ilusi/disilusi seperti itu ? Jangan duduk diam dan berputar-putar dengan dislusi anda saja. Carilah kebenaran, jangan hanya mencari fakta, karena fakta-duniawi masih mungkin menipu anda.