Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Minggu, Mei 11, 2003

Mujizat Yesus Di Hidupku

Oleh : Sianne

Ketika saya mengalami robekan retina pada mata kanan akibat olah raga yoga, saya harus segera masuk rumah sakit dan dioperasi. Sebelum operasi, saya harus istirahat total kurang lebih selama sebulan, dengan posisi tidur ke kanan terus agar syaraf-syaraf sekitar mata tidak tegang. Keadaan saat itu sangat sengsara dan membuat hati saya menjadi khawatir akan masa depan. Hati saya tidak bisa menerima hal ini, sebab sebenarnya saya sudah ada rencana untuk membuka usaha sendiri. Namun tidak disangka-sangka dokter pun menyarankan supaya setelah dioperasi, saya tidak melakukan pekerjaan berat dan berolahraga pun yang ringan-ringan saja seperti berjalan perlahan-lahan. Hati saya berontak dan saya pikir,”Itu kan pekerjaan nenek-nenek!”

Saya menjadi kesal, marah-marah dan menangisi keadaan saya. Dalam kesedihan itu saya berseru kepada Tuhan, “Tuhan apakah Engkau ada? Jika Engkau ada, pasti Engkau tidak tinggal diam melihat keadaan saya seperti ini.”

Sebenarnya saat itu saya belum lahir baru dan tidak hafal ayat-ayat Alkitab, tapi tib-tiba saat itu saya mendapat Firman yang ditaruhkan di hati saya yang berbunyi:“Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Inilah jawaban Tuhan Yesus! Saya kaget dan disadarkan. Saya langsung minta ampun pada Tuhan Yesus, dan sejak saat itu saya suka ngobrol dengan Dia. Rasanya asyik sekali!

Saya menjadi tenang dan bisa menerima keadaan. Tidak terasa satu bulan berlalu, operasi pun saya jalani. Setelah dioperasi, di hari yang ke-20 kira-kira pukul delapan malam, para pengunjung rumah sakit sudah pulang. Hanya tinggal saya dan seorang pasien di sebelah saya di dalam ruangan. Saya merasa amat sepi. Gelisah dan takut timbul lagi saat itu dan saya sulit tidur. Sudah dua minggu saya tidak bisa tidur meskipun dokter memberi obat valium II untuk dimakan satu kali sehari. Obat itu tidak mempan, saking saya ingin sekali tidur, maka tanpa setahu dokter saya makan empat butir obat sehari. Itu pun tidak berhasil. Saya merasa tidak berdaya dan lelah.

Tapi untunglah, saya teringat pada buku penuntun sekolah minggu yang saya simpan di bawah bantal. Sebenarnya saya tidak diperbolehkan untuk membaca, tapi saya perlu sesuatu untuk menenangkan hati. Sebelum saya membaca, saya berdoa minta ijin terlebih dulu pada Tuhan. Lalu halaman pertama yang saya buka adalah pada tengah-tegah buku tersebut dan saya menemukan kata-kata: Tuhan Yesus berkata: “Bahwa orang yang buta, miskin dan sengsara ia akan tertolong sesuai kitab nabi Yesaya.”

Hati saya terkejut sekaligus melonjak gembira sekali! Berulang-ulang saya baca kalimat itu dan timbul semangat lagi untuk menghadapi hidup. Saya semakin tertarik untuk membaca judulnya yaitu tentang Yesus berumur dua belas tahun. Ia mengajar di bait Allah. Tiba-tiba “tring”, lampu neon dua puluh watt yang ada terletak diatas kepala saya menyala terang sekali, padahal sudah satu bulan putus dan sejak itu tidak pernah menyala dan tidak penah diganti.

Saya terkagum-kagum akan kejadian itu karena terang lampu membuat saya lebih mudah membaca. Selesai membaca seluruhnya, tiba-tiba nyala lampu itu padam! Saya kembali terheran-heran. Hal ini sungguh ajaib! Tombol lampu itu ada di depan mata saya tapi tidak ada seorang pun yang datang ke ruangan untuk menekan tombol tersebut.

Maka saya tanya pada Tuhan, “Tuhan, apakah ini perbuatan-Mu atau dari si iblis?” Tiba-tiba hati saya menjadi tenang dan damai sekali, langsung saya berdoa mengucap syukur lalu membuang obat valium dan saya tidur pulas. Saya mengucap syukur karena melalui kejadian ini, saya lebih mengenal Tuhan Yesus dan menyaksikan keajaiban-Nya.
Setelah itu, saya semakin bertumbuh dan terus melatih iman saya dalam kebenaran Firman-Nya melalui Gereja RDSB dan melalui pemuridan-pemuridan. Banyak mujizat yang saya alami dengan indah dengan Tuhan, dan pada kesempatan saat ini saya mau menyaksikan tentang mujizat Manna yang terjadi di Retreat Nasional akhir tahun 2002 di Puncak.

Saat pengumuman tentang retreat tersebut dikabarkan kepada jemaat, awalnya saya menanggapinya dengan biasa-biasa saja, karena saya kurang suka pergi-pergi jauh dari rumah. Disamping itu, fisik saya saat itu sedang kurang fit karena batuk-batuk dn flu yang cukup lama 20 hari lebih, dan baru sembuh melalui pengakuan iman tanpa menggunakan obat atau pun pergi ke dokter. Tetapi baru saja saya sembuh, anjing peliharaan saya tiba-tiba sakit selama delapan hari dan akhirnya mati. Langsung menyusul kucing peliharaan saya juga sakit selama lima hari dan mati. Saya jadi heran dan bertanya-tanya ada apa dengan diri saya.

Saya berdoa pada Tuhan untuk minta kesegaran bagi jiwa saya yang lelah. Saya begitu membutuhkan penghiburan-Nya. Saat berdoa tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya akan Retreat Nasional 2002. Saya berdoa, “Tuhan, apabila ini merupakan kehendak-Mu, saya ikut retreat.” Memang Tuhan sebenarnya sudah bicara sejak bulan Oktober yang lalu supaya saya ikut retreat. Maka saya semakin dikonfimasi oleh pernyataan Tuhan dan saya katakan pada-Nya, “Tuhan, jika saya ikut retreat, saya akan dapatkan sesuatu yang dahsyat di dalam hidup saya.”

Ternyata betul juga! Pada hari pertama retreat, yaitu tanggal 30 Desember 2002, saya belum bisa tidur dan tidak ada selera makan karena terlalu lelah sebelumnya. Saya belum mengalami apa-apa hari itu. Tapi setelah tanggal 31 Desember 2002, yaitu saat pengurapan, saya merasakan ada sesuatu yang luar biasa lain saat saya menari di dalam Roh. Saya merasa sukacita sekali terlebih-lebih setelah makan roti Manna yang keluar dari salah satu Alkitab hamba Tuhan dari Amerika yang diundang ke retreat tersebut, Bapak Harold dan Ibu Kaye. Ada urapan yang dahsyat saya rasakan pada kepala saya.
Melalui mujizat Manna Sorgawi, saya mendapat lima berkat, yaitu; sukacita yang tiada taranya, penglihatan mata saya menjadi lebih jernih, stamina tubuh tiba-tiba menjadi fit, selera makan saya dipulihkan dan saya dapat tidur dengan nyenyak. Puji Tuhan, sebab Tuhan sungguh baik!







BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003