Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Minggu, Mei 11, 2003

Pelayan Malaikat

Oleh : Agustina Anatalia A.R.

Saya ingin memberi kesaksian tentang pelayanan malaikat di dalam pekerjaan saya. Awalnya , saya tidak pernah tahu jika malaikat merupakan fasilitas sorgawi untuk membantu pekerjaan kita. Saya hanya pernah saya dengar kaset khotbah Ibu Daud mengenai malaikat dan setan. Itu pun masih ada kera-guan di dalam diri saya. Bulan Oktober 2002 saya sempat berjumpa langsung dengan Ibu Daud yang pada saat itu menginap di rumah Tante saya. Kami (saya dan kakak-kakak saya) disirami Firman dan mengalami kelahiran baru dengan dibaptis selam oleh Ibu Daud. Apa yang sebelumnya tidak saya mengerti sekarang menjadi semakin jelas, seperti tentang pelayanan malaikat, kelahiran baru dan lain sebagainya.

Saya seorang pelajar Indonesia di Belanda, dan saat ini saya sedang memasuki tahap akhir masa studi saya. Saya juga bekerja sebagai part-timer di Mc Donalds. Seingat saya sekitar awal Desember saya dapat jadwal ditempatkan di lobby. Pekerjaan di lobby adalah membersihkan meja, tray (baki), tempat sampah, dan lain-lain, baik di lantai bawah maupun atas.
Suatu hari, McDonalds’ sibuknya luar biasa, sedangkan hanya saya seorang diri yang ditempatkan di lobby, jadi saya harus mengerjakan seluruh pekerjaan seorang diri. Membersihkan meja, tray dan tempat sampah sih tidak begitu masalah. Tapi yang paling menyebalkan apabila dipanggil untuk bawa pesanan ke customer. Misalnya bila mereka memesan burgernya khusus tanpa pakai ini atau itu. Kadang karena orang kitchen (dapur) kerjanya lambat, sering saat orang memesan tetapi pesanannya tidak ada. Jadi mereka harus menunggu. Apabila pesanan telah selesai, maka pegawai kassa memencet bell untuk memanggil orang lobby, selanjutnya mereka cuma memberikan bon sambil menjelaskan ciri-ciri customernya. Sering kali, orang kassa lupa memberi bon pada customer sehingga kita harus berjalan keliling untuk mencari orang yang tepat. Belum lagi kalau dikerjain sama anak-anak muda tanggung yang angkat tangan seakan-akan pesanan itu memang untuk mereka.

Terus terang, saya sudah kesal sekali. Baru memegang tray untuk dibersihkan sudah denger bell, baru sampai ke lantai atas, sudah denger bell lagi, dan seterusnya. Tiba-tiba saya ingat akan khotbah Ibu Daud bahwa malaikat itu bisa diperintahkan untuk membantu kita. Pas bawa satu pesanan, saya berdoa dalam hati. Doa saya kurang lebih begini: “Dalam Nama Yesus, aku perintahkan Malaikat Sorga sekarang juga, cari siapa pemilik pesanan ini. Suruh mereka mengangkat tangan supaya saya tidak berlama-lama untuk mencari kesana kemari.” Waktu itu saya sudah sangat kewalahan, dan orang kitchen juga tidak bisa disuruh ke lobby untuk membantu saya karena di kitchen juga sibuk sekali. Terbukti dengan banyaknya pesanan yang harus diantar. Tiba-tiba saat saya berjalan, eh ada yang mengangkat tangan dan memanggil saya dengan sebutan bahasa belanda: “mevrouw”.

Saya kaget juga karena begitu gampangnya. Setelah itu masih banyak pesanan yang harus saya antar tanpa saya tahu siapa pemesannya, sebab orang kassa lupa memberi bon atau lupa akan ciri-ciri para pemesan dan juga lupa bertanya dimana mereka duduk. Tetapi saya yakin bahwa malaikat pasti membantu saya. Dan terbukti benar! Baru saya naik ke atas, eh sudah ada yang memanggil. Baru keluar dari kassa, sudah ada yang angkat tangan. Sungguh ajaib karena tidak pernah salah. Kalau dipikir-pikir kok kayaknya mustahil tetapi nyatanya memang begitu. Sungguh ajaib dan menakjubkan pelayanan malaikat itu.

Setelah kejadian tersebut, suatu hari saya ditempatkan di French Fries. Jika hari-hari sibuk biasanya ditempatkan dua orang karena satu harus berdiri di depan penggorengan dan satu orang lagi harus memasukkan french fries ke kantong masing-masing apakah itu klein, medium atau groot. Sekali lagi, saya berdiri sendirian. Saya harus menggoreng french fries dengan jumlah yang tepat, sebab dalam waktu sekitar 3-5 menit kalau french friesnya tidak terjual harus dibuang. Jadi dalam waktu setengah hari saja, kadang-kadang sudah ada satu tempat sampah penuh dengan french fries. Orang-orang Belanda sungguh-sungguh tidak mau makan makanan yang dingin. Sering kali mereka juga memulangkan french fries kembali kepada kami karena menurut mereka dingin padahal french friesnya baru 1-2 menit di bawah lampu sorot. Karena sudah mendekati Christmas, pusat perbelanjaan atau centrum penuh dengan orang-orang yang sibuk belanja. Saat jam makan siang, pembeli yang antri sudah banyak. Jadi sejak jam dua belas siang, saya sudah sibuk sendiri, mulai dari memasukkan french fries beku ke tiap-tiap keranjang, kemudian memasukkan keranjang tersebut ke tempat penggorengan, setelah matang harus diberi garam dan akhirnya saya harus memasukkan kentang goreng yang sudah matang ke tiap-tiap kantong, baik yang kecil, sedang atau besar.

Pada saat itu, penggorengan sudah penuh semua, dan saya belum sempat memasukkan french fries beku ke dalam tiap-tiap keranjang. Sedangkan orang kassa sudah sibuk teriak minta ini dan minta itu. Wah, saya jadi panik dan mulai kesal. Kok pada saat sibuk begini saya harus ditempatkan sendiri, mau minta tolong ke orang kitchen semuanya pada sibuk pada pesanannya masing-masing. Saya sempat menegur orang kassa karena mereka cuma bisanya minta ini itu tapi sama sekali tidak membantu. Tiba-tiba ada suara di dalam diri saya yang berkata, “kenapa kamu tidak meminta tolong kepada malaikat saja.” Seperti kena teguran, saya menjadi sadar, dan saya bilang ke diri saya: Oh iya benar juga, buktinya kemarin itu berhasil!

Trus saya doa dan minta pertolongan malaikat untuk membantu saya yang kewalahan. Lucunya, mulai dari saat itu, seperti ada waktu jedanya. Tiba-tiba saja entah mengapa, tidak ada orang kassa yang teriak minta ini atau itu. Sementara french friesnya matang, saya bisa memanfaatkan waktu untuk memasukkan ke tiap-tiap kantong, jadi di etalasenya sekarang sudah penuh dengan french fries dalam berbagai ukuran. Lalu saya bisa menuangkan french fries beku ke dalam keranjang dan yang lainnya. Kok kayaknya jadi gampang yah? Saya tidak kesal lagi tapi malah menikmati setiap detiknya bekerja di french fries. Tahu-tahu sudah waktunya saya harus mengambil break dan di kassa juga sudah tidak begitu banyak orang yang mengantri lagi. Sungguh antara heran dan kagum saya setelah mengalami kejadian begini, tetapi sekarang saya mengerti bahwa Malaikat Allah senantiasa mau membantu kita asalkan kita meminta pertolongan mereka di Dalam Nama Yesus. Halleluya!






BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003