Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Senin, Januari 20, 2003

Kuasa Allah Dari Jarak Jauh

Oleh : Ev. Priyo Prasetyawanhadi

Tanggal 19 November 2002 jam 6.30 pagi, tiba-tiba saya didatangi oleh seorang pemuda yang panik dan berkeringat. Ia meminta kepada saya dengan suara yang hampir tidak terdengar dan terbata-bata untuk mendoakan ayahnya yang berada di rumah sakit di Banjarmasin. Sedangkan jarak antara Muara Teweh dan Banjarmasin adalah 10 jam perjalanan dengan menggunakan bis umum. Kemudian saya bertanya kepadanya, “Apa yang bisa saya bantu? ”Tolong Pak, doakan ayah saya yang bernama Bapak Misran, saat ini dia sedang tidak sadarkan diri di rumah sakit Banjarmasin, di ruang ICU,” jawab pemuda itu.

“Ayahmu sakit apa?” “Ayah saya sakit paru-paru, tadi pagi jam 5, ibu saya menelpon saya dari Banjarmasin. Ibu memberitahu kabar ayah saya dan meminta bantuan dukungan dalam doa. Padahal ibu saya tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tapi saat ini, dia mulai percaya kepada doanya orang-orang Kristen,” jawab pemuda tersebut. “Dari mana Anda bisa tahu alamat saya?” tanya saya. “Dari adik saya yang SMP, ia bukan seorang kristen, tapi ia yang memberitahu saya pergi saja ke gereja bernama Rumah Doa Segala Bangsa. RDSB khan gerejanya semua suku bangsa termasuk kita suku Bakumpai,“ kata pemuda tersebut.

Suku Bakumpai itu masyarakatnya mayoritas bukan orang kristen. Lanjut pemuda itu, “Saya kenal pendeta-pendeta dari gereja-gereja lain yang ada di Muara Teweh. Tapi nggak tahu, kok saya terdorong pergi ke Gereja RDSB.“ Lalu Anda tahu saya dari mana?” tanya saya. “Saya tanya-tanya orang dan bertanya kepada pendeta dari suatu gereja. Akhirnya saya diberitahu alamat Bapak.”

Tanpa menunda-nunda lagi, pemuda tersebut langsung saya ajak berdoa. Tapi sebelum mulai berdoa, saya menjelaskan padanya, bahwa untuk mendoakan ayahnya yang jauh, saya akan berdoa melalui dia yang akan bertindak sebagai saluran ayahnya yang akan didoakan. Selesai menjelaskan, kami mulai berdoa dan saya terus menerus berbahasa roh kira-kira setengah jam. Lalu saya katakan berkali-kali: “Dalam Nama Tuhan Yesus Kritus, aku bakar roh maut dengan Api Roh Kudus yang panas. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, roh maut dari Pak Misran keluar!” Pemuda itumulai bermanifestasi muntah-muntah cukup lama.

Kemudian saya katakan berkali-kali, “Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, saya alirkan urapan air dari sorga. Air yang mencuci bersih paru-parunya Pak Misran dari sakit penyakit. “Terus Roh Kudus, alirkan urapan air ke dalam Pak Misran. “Mari Roh Rudus, perlihatkan kepada pemuda ini keadaan ayahnya sekarang.“ Setelah saya dapat pernyataan dari Tuhan bahwa ayah pemuda tersebut sembuh, saya mengakhiri doa dengan mengucap syukur pada Tuhan atas kesembuhan ayah pemuda itu. Pemuda bilang pada saya, bahwa di dalam penglihatannya, ia dapat melihat sinar bercahaya putih dan air masuk ke dalam dada ayahnya saat berdoa tadi. Jam empat sore pada hari yang sama, Pak Misran , ayah si pemuda tersebut, menelpon kepada si pemuda dan mengabarkan bahwa dia sudah sembuh. Pak Misran bercerita pada anaknya, bahwa ia merasakan ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya, hal ini terjadi bersamaan dengan jam saat kami berdoa untuk kesembuhan bapak ini. Sesudah itu, ayah pemuda ini merasa sehat dan tubuhnya terasa segar bugar.

Kuasa Allah tidak dapat dibatasi oleh jarak dan waktu. Meskipun belum percaya Tuhan Yesus dan menganut kepercayaan lain, Pak Misran juga disembuhkan atas pertolongan Tuhan Yesus Kristus. Bersama dukung-an doa dari anaknya yang sudah bertobat pada Tuhan Yesus, dari jarak yang sangat jauhpun, Kuasa Allah Bapa Sorgawi masih tetap bekerja dengan luar biasa. Terpujilah Tuhan! Halleluya!







BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003