Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Senin, Januari 20, 2003

Mujizat Memerdekakan Seorang Anak

Oleh : Lili Naftali

Suatu hari Senin di bulan September 2002, datang seorang bapak muda ke tempat pelayanan pribadi di Gereja RDSB Soekarno-Hatta 73. Bapak ini membawa anaknya yang saya kira baru berumur sekitar dua tahun, sebab badannya kecil sekali. Sejak pertama kali saya melihat anak tersebut, di alam roh saya lihat ada sesosok janin yang sekujur tubuhnya hancur. Saya simpan dalam hati penglihatan saya itu, untuk mendengar dulu penjelasan dari si bapak muda tersebut. Dia cerita masalah yang dialami oleh anaknya yang dibawanya itu. Ternyata, menurut diagnosa seorang dokter, anaknya sejak lahir ada kelainan jantung dan jantung si kecil tersebut ada penyumbatan sehingga tidak bisa memompa darah. Saya bertanya tentang pernikahan bapak muda ini. Dia cerita bahwa dia percaya Tuhan Yesus walau bukan beragama Kristen. Lalu ia mendapat pacar yang beragama lain, akhirnya mereka menikah di KUA. Saya katakan bahwa dia sebenarnya sudah membuat kesalahan sebab pernikahan yang sah adalah dihadapan Tuhan Yesus Kristus. Saya tanya apa yang terjadi selanjutnya setelah pernikahannya itu. Ternyata setelah itu istrinya hamil, tepat ketika Indonesia sedang dilanda krisis moneter. Mereka berdua sama-sama bekerja. Karena takut di-PHK kalau ketahuan hamil, mereka sepakat untuk gugurkan calon bayi mereka. Jadilah janin itu digugurkan dengan cara disedot. Tapi tak lama kemudian, istrinya hamil lagi. Ketika atasannya tahu bahwa istrinya sedang hamil, ternyata dia tidak di PHK, hanya disuruh ambil cuti dulu. Lahirlah seorang anak yang sekarang ada di hadapan saya. Sebenarnya anak yang tubuhnya kecil itu sudah berumur empat tahun, padahal saya kira dua tahun.

Inilah inti permasalahannya. Itulah mengapa saya melihat di alam roh, sesosok janin yang hancur. Ternyata yang saya lihat adalah janin kakak si anak yang bertubuh kecil ini. Walau menurut dokter kehamilan yang baru dua atau tiga bulan itu belum menjadi bayi yang lengkap, tetapi nyatanya sebuah janin sudah memiliki kehidupan di dalamnya, oleh karena itu janin sudah memiliki roh. Saya meyakini kemungkinan ini: ketika istrinya menggugurkan kandungannya dengan cara disedot, seluruh bagian tubuh si calon bayi ini rusak sehingga rohnya akhirnya mendiami tubuh si adiknya. Setelah dijelaskan, bapak ini jadi mengerti penyebab penyakit anaknya itu. Lalu saya bimbing bapak itu mengundang dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat-Nya yang hidup, yang sudah mati di kayu salib untuk menanggung segala kutuk, dosa, setiap kelemahan dan sakit penyakitnya. Saya juga usir roh-roh dari kepercayaan istrinya, sebab mereka menikah dibawah kepercayaan yang lain. Saya mengusir roh abortus dan roh takut di dalam Nama Tuhan Yesus. Saya juga usir roh-roh okultisme yang dilakukannya sendiri maupun oleh nenek moyangnya serta usir roh kegagalan di dalam keluarganya, sebab bapak itu sudah tidak bekerja sedangkan istrinya masih. Sekarang bapak tersebut sebenarnya sedang berusaha bekerja sendiri tapi masih belum juga ada hasilnya. Dia mengalami manifestasi baik muntah-muntah dan yang lainnya. Setelah selesai, saya berkati dan mengurapi dia dengan damai sejahtera dari Allah Bapa Sorgawi, sukacita dan kepenuhan Roh Kudus serta seluruh karunia-karunianya, juga berkat Allah yang melimpah-limpah.

Sesudah itu saya melayani anaknya. Anak tersebut selain tubuhnya kecil, bibirnya biru dan matanya cekung, di sekeliling matanya kulitnya berwarna hitam seperti orang yang kurang tidur dalam waktu yang lama. Anak itu juga tidak kuat berjalan, baru juga berjalan lima langkah dia sudah sesak nafas sehingga kemana-mana dia harus digendong. Saya berdoa dan berbicara kepada arwah daripada kakaknya ini. Saya katakan, “Kamu tidak boleh terus tinggal di dalam tubuh adikmu. Sekarang dalam Nama Tuhan Yesus, saya sembuhkan jantungmu yang hancur, dan aku ganti dengan jantung yang baru. Aku juga sembuhkan semua organ tubuhmu yang hancur sehingga semuanya utuh kembali. Sekarang, tinggalkan tubuh adikmu sebab bagi anak-anak kecil sudah disediakan tempat khusus dan para malaikat untuk menjaga mereka.” Saya perintahkan juga malaikat-malaikat Allah untuk menjemput arwah anak ini. Amin!

Setelah itu saya tanya pada bapak tersebut apa istrinya mau percaya kepada Tuhan Yesus. Dia bilang istrinya percaya. Saya mengatakan padanya supaya istrinya dibawa ke tempat ini untuk dilayani pelepasan. “Baik Bu, akan saya bawa istri saya kesini,” katanya. Pada saat itu, saya melayani pribadi di bagian belakang gereja. Bapak muda itu keluar sebentar hendak membuang koran bekas muntahnya ke tempat sampah yang terletak di depan gereja. Dari tempat saya melayani ke tempat sampah itu cukup jauh jaraknya. Saya sedang ngobrol dengan suami saya, tiba-tiba bapak muda itu berteriak-teriak kira-kira 3 meter dari tempat saya duduk, ”Bu, ibu, sudah sembuh Bu!” serunya dengan muka yang berseri-seri. Akhirnya dia sampai di depan saya dan bilang, tadi anaknya dibawa buang sampah sambil berjalan dituntun bolak balik dari bagian belakang gereja ke tempat sampah. Eh, ternyata anak itu sekarang kuat berjalan dan nafasnya tidak sesak lagi. Mukanya pun tampak cerah dan bibirnya tidak biru seperti sebelumnya. Akhirnya mereka pulang.

Dua bulan kemudian, bapak tersebut datang lagi bersama kakaknya menemui saya untuk minta didoakan. “Bagaimana keadaaan anaknya?” Dia bilang anaknya sekarang sudah bisa main-main, juga dapat main bola serta berlari-larian. Bahkan katanya, pernah suatu hari dia tiba di rumah, si kecil sedang bermain air lama sekali tetapi anak tersebut tetap sehat-sehat saja . Hal itu cukup membuat orang-orang terheran-heran hampir tidak percaya karena anak itu sekarang begitu sehatnya. Saya tanyakan juga mana istrinya, bapak tersebut bilang tadinya mau dibawa serta tetapi istrinya masih kerja sehingga tidak bisa datang. Sekarang usahanya sudah mulai membuahkan hasil. Puji Tuhan! Sayang sekali sampai saat ini pun ketika saya menuliskan kesaksian ini, istrinya belum pernah dibawa untuk dilayani. Amin






BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003