Oleh : Ev. Priyo Prasetyawanhadi
Tanggal 25-28 November 2002 saya bersama tujuh orang teman, berdoa syafaat dan pelayanan di Palangka Raya. Hari ke-dua saat berdoa syafaat, seorang pemuda (mahasiswa dari perguruan tinggi yang terkenal di Palangka Raya) yang ikut doa syafaat tersebut mengalami manifestasi, berupa gerakan-gerakan tangan seperti gerakan jurus-jurus ilmu kebatinan. Pada hari ke-tiga, saya meminta izin kepada pemuda tersebut untuk melayani dia pelepasan. ”Apa yang harus dilepaskan?” tanya pemuda itu. “Ya roh-roh yang tidak berkenan di hadapan Allah.” jawab saya. Begitu kami masuk dalam penyembahan, pemuda itu mulai bermanifestasi. Gerakan-gerakan tangan menyembah serta memukul pun muncul. Kami tetap menyembah Allah Bapa dengan bahasa Roh dengan suara makin lama makin keras. Tidak lama kemudian, roh yang ada di dalam pemuda tersebut berbicara: “Anak ini sudah diserahkan kepadaku sejak kecil oleh ibunya.” Roh tersebut berkata lagi, ”Antar aku ke kuburan, aku di dalam roh. Aku paling kuat, tidak ada yang bisa mengalahkan aku! Aku sudah berabad-abad berada disini. Lihat itu ibunya, itu ibunya,” sambil tangannya menunjuk-nunjuk ke depan dan berputar. Saya berkata, “Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, aku usir keluar roh yang menahan pemuda tersebut.” Roh tersebut tidak mau keluar, tetapi malah berkata, ”Dia sejak kecil sudah diserahkan kepadaku oleh ibunya.” “Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, aku usir keluar roh yang menahan pemuda tersebut. Tuhan Yesus Kristus lebih kuat dari pada kamu. Hai keluar kau!” Agak lama kemudian, pemuda tersebut lemas tidak bertenaga. “Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, aku bakar semua yang tidak berkenan di mata Allah yang ada di dalam pemuda ini dengan Api Roh Kudus yang menyala-nyala. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, aku urapi dia dengan urapan gempa yang mengguncang-guncang yang di dalam.” Saya tumpangkan tangan di atas kepala pemuda tersebut. Tubuhnya mulai bergetar. Roh lain yang ada di dalam pemuda tersebut bermanifestasi dan berkata, “Aku pendawa lima, aku pendawa lima.” “Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, aku usir keluar hai kau pendawa lima!” Tidak berapa lama, tubuh pemuda tersebut lemas kembali. Kami semua tetap berbahasa roh sementara beberapa dari kami berkata, “Bakar dengan Api Roh Kudus yang menyala-nyala.” Tak lama, ada roh lain di dalam pemuda tersebut dan roh itu berkata dalam bahasa cina yang saya tidak mengerti, sambil melakukan gerakan-gerakan silat. “Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, saya perintahkan Malaikat Sorgawi menarik roh orang cina ini keluar.” Kemudian roh tersebut berkata dengan logat cina sambil mengacung-ngacungkan tangannya, “We kenapa kesini, we kenapa kesini. Aku tidak mau we kesini.” Salah satu orang dari tim saya berkata kepada roh tersebut, “Hai keluar, kamu harus keluar dari pemuda ini!” Kemudian roh tersebut menjawab, “Kamu sendiri yang keluar!” Bahkan roh orang mati ini mempertunjukkan jurus-jurus silat. Ada jurus bangau dengan bertumpu pada satu kaki sambil berputar, ada jurus buaya. Saya lihat gerakan-gerakkannya seperti di film-film silat. Roh orang berbahasa cina ini berkata, “Aku takut mati-aku takut mati.” Lalu kedua tangan pemuda tersebut mencekik lehernya sendiri. Bahkan lidahnya menjulur-julur keluar sambil berputar-putar. Setelah roh orang mati yang berbahasa cina tersebut saya beritakan kebenaran Firman Kristus, ia menerima Tuhan Yesus masuk ke dalam hatinya dan kemudian berkata, ”Di bumi ada kemuliaan, di bumi ada kemuliaan.” Tidak lama kemudian tubuh pemuda tersebut seperti kembali lemas seperti tidak bertenaga dan tidur pulas sehingga ia tidak mendengar doa-doa kami. Setelah kami selesai berdoa, 10 menit kemudian, pemuda tersebut bangun.
Pemuda tersebut membenarkan, bahwa waktu kecil dia pernah dimandikan di sungai dalam upacara penyerahan anak kepada penguasa sungai. Waktu SMU, ia belajar ilmu kebatinan dengan gurunya seorang penganut kepercayaan lain. Ia harus berpuasa dengan membaca surat-surat dari kepercayaan gurunya itu. Lalu pemuda tersebut mengakui bahwa makin lama roh yang ada di dalam dirinya mulai membohongi dia, dsehingga pemuda tersebut mulai tidak percaya kepada roh yang menguasai dirinya.
Andalkan Urapan Kuasa Roh Kudus dalam hidup Anda. Jangan belajar silat beladiri atau ilmu kebatinan, kemungkinan besar Anda segera dikuasai dan terikat oleh roh-roh yang tidak berkenan dihadapan Allah tanpa Anda sadari. Gunakan Firman-Nya yang tajam seperti pedang bermata dua, memisahkan roh dan jiwa. Semua roh takluk dalam Nama Yesus.Tuhan Yesus memberkati kita. Amin