Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Senin, Januari 20, 2003

Nama Yesus Akhiri Penculikan Anak

Oleh : Lily Naftali

Tanggal 19 November 2002, sehabis berdoa dalam Benteng Doa Gereja RDSB Pusat Jl. Soekarno-Hatta 73 Bandung, saya bersama Ibu Tress dan Ibu Ribka hendak melayat salah seorang saudara seiman di rumah layat Bumi Baru. Kami baru saja turun dari tangga, di tempat parkir kami bertemu dengan Saudari Evelyn, Ibu Resianti, bersama seorang ibu muda yang kelihatan kebingungan. Kemudian Saudari Evi cerita bahwa anak ibu tersebut hilang diculik sejak Kamis, 14 November 2002 jam 09.00 pagi. Pada jam 10, anak tersebut menelepon kepada ibunya ditempat kerja, “Mama, Meta mau ke Mama!” Kemudian ibunya bertanya “Meta ada dimana?!” Tiba-tiba terdengar suara laki-laki dibelakangnya anak itu yang berkata “Ayo cepat, koinnya sudah habis!” Tiba-tiba telepon itu putus. Sejak saat itu, ibu tersebut tidak tahu dimana dan bagaimana keadaan anaknya, sampai akhirnya Saudari Evi mengajak ibu tersebut ke Gereja RDSB untuk dilayani dan didoakan. Karena kami sudah berniat untuk melayat, maka kami putuskan untuk terlebih dahulu pergi melayat, kemudian kami akan kembali lagi ke Gereja RDSB untuk melayani ibu tersebut. Selama perjalanan ke Bumi Baru, Saudari Evi menceritakan masalah ibu tersebut. Ibu tersebut ternyata seorang penganut kepercayaan lain. Saya menanyakan kepada mereka sudah sejauh mana yang dilakukan oleh ibu tersebut bersama suaminya dalam upaya mencari anaknya yang hilang. Lalu ibu tersebut bercerita bahwa mereka sudah pergi ke berbagai paranormal dan orang pintar.

Setiap kali paranormal dan orang pintar yang mereka datangi mengatakan bahwa anaknya ada disuatu daerah, maka suaminya langsung pergi ke daerah tersebut, sampai mereka pun harus mengambil cuti dari kantornya hanya untuk mencari anak mereka. Namun sampai hari Senin masih belum diketemukan dimana anaknya berada. Suaminya bahkan sudah jarang pulang karena terus-menerus mencari anaknya. Petunjuk paranormal dan orang-orang pintar, tidak menolong mereka menemukan anak itu. Kebetulan sesampainya di rumah layat, belum ada tamu pelayat yang berkunjung, lalu saya usulkan kepada rekan-rekan untuk melayani ibu tersebut saat itu juga.

Ibu Neneng selaku tuan rumah, mengijinkan dan mengerti alasan kami, sebab beliau juga adalah salah satu jemaat Gereja RDSB-Pusat. Kami mulai pelayanan tersebut dengan menceritakan tentang Isa Bin Maryam kepada ibu tersebut sampai dia mengerti. Lalu Ibu Tress yang menerangkan tentang perpindahan alam Roh bila seseorang menerima Isa Bin Maryam di dalam hidupnya sebagai Al Masih (artinya Mesias atau Juru Selamat). Setelah itu kami menanyakan “Maukah Ibu menerima Isa masuk kedalam hati sebagai Tuhan dan Juru Selamat?” Ibu itu akhirnya mengiyakan tawaran kami, dan saya bimbing dia untuk menerima Yesus ke dalam hatinya. Kami lalu berdoa mematahkan dan menolak semua pengaruh dari paranormal dan orang-orang pintar termasuk mantera-mantera, jampi-jampi, air-air yang sudah diminum mereka. Kami hancurkan Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus! Kemudian kami minta kepada Bapa di Sorga di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, para Malaikat Sorgawi untuk mencari Meta yang diculik sampai ketemu, dan apabila sudah ditemukan, kami perintahkan para Malaikat Sorgawi untuk bicara di telinga orang-orang yang menculik Meta, untuk cepat mengantarkan anak tersebut kepada orang tuanya. Kalau para penculik itu masih bandel dan tidak mau antarkan pulang anak tersebut, buat mereka menjadi gelisah dan ketakutan. Juga kami berdoa supaya anak tersebut tidak diapa-apakan oleh penculiknya. Haleluya Amin!!

Setelah selesai berdoa, ibu tersebut pulang kerumahnya bersama saudari Evi dan Ibu Resanti, sedangkan saya kembali ke Gereja RDSB. Sesampainya di Gereja saya harus melayani mereka-mereka yang meminta pelayanan pelepasan karena hari itu adalah jadwal Pelayanan Pelepasan Gereja RDSB, mereka yang ingin dilayani sudah menunggu agak lama. Pelayanan Pelepasan tersebut akhirnya selesai jam 2 siang, lalu saya pulang kerumah. Selang beberapa hari, saya teringat tentang ibu tersebut dan ingin menanyakan kelanjutan kabar anaknya. Saya menelepon kepada Saudari Evi, yang membawa ibu tersebut hari senin yang lalu. Puji Tuhan Yesus yang kita sembah, Yesus membuat saya bangga luar biasa. Dia bilang “Puji Tuhan Bu, setelah kita doakan kemarin Senin, besoknya anak tersebut sudah dipulangkan oleh penculiknya, kabarnya anak tersebut dihipnotis sampai tidak sadar dan kemudian mau saja dibawa pergi oleh orang itu.” Halleluya!” Saya bersukacita mendengar hal tersebut dan bersyukur pada Tuhan Yesus karena pekerjaannya luar biasa, anak yang sudah hilang diculik selama satu minggu ternyata bisa kembali dengan selamat, Puji Tuhan! Tuhan Yesusku Luar Biasa !! Halleluya!







BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003