Edisi Kedelapan - Maret | April | Mei 2003





Halaman Muka


Cari Kata:
Dari Situs :


Kantor Redaksi :
Gedung RDSB Lt.2
Jl. Soekarno-Hatta 73
Bandung - Indonesia

Account Bank :
Bank Central Asia
Sumbersari - Bandung
Ac. 157 11 888 78
an. R. Iwan Indra Irawan



Statistik Pengunjung

Administrator




Kamis, November 21, 2002

Tulang Rusuk

Oleh : Henky

Kalau anda cukup lama bergabung dengan Revival Mailing List, tentu Anda ingat artikel "Soulmate" yang pernah saya kirimkan beberapa tahun silam. Artikel ini sebetulnya menjadi semacam pegangan bagi saya pribadi untuk mencari "tulang rusuk", dibuat ketika saya bertanya, "Tuhan masa iya sih tidak ada tulang rusuk buat saya?" Beberapa hari saya terus berdoa meminta hikmat dari Allah Bapa untuk menjawab pertanyaan saya, akhirnya muncul beberapa pengertian yang Tuhan berikan yang saya rangkum menjadi artikel, kemudian saya kirim ke milis. Berbekal hal itu, saya imani pengertian yang sudah Tuhan buka bagi saya. Saya bahkan percaya, bahwa Allah sudah mempersiapkan sedemikian rupa "tulang rusuk" saya. Sambil terus menunggu, saya makin banyak terlibat berbagai pelayanan, yang kebanyakan dilakukan melalui jaringan internet, entah itu update situs kristiani, diskusi di milis kristiani atau diskusi antar pribadi seputar kerohanian. Munculnya "sang tulang rusuk" kurang lebih satu tahun sejak artikel "Soulmate" tersebut saya posting ke milis.

Suatu saat saya ditawari oleh Ibu Daud untuk membuka pelayanan melalui majalah, yang kemudian dikenal dengan nama "Berita Sorgawi". Ide membuat majalah ini sebetulnya sudah lama saya diskusikan dengan beliau, hanya saja terasa akan terealisasi sekitar pertengahan tahun 2001. Saat itu saya tengah mempersiapkan tugas akhir. Rasanya berat kalau saya harus mengerjakan tugas akhir sambil pelayanan melalui majalah karena dalam bayangan saya, pastilah saya sendiri yang akan bekerja keras untuk mempersiapkan majalah tersebut. Puji Tuhan, Ibu Daud mengatakan "Kamu tidak perlu kuatir, nanti ada orang yang bantu kamu untuk lay-out majalah, kamu tinggal mengatur saja sesuai konsep kamu!" Akhirnya saya setuju. Rapat pertama dengan orang-orang yang bersedia membantu pelayanan ini, dilakukan di Gereja RDSB Pusat. Saya ditunjuk jadi wakil pemimpin redaksi dan konsultan desain. Yang lain ditunjuk sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Saat itu ada seorang nona yang ditunjuk untuk me-layout majalah karena pengalamannya sebagai desainer grafis. Edisi pertama, kami mengkonsep perupaan majalah tersebut, singkat cerita, karena konsep tersebut mengandung banyak idealisme, para pengurus yang lain akhirnya menyerahkan sepenuhnya konsep majalah tersebut kepada saya "sebagai Wapemred dan konsultan" dan nona tersebut "sebagai Layout-er". Kami bekerja secara profesional untuk majalah pertama ini. Akhirnya majalah tersebut sudah siap dicetak. Saya diajak Ibu Daud pelayanan ke Belanda, maka tugas akhir saya tunda ke semester berikutnya. Urusan percetakan, saya serahkan pada nona itu, karena dia yang paling tahu susunan isi majalah. Sepulang dari Belanda, majalah Berita Sorgawi edisi pertama selesai dicetak. Kemudian dibagikan secara gratis melalui Gereja RDSB. Beberapa minggu kemudian, tim redaksi kembali mempersiapkan majalah edisi kedua. Lagi-lagi saya banyak berhubungan dengan nona tersebut untuk bertukar pikiran mengenai konsep dari A -Z. Tapi ketika mempersiapkan konsep untuk majalah kedua tersebut, ceritanya menjadi agak lain.

Suatu hari tengah malam, ketika saya menyiapkan sebuah iklan untuk majalah, tiba-tiba Tuhan berbicara pada saya, "Aku sudah mempersiapkan yang engkau butuhkan." Saya berhenti sejenak. "Apakah itu Tuhan?!" "Tulang rusukmu." Sambil kaget bercampur happy saya bertanya lagi pada Tuhan, "Siapa dia?!" Tuhan jawab, "Nona yang membantu kamu me-lay-out majalah adalah tulang rusukmu..." Saya terbelalak bukan main, rasanya seperti tersedak. Perlu diketahui, dalam sejarah pekerjaan saya, belum pernah terpikir untuk "jadian" dengan partner pelayanan, bahkan "jadian" dengan teman atau sahabatpun belum pernah terlintas di pikiran saya. Konsep saya saat itu adalah: Tulang rusuk saya adalah orang nun jauh disana, belum pernah saya kenal sebelumnya dan tiba-tiba muncul dihadapan saya dan berkata 'aku adalah tulang rusukmu'. Naif memang, tapi saya betul-betul hampir tidak percaya kalau ternyata hal tersebut bertolak belakang dengan yang pernah saya pikirkan. Akhirnya beberapa hari saya bergumul benar-benar tentang hal ini. Ternyata si dia punya cerita lain lagi. Juga pada suatu hari ditengah malam ketika sedang me-lay-out majalah edisi kedua, tiba-tiba bayangan muka daku melintas dalam pikirannya. Berhubung saat itu si dia sudah cukup mahir dalam alam roh, akhirnya si dia mengusir bayangan daku dengan "bahasa tengking" "Dalam Nama Tuhan Yesus aku usir bayangan si Henky!!" Tapi Tuhan bilang, "Jangan diusir, dia penudungmu." (Setelah si dia bercerita pada saya tentang hal ini, saya nyeletuk, "Ya ampun, emang muka daku mirip roh jahat ya?!"). Namun demikian, si dia masih cek dan ricek, terus bergumul dan berdoa kepada Tuhan, dan jawabannya tetap sama.

Tanggal 20 Oktober 2001 hari terakhir kami briefing. Besoknya akan dibuat film untuk cetakan. Saya merasa tidak karuan, begitu juga dengan si dia. Rapat hanya dilakukan lima menit, setelah itu saya dan si dia cepat-cepat pulang karena tidak tahan kalau bertatapan untuk berbicara. Saya sendiri benar-benar berbicara terbata-bata, dan muka si dia pun tampak memerah. Pada malam harinya, saya terus bergumul sampai akhirnya saya katakan, "Tuhan, kalau Engkau memang menetapkan si dia jadi tulang rusuk saya, maka saya akan minta hari ini juga untuk menjadi pasangan saya dan dia harus menjawab 'Iya', tanpa harus menjawab berlama-lama. Apabila dia menunda jawabannya, maka saya putuskan bahwa si dia bukan tulang rusuk saya Amen!" Dengan mantap namun masih grogi, akhirnya saya putuskan untuk meng-SMS si dia. Haleluya Puji Tuhan, proses berjalan normal dan singkat. Si diapun mengaku sudah diberi tahu oleh Tuhan dan mendapat ayat peneguhan mengenai hal ini. Akhirnya tanggal 21 Oktober 2001 Jam 00.14 WIB, kami memulai babak baru suatu relationship, hubungan yang lebih dari sekedar partner pelayanan... Beberapa menit kemudian saya mengusulkan untuk bicara melalui telepon, dan si dia mengiyakan. Dari pembicaraan kami per telepon, kami sepakat untuk memberitahu orang tua kami dalam waktu dekat, namun si dia berkata "Apakah bisa kalau kita bersatu tapi berlainan ras?" (pertanyaan klasik namun bagi sebagian orang selalu menjadi bibit persoalan antar keluarga). Saya katakan, "Dalam Firman Tuhan, seluruh orang percaya adalah warganegara kerajaan Sorga, tidak ada lagi ras A, B dan ras C, sebab semuanya layak ditebus oleh darah Yesus, tidak ada lagi orang A, B dan lain sebagainya, yang ada hanya satu ras didalam Kristus Yesus. Lagipula kalau kita dipersatukan oleh Kristus, saya yakin tidak akan ada masalah-masalah seperti ini!" Si dia pun menjawab "Ok deh!"

Beberapa hari kemudian, si dia memberitahukan kepada orang tuanya. Orang tuanya membawa hal ini dalam doa sampai akhirnya Tuhan menjawab sendiri kepada mereka. Saya sendiri belum beritahu hal ini kepada orang tua saya karena Pak Daud saat itu pelayanan di P. Bangka dan Ibu Daud pelayanan di P. Bali. Jujur saja, kedua orang tua saya cukup tegas untuk hal-hal yang beginian. Itu menjadi salah satu penyebab kenapa saya menunda memberitahukan, selain tentunya karena mereka masih di luar pulau. Saya pikir, nanti saja kalau mereka sudah kembali ke rumah. Tapi saya malah makin terdorong untuk memberitahu, akhirnya memutuskan untuk menelepon. Langsung terlontar dari mulut saya "Ma, tolong doakan saya!" "Ada apa Henk?!" "Ini mengenai tulang rusuk saya" "Kenapa?!Apa kamu kuatir tidak dapat tulang rusuk?!" "Bukan, saya justru sudah dikasih tahu Tuhan siapa tulang rusuk saya." "Oh ya?! Siapa dia?" Lalu saya katakan "Si dia...!" "Hah?! Wah... kamu harus benar-benar tanya Tuhan, hal seperti ini tidak bisa main-main..." "Iya, saya juga sudah tanya Tuhan, dan Tuhan jawab memang si dia..." "Ah yang bener...?!" Akhirnya kita terlibat pembicaraan panjang lebar. Ibunda bersikukuh supaya saya benar-benar bertanya kepada Tuhan, akhirnya saya katakan,"Ma, kalau kita ngobrol terus seperti ini kayanya tidak bakalan selesai. Saya sebagai anak sudah tanya benar-benar pada Tuhan, sekarang giliran Mama dan Papa yang tanya kepada Tuhan sebagai orang tua!" Dan Ibunda pun menjawab "Ok... nanti Mama bicara dulu dengan Papamu." Kabarnya beberapa menit kemudian, Ibunda langsung menghubungi Ayahanda dan terlibat pembicaraan serius...

Beberapa minggu kemudian, Bapak dan Ibu Daud pulang setelah berminggu-minggu pelayanan di luar pulau. Lalu kami terlibat pembicaraan. Intinya, beliau berdua setuju setelah mereka sendiri mendengar jawaban dari Tuhan. Seperti biasa, petunjuk dan nasihat pun diberikan sebagai bagian dari tanggung jawab orangtua kepada anak-anaknya. Akhirnya hubungan kamipun disetujui.

Terima kasih Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus, Engkau memang luar biasa baik. Dalam perjalanan hubungan kami, banyak hal-hal indah telah kami lalui bersama, bukan hanya hal indah yang biasa-biasa saja, tapi yang benar-benar luar biasa. Suatu kali kami berdoa bersama, dan saya mentransferkan urapan mujizat "Gold And Diamond Dust" kepada si dia, selang beberapa menit kemudian ditangannya bermunculan "Gold Dust". Beberapa hari kemudian juga muncul "Diamond Dust" dalam jumlah yang lebih banyak. Juga pernah barang kami hilang diambil orang, tetapi kembali karena kami sudah mengenal pelayanan Malaikat Allah. Kami berdoa sehati perintahkan Malaikat Allah untuk bisiki kedua telinga si pencuri untuk segera kembalikan barang dalam Nama Tuhan Yesus. Barang kami ada di pos satpam dalam waktu tiga jam kemudian.

Tanggal 13 September 2002, kami bertukar cincin. Dalam acara itu, pihak keluarga kami menyampaikan kesaksian-kesaksian yang telah kami alami bersama Tuhan ketika mendapatkan pasangan hidup. Acara ini saya yakin menjadi berkat yang melimpah bagi setiap orang yang hadir. Haleluya! Demikian kesaksian pribadi saya, semoga menjadi berkat untuk Anda. Terima kasih Allah Bapa yang luar biasa baiknya, terima kasih Tuhan Yesus, Engkau Tuhan yang hidup, Terima kasih Roh Kudus yang selalu membimbingku... Puji Tuhannnn...! Kasih Karunia yang dari Allah Bapa melingkupi kita, Amin!






BeritaSorgawi.com
Hak Cipta 2001-2003