Oleh Ev. Priyo Prasetyawanhadi
Selama kunjungan ke Bandung bulan September 2002, saya tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Saya mempergunakan waktu yang ada untuk pelayanan. Waktu menjelang keberangkatan saya kembali ke Muara Teweh, ada seorang ibu membawa putrinya ke rumah dimana saya tinggal selama di Bandung. Kedua orang tersebut ternyata adalah orang yang taat dengan kepercayaannya. Ibu dan putrinya menceritakan masalah mereka kepada saya. Si putri ibu tersebut ternyata memiliki penyakit pusing yang menahun. Jika sakit pusingnya datang, hal itu diawali dengan matanya gelap, lalu pusing seperti kepala mau pecah. Begitu rasa sakit pusing memuncak, kepalanya dibenturkan ke dinding tembok secara tidak sadar. Begitu sakit pusingnya reda, anak tersebut baru sadar bahwa ada bagian kepalanya yang telah dibenturkan ke tembok.
Anak gadis tersebut berumur dua puluh dua tahun. Dia mulai dijangkiti penyakit pusing tersebut sejak tahun 1995. Sakit pusing ini sangat menggangu pekerjaannya di pabrik tekstil karena sering kambuh di saat anak tersebut bekerja, sehingga sangat membahayakan jiwanya. Karena sering kambuh, anak gadis tersebut keluar dari pekerjaannya. Ia sudah sering pergi ke dokter dan tusuk jarum. Menurut diagnosa dokter, pusingnya karena salah satu giginya. Dokter menyarankan gigi gerahamnya dicabut untuk menghilangkan sakit kepalanya. Tapi setelah gigi gerahamnya dicabut, bukannya dia sembuh malah pusingnya sering kambuh. Begitupun dengan tusuk jarum yang menjanjikan kesembuhan, tetapi tetap tidak menyembuhkan sakit pusing yang dideritanya.
Sebelum anak gadis tersebut saya doakan, saya memberitakan Injil dahulu kepada anak gadis dan ibunya. Saya katakan bahwa saya bukanlah dukun, tapi saya adalah seorang penginjil. Penyakit anak Ibu ini disebabkan oleh serangan iblis, setan dan kroni-kroninya. Penyakit ini tidak akan sembuh oleh dokter manapun juga. Hanya Tuhan Yesus yang bisa sembuhkan anak Ibu. Lalu saya bertanya kepada mereka: "Apakah Ibu percaya bahwa anak ibu akan disembuhkan oleh Isa bin Maryam?" Ibu dan anak diam saja. Rupanya kedua orang ini belum tahu tentang Tuhan Yesus Kristus. Kemudian saya buka kitab lain dan dibaca oleh ibu dan anak tersebut. Saya membuka sebuah surat di sebuah kitab yang mengatakan bahwa yang mengetahui hari kiamat hanyalah Isa bin Maryam. Kemudian saya membuka lagi surat lain di dalam kitab tersebut yang mengatakan bahwa: yang hanya mengetahui hari kiamat hanyalah Allah. Saya katakan kepada ibu dan anak ini: "Jadi Isa bin Maryam adalah Allah itu sendiri, Ibu. Orang Kristen menyebutnya Yesus Kristus. Jadi, Ibu, Isa bin Maryam tidak hanya untuk orang Kristen saja, tetapi untuk semua umat manusia di dunia ini." Lalu saya bertanya lagi, "Apakah ibu berdosa saat ini?" Ibu tersebut menjawab, "Ya berdosa!" "Apakah Ibu mau dosa ibu dihapus" "Ya mau" jawab Ibu tersebut. "Sebetulnya Isa bin Maryam sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa Ibu, anak ibu dan semua umat manusia di dunia ini. Oleh karena itu, yang perlu Ibu dan anak Ibu lakukan hanyalah mengaku Isa bin Maryam sebagai Tuhan dan juruselamat, serta mengundang Isa bin Maryam masuk kedalam hati ibu dan anak ibu. Maka saat itu juga dosa-dosa ibu dan anak ibu dihapuskan. Serta penyembuhan anak ibu gampang sekali karena Isa bin Maryam telah menanggung semua beban kutuk, dosa dan sakit penyakit seluruh umat manusia. Setelah mendengar penjelasan saya, akhirnya anaknya saya bimbing untuk mengundang Yesus Kristus masuk ke dalam hatinya. "Apakah anda sudah siap untuk didoakan?" Anak tersebut menjawab: "Ya siap!"
Anak gadis tersebut saya suruh duduk lalu saya mulai berdoa dengan berbahasa Roh serta menumpangkan tangan di atas kepala anak tersebut. Kemudian saya katakan: "Dalam nama Yesus Kristus, aku bakar dengan Api Roh Kudus yang menyala-nyala!" Ibunya muntah-muntah, tapi si anak tidak muntah. Saya ulangi berkali-kali kata-kata tersebut, dan berkali-kali juga ibunya muntah-muntah. Tetapi anak gadis tersebut tetap diam, matanya terbuka, tidak terjadi manifestasi. Sudah satu jam saya berdoa dengan berbahasa Roh serta tumpang tangan di atas kepala anak gadis tersebut, tetapi tetap tidak terjadi apa-apa. Mata anak tersebut menatap terbuka dan masih sadar. Mulut saya mulai terasa kering. Kemudian saya bertanya kepada Roh Kudus: "Tuhan saya capai, sudah ya saya akhiri doa saya." Roh Kudus menjawab: "Jangan berhenti berdoa, teruskan doa bahasa Rohmu. Anak ini sakit pusing karena ada roh orang mati yang merasukinya." Saya jawab: "Oh, ya!" Kemudian saya meneruskan doa saya. Tidak berapa lama, kepala anak gadis ini mulai bergoyang-goyang dan matanya mulai berkedip-kedip. Dia mulai terkena Urapan Roh Kudus yang kuat sehingga roh orang mati yang ada di dalam anak ini mulai berma-nifestasi. Kemudian anak ini saya rebahkan ke lantai. Saya terus menerus berdoa dalam bahasa Roh. Makin keras dan kencang saya berbahasa Roh, makin kencang pula kepala dan tangan anak tersebut bergerak-gerak. Matanya tertutup. Kemudian saya bertanya: "Hei siapa kamu?" Roh orang mati itu tidak menjawab.
Kemudian Roh Kudus memberitahu saya bahwa roh orang mati tersebut kepalanya pecah dan lehernya hampir putus. Dalam Nama Yesus Kristus, saya rekatkan kepala yang retak dan saya sambung leher yang hampir putus. Saya minta Roh Kudus melayani anak gadis ini dan saya minta Malaikat Sorgawi membantu membimbing roh orang mati itu keluar dari tubuh anak gadis tersebut dan dibawa malaikat Sorgawi menuju ke tempat yang semestinya. Saya melakukan hal ini karena masih ada orang lain lagi yang perlu saya layani. Anak gadis tersebut tidak sadarkan diri dalam Urapan Roh Kudus hampir dua jam lamanya. Setelah dia sadar, dia bercerita bahwa sekarang badannya terasa ringan dan pusingnya sudah hilang. Pada waktu anak gadis tersebut dalam urapan, dia mencoba untuk membuka matanya tapi tidak bisa. Beberapa hari kemudian, saya mendapat kabar bahwa anak gadis tersebut sudah sehat dan tidak pusing-pusing lagi seperti dulu. Pantangan makanan yang dianjurkan oleh dokter selama ini sudah tidak berlaku lagi, sekarang dia makan semua makanan tanpa ada pantangan. Tetapi salah satu matanya agak kabur, karena giginya pernah dicabut paksa oleh dokter.
Tuhan Yesus Kristus memang tidak hanya untuk orang-orang Kristen saja, tetapi semua orang ternyata membutuhkan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin!