Kesaksian Jemmy SA & Irene
Saya ingin memberikan kesaksian tentang anak saya yang berumur 20 bulan (Nathan) yang mengalami dysentri amoeba dan mengalami kesembuhan tanpa obat dan dokter dalam jangka waktu yang tidak lebih dari satu minggu.
Pada tanggal 15 Mei 2002 sore, Nathan mengalami demam ( ± 38°C) dan tidak lama kemudian pada saat dia buang air besar mengalami menceret disertai dengan darah segar, lendir dan bau yang sangat tidak enak. Pada saat ini saya sangat kaget dan kemudian saya memanggil suami saya untuk melihat kotorannya dan memastikannya apakah benar terdapat darah dan lendir seperti yang saya lihat.
Selintas dipikiran saya, saya sempat berpikir untuk membawa Nathan ke dokter karena saya panik tetapi kemudian Roh Kudus berbicara TIDAK , melainkan saya harus berdoa dengan iman dan percaya penuh untuk mendapat kesembuhan atas Nathan.
Akhirnya kami mengambil keputusan untuk tidak membawa Nathan ke dokter tetapi kami hanya membawa faecesnya (kotorannya) untuk diperiksakan ke laboratorium, hal ini kami lakukan untuk mengetahui lebih lanjut bakteri/amoeba apa yang dia alami dan dengan mudah kami dapat mengusirnya keluar dari tubuh Nathan.
Walaupun hasil laboratoriumnya baru bisa kami terima besok harinya (16 Mei 2002), saya bersama suami juga Nathan tetap terus berdoa, menyembah kepada Tuhan Yesus dan kami percaya penuh oleh bilur-bilurNYA dan darah Kristius penyakit dysentri dan demam Nathan dapat segera lenyap dan sembuh total.
Akibat dari buang air yang berkepanjangan akhirnya tubuh Nathan juga mulai lemas dan dia tidak selincah seperti biasanya tetapi dia masih menurut pada saat kami ajak dia berdoa dan menyembah sampai pada akhirnya dia tertidur.
Besok paginya sebenarnya Tuhan telah memperlihatkan tanda-tanda kesembuhan (mujizat) karena suhu badan Nathan telah kembali normal (36.5°C) dan dia mulai lincah kembali. Saya juga memp[erhatikan kotorannya pada saat dia buang air besar, dimana sudah tidak terdapat darah dan lendir lagi walaupiun masih berbentuk cair.
Sore harinya suami saya ke laboratorium untuk mengambil hasil testnya dan ternyata dari hasil tersebut banyak ditemukan darah, ada lendir serta ada amoebanya yang bernama entamoeba coli (hasil lab terlampir 16/5). Karena kebetulan papa saya seorang dokter maka dia tahu persis bahayanya penyakit ini dan dia sangan kuatir sekali akan keadaan Nathan. Akhirnya papa saya secara terus menerus mendesak saya untuk membawakan Nathan ke dokter untuk ditangani secara rutin/spesifik. Pada saat ini saya masih tetap bersikeras untuk tidak membawakan Nathan ke dokter dan saya mendapat dukungan penuh dari suami saya, tetapi karena papa terus mendesak dan menjelaskan hal-hal yang buruk apabila Nathan tidak ditangani secara khusus maka hal ini sedikit banyak sangat mengganggu iman saya (ada kebimbangan). Tidak lama kemudian pada saat Nathan buang air besar terdapat kembali darah dan lendir didalam kotorannya dan hal ini terjadi sampai beberapa hari. Pada hari sabtu (18/5) akhirnya saya memutuskan untuk menelpon Ibu Pnt. Dorcas Daud dan saya menceritakan semua persoalan saya. Kemudian beliau ikut mendoakan Nathan dan juga mengatakan kepada saya untuk tidak membuka celah atas kebimbangan dan keraguan iman saya karena kita harus mempunya iman yang benar-benar murni.
Karena pada akhirnya saya tetap bersikeras untuk tidak membawa Nathan ke dokter atau makan obat apapun, maka hubungan saya dan papa ada sedikit kesalahpahaman terutama dalam hal iman.
Selain saya mau memiliki iman yang benar-benar murni dihadapan Tuhan Yesus, saya juga mempunyai misi yang besar di dalam keluarga saya. Maka dari itu saya katakan kepada seluruh keluarga saya bahwa saya akan membuktikan Tuhan itu hidup dan bisa menyembuhkan serta bisa melakukan mujizat bagi kita semua yang percaya kepadaNYA.