Kesaksian Meike Kho
Syalom, tanggal 29 Maret 2002 sampai dengan tanggal 7 April 2002 yang lalu saya pulang kampung untuk menjemput papa saya yang sudah berada di sana selama 3 bulan. Saat waktu ditetapkan untuk pulang, papa saya setuju untuk saya jemput tapi setelah di sana papa saya berubah pikiran sebab ia ingin mengganti sebagian seng atap rumah di sana jadi kedatangannya ke Jakarta tertunda selama 1,5 bulan.
Beberapa saudara menyesalkan hal ini sebab menurut mereka saya sudah berusaha untuk mendapatkan cuti selama seminggu dari kantor, sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh, sudah menghabiskan ongkos yang tidak sedikit tapi misi yang sudah direncanakan 'gagal'. Tapi saya tidak menyesalkan hal ini sebab minimal saya sudah datang menengok papa saya dan rumah masa kecil yang sudah saya tinggalkan selama 20 tahun.
Tapi Tuhan LUAR BIASA baik kepada saya, di sana Ia memberkati saya secara luar biasa sehingga dapat menyalurkan berkat-Nya bagi banyak orang yang ada selama 10 hari di sana.
Seorang kerabat keluarga yang sudah 7,5 tahun di bawah serangan roh-roh jahat melalui santet, mantra dan sihir dari kakak iparnya sendiri dan keluarga mereka sehingga hartanya habis ludes semua, nyawanya yang terus terancam tiap hari bahkan sudah divonis dokter ia menderita kanker otak yang parah (tapi pernah didoakan seorang hamba Tuhan dan sembuh total), sudah hilang ingatan (tidak ingat lagi apa yang diperbuatnya selama 7,5 tahun terakhir), ketika konseling beberapa kali dan saya doakan maka ia merasa kepalanya pecah dua dan ia mulai dapat mengingat lagi apa-apa yang ia alami selama 7 tahun ini (ingatannya menjadi normal kembali), bagaimana kakak dan kakak iparnya mencuri dan menghabiskan seluruh hartanya sampai ludes...des...des... Ia merasa kepalanya sakit sekali dan ketika saya doakan sekali lagi ia mengalami kesembuhan total.
Saya ajarkan ia untuk penuh dengan kuasa Allah dan mulai berperang melawan semua kiriman-kiriman roh-roh jahat ini, sebab selama ini ia hanya bersikap menerima saja, membela diripun tidak jadi pasti ia kena serangan terus dan nyaris kalah terus hanya karena kasih karunia dan pembelaan Tuhan saja ia bisa lolos disaat-saat yang paling kristis tapi sekarang bersama dengan Tuhan Yesus dan seluruh pasukan malaikat sorgawi ia bukan hanya sekedar membela diri (sebab membela diri terus lama-lama capai dan bisa kalah) tapi ia bangkit dan balas menyerang dengan iman percaya bahwa bersama dengan Tuhan Yesus ia PASTI menang. Saya ajarkan cara ia memandang semua yang ia alami selama 7,5 tahun ini dengan cara pandang Kristus, belajar mengucap syukur dan bersuka cita senantiasa sebab Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu : mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Saya katakan hancurkan pekerjaan-pekerjaan si jahat dengan kuasa Allah tapi engkau tetap mengasihi kakakmu, kakak iparmu dan berdoa bagi mereka agar mereka dapat mengenal Kasih Kristus dalam kehidupan mereka, berkati mereka sebab kalau mereka penuh dengan berkat Allah maka tak usah ke dukun-dukun (selama ini sudah 7 dukun) untuk cari kekayaan dengan cara santet orang dan makan kekayaannya. Saya tanamkan di dalam pikirannya bahwa melalui semua penderitaan, aniaya dan bayang-bayang maut yang ia alami maka Allah bekerja melalui semua ini dengan membebaskannya secara ajaib setiap hari agar ia terlatih dengan sangat baik untuk menolong orang-orang lain yang berada dalam keadaan yang sama dan membebaskan mereka semua sebab ia sudah terlebih dahulu menang atas perkara-perkara yang sama dan hal ini yang mulai ia lakukan saat ini.
Kemarin (tanggal 15 April 2002) saya dengar ia lagi keluar kota untuk menolong seseorang yang juga menjadi korban santet, di dalam bus ia diikuti dua orang dukun kakak iparnya, ketika ia turun di terminal kota tujuan, mereka berniat mengeroyok dan menangkapnya tapi sejak di dalam bus ia sudah berdoa dan ia terus memegang minyak urapan yang saya berikan padanya, ia siap mengurapi dahi ke dua lelaki yang romannya seperti drakula ini dengan minyak urapan sambil berkata, "Terimalah urapan kuasa Roh Kudus, dalam Nama Tuhan Yesus" dan ia yakin pasti mereka terpelanting jatuh. Tapi kedua dukun ini langsung mundur dan menghilang.
Sempat di sana juga ada seorang ibu datang ke tempat saya, ia mengeluh bahwa belakangan ini ia sakit kepala terus, asam uratnya tinggi dan ia tidak bisa/sukar sekali untuk bisa berdoa dan baca firman Tuhan lagi. Roh Kudus beritahu dia, bahwa jiwanya diblokir oleh roh orang mati, ketika saya sampaikan hal ini ia tampak terkejut karena ia ingat beberapa waktu lalu tetangga rumahnya meninggal dunia dan waktu ia mendengar kabar ini ia sendiri tidak mengerti mengapa reaksinya begitu terkejut dan sejak saat itu gejala yang dia alami sampai saat ini mulai terjadi. Padahal ia adalah ibu yang beberapa tahun lalu saya ajarkan tentang kebenaran firman Tuhan tentang persepuluhan dan ketika ia melakukannya dengan taat sampai hari ini maka berkat Tuhan melalui tanaman seldreinya mengalir terus sehingga ia dapat menyekolahkan anaknya sampai S2 di sebuah Sekolah Theologia. Ketika kebenaran firman Tuhan satu persatu saya beritahukan sesuai dengan aliran air hidup Roh Kudus yang mengalir terus dari mulut saya tiba-tiba ia mengakui kepalanya mulai enteng, tidak sakit lagi dan tiba-tiba rohnya menyala-nyala lagi untuk Tuhan, jadi tinggal pegang kepalanya sedikit ajak ia berdoa pengakuan iman akan segala sesuatu yang Tuhan Yesus telah lakukan bagi dia di kayu salib 2002 tahun yang lalu iapun segera terlepas dan sembuh. Sekarang roh-nya menyala-nyala penuh untuk melayaniTuhan seperti yang ia rindukan. Ia minta saya menyempatkan waktu untuk mendoakan seorang kakaknya yang menderita stroke dan keadaannya sudah sangat menyedihkan setelah suaminya meninggal 2 bulan yang lalu.
Beberapa hari kemudian saya ikut dia ke rumah kakaknya. Memang keadaan kakaknya cukup menyedihkan karena darah tinggi ia mengalami stroke sekalipun sekarang bisa jalan sedikit-sedikit di dalam rumah tapi wajahnya pucat, kurus dan padam (tidak ada sinar kehidupan di sana), usianya masih muda tapi sudah seperti nenek-nenek tua. Roh Kudus mengatakan ia mengalami kekecewaan berat dengan hidupnya yang terus miskin (ada kutuk kemiskinan mengikat keluarga ini) kemudian karena darah tinggi ia kena stroke juga diikat oleh berbagai penyakit lainnya dan baru-baru ini suaminya meninggal dunia sehingga pencari nafkah dalam keluarga inipun lenyap, ia hanya mengharapkan anaknya yang masih remaja segera dapat diterima bekerja di sebuah toko.
Saya beritakan firman Tuhan kepadanya dan mengatakan Tuhan Yesus mengasihinya dan ingin menolongnya. Ternyata ia mau buka hati, saya tuntun ia lahir baru, tuntun ia mengadakan pengakuan iman akan seluruh hal yang Tuhan Yesus telah lakukan dalam hidupnya, saya putuskan semua kutuk-kutuk yang mengikatnya, usir semua sakit-penyakitnya, alirkan aliran air hidup menghidupkan kembali semua bagian-bagian yang mati akibat stroke termasuk matanya yang sudah menjadi sangat lamur, air mata terus mengucur di matanya, saya alirkan urapan kasih dari Bapa ke dalam hatinya yang penuh dengan luka kekecewaan dan pahit hati akan hidup ini, saya minta Roh Kudus mengurapinya dengan sukacita dan semangat yang baru. Jam-jam yang singkat itu Roh Kudus menuntun saya mengisi dia penuh-penuh dengan kebenaran firman Allah yang memerdekakan dia dan membawanya kepada kemenangan, saya ajarkan bagaimana menyadari diri bahwa ia adalah anak Allah yang harus bersikap layaknya anak Allah. Saya baptis dia juga dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, sebab ia mengeluh untuk dibaptis saja di gerejanya harus belajar 1 tahun lamanya, itupun kalau lulus. Saya bilang, saya baptis dia sesuai dengan firman Tuhan dalam Matius 28:18-20 sebagai tanda ia sudah mati bersama Tuhan Yesus di dunia ini dan bangkit bersama Yesus dalam Kerajaan Allah (dilahirkan kembali oleh Air dan Roh) tapi bila ia nanti membutuhkan Surat Baptis resmi dari gereja, maka tak ada salahnya ikut prosedur gereja untuk menjadi anggota gereja dimana nanti ia akan beribadah. Setelah itu saya pulang.
Kemarin ada berita dari sana bahwa kakak perempuan saya melihat ibu ini sudah berjalan ke pasar untuk berbelanja tapi karena jaraknya terlalu jauh ia tidak bisa memanggil dan menegurnya. Saya bilang, "Puji Tuhan!" Sebab selama ini ia hanya mengurung di rumah penuh kesedihan dan kelemahan tubuh maupun jiwa (sebab ingatannya sudah suka lupa-ingat), tubuhnya sangat lemah akibat stroke juga matanya sudah sangat lamur, tapi sekarang dengan sehatnya ia berjalan ke pasar (jarak rumahnya ke pasar cukup jauh, bila jalan kaki bisa memakan waktu 30 menit). Saya jadi ingat ketika saya memegang kedua belah tangannya (setengah merangkulnya) terasa kasih Allah begitu deras mengalir kepadanya. Tuhan menyatakan kasihNya yang luar biasa kepada ibu ini.
Melihat cara saya menangani berbagai barang tumpas di rumah, cara mengusir setan, cara mendoakan orang sakit, dll sebagainya, anak kakak perempuan saya yang berumur 14 tahun langsung bilang mamanya, "Ma.., aku tidak mau jadi seperti koko, aku mau jadi seperti Ie Meike saja, jadi seorang penginjil dan ghostbuster (hahahaha)" Malam itu saya ajak dia untuk lahir baru (undang Tuhan Yesus masuk dalam hatinya untuk menjadi Raja dalam kehidupannya) dan diisi dengan sebanyak-banyaknya firman Tuhan yang bisa diisi saat itu, saja ajarkan beberapa hal praktis untuk terus bertumbuh secara rohani dalam kebenaran firman Tuhan dan untuk selanjutnya saya akan mengajarnya dari jarak jauh (melalui telepon, surat, dan kaset-kaset khotbah tentang pengajaran).
Di hari Jumat malam (5 April 2002) tetangga saya meninggal dunia dan saya menghadiri kebaktian penghiburan malam itu. Tepat di sebelah saya duduk seorang ibu (saya mengenalnya sebab dulu semasa SMA saya suka gunting rambut ke salonnya). Malam itu ia berkata, "Betapa semua orang membutuhkan keselamatan dari Tuhan Yesus dan betapa berbahagia orang yang sudah menerima keselamatan dari Tuhan" Dari kalimat itu bergulir percakapan tentang firman Allah (seperti biasa dimanapun saya berada, di dalam situasi apapun saya memang hidup mengalir bersama dengan Roh Kudus bagaikan aliran air) dan percakapan tentang kebenaran-kebenaran firman Tuhan terus berlanjut sampai kami bubaran dan pulang ke rumah masing-masing. Sampai saya kembali ke Jakarta saya tidak bertemu dengan dia lagi, tapi pada tanggal 13 April 2002 lalu saya mendapat telepon dari kakak saya yang mengatakan bahwa ada seorang Ibu. bernama Deasy dan anaknya sudah 4 kali mencari saya dan malam itu ia mau menelpon saya. Ibu itu sudah 18 tahun menikah dan hidup dalam penderitaan (18 tahun lalu ia seorang gadis yang sangat cantik dan ada seorang lelaki yang menginginkannya tapi bertepuk tangan sebelah dan guna-gunapun berjalan sehingga tanpa sadar ia mulai mengikuti lelaki ini dan akhirnya mereka menikah, wanita ini meninggalkan Tuhan Yesus dan ikut suaminya tapi selama 18 tahun ini ia sangat menderita, kalau pikirannya lagi hilang ia luntang lantung di jalanan bagaikan orang gila). Ibu ini memiliki seorang anak perempuan berumur 14 tahun, ketika ia berumur 6 tahun ia pernah terjatuh dan sejak itu ia tidak bisa membaca dan berhitung lagi sampai sekarang dan anak ini menderita sakit yang sangat dan berketerusan di perut bagian bawahnya bila sakitnya datang menyerang iapun mengamuk bagaikan orang kesetanan. Mereka datang untuk minta didoakan. Ketika saya tanya darimana mereka tahu tentang saya? Sebab saya belum pernah mengenal bahkan bertemu dengannya. Ternyata Ibu yang bertemu dengan saya di Ibadah penghiburan orang meninggal itu berkata kepadanya, "Pergi kepada Meike untuk didoakan sebab saya cuma berbicara sebentar dengannya malam itu maka seluruh beban yang ada di dalam diri saya terasa terangkat semuanya" Saudara-saudara, memang Injil adalah kekuatan Allah, pada saat kita memberitakan kebenaran firman Allah maka seluruh kekuatan Allah mem-back-up-nya sehingga ketika orang membuka hati mendengarnya maka kebenaran ini akan memerdekakan mereka semua dari berbagai sakit badani maupun jiwani dan merekapun mendapatkan kelepasan.
Ibu ini kemudian menelpon saya untuk minta didoakan, ia bilang suaminya sudah meninggalkan mereka sejak bulan Agustus 2001 yang lalu, ia sudah mau minta cerai. Saya sempat beritahukan kebenaran firman Allah tentang perceraian tapi pembicaraan segera harus diputus sebab Ibu ini menelpon dari Wartel dan uangnya hanya 10.000,- rupiah. Ia minta saya menelponnya balik di rumah omanya, sempat saya berpikir: "Wah, nelpon ke sana pasti mahal paling kurang Rp. 100.000,-" Saya janji mau telpon hari Senin pagi saja. Tapi malam itu Roh Kudus berbicara di hati saya untuk menghubungi Ibu ini jam 21.00 malam dan mendoakan dia dan malam itu saya telepon dia selama 30 menit. Ternyata ia dan anaknya sudah dilayani lahir baru di sana, jadi tinggal ajak dia percaya firman Allah dan mengakuinya dengan iman, mengampuni suaminya dan memberkatinya setelah itu saya ajak dia putuskan janji-janji yang ia pernah ucapkan waktu upacara pernikahan dia dengan suaminya yang dari agama seberang, saya patahkan kutuk-kutuk dan belengu roh-roh jahat dalam kehidupannya, usir keluar roh-roh jahat yang mengendalikan pikirannya, dll sebagainya sesuai dengan pimpinan Roh Kudus saja, begitupun dengan anaknya, saya alirkan urapan air hidup terus menerus ke seluruh pembuluh syaraf otak anak ini dan menghidupkannya kembali, sebelumnya saya hapus di dalam Nama Tuhan Yesus kejadian buruk yang ia alami ketika ia berumur 6 tahun, saya usir keluar roh-roh jahat yang menunggangi kejadian ini, cuci bersih dengan air hidup, saya minta Kasih Bapa memenuhinya dan saya minta Bapa memberikan kepada anak ini Roh Keahlian untuk membaca, menulis dan berhitung bukan hanya itu saja tapi juga Roh Hikmat dan Wahyu untuk mengerti isi kerajaan sorga untuk dapat melayaniNya dengan sungguh sebab anak ini bercita-cita untuk dipakai menjadi Alat Kerajaan Allah dan bisa menginjil kemana-mana.
Berita lanjutannya saya belum terima lagi sebab mereka sudah kembali ke rumahnya sendiri dan di sana belum ada telepon, saya akan mengfollow up dan mengajar anak ini melalui surat.
Ketika saya sudah akan berangkat naik taxi menuju airport untuk kembali ke Jakarta, seorang Ibu datang minta di doakan sebab seumur hidupnya ia sengsara dan sangat miskin, anak perempuannya yang sudah remaja terus memberontak dan suaminya sudah terkena sakit stroke. Ketika saya melihatnya, Roh Kudus berbicara langsung di mulut saya (selama ada di sana memang karunia hikmat dan marifat disertai vision bekerja dengan sangat baik, orang datang baru bicara sepatah dua patah kata Roh Kudus langsung membeberkan keadaan orang itu sampai jauh bahkan yang tidak pernah dipikirkan atau disadarinya, Roh Kudus membongkar orang-orang ini agar dapat dibersihkan, dimurnikan dan dikuduskan untuk dipakai bagi pekerjaan Tuhan yang membawa kemuliaan bagi NamaNya) bahwa Ibu ini banyak berbuat salah di mulutnya tanpa ia sadari apa yang ia ucapkan seumur hidupnya telah membawa kutuk bagi orang lain, keluarganya bahkan bagi dirinya sendiri. Waktu ini disampaikan ia menangis di hadapan Tuhan dan mengakui semua itu dan ia langsung bertobat sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Ketika saya tanya apakah ia sudah pernah mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam hatinya untuk menjadi Tuhan dan Raja dalam kehidupannya? Ia bilang belum pernah, sebab tidak ada orang yang mengajarkan hal itu kepadanya sekalipun ia sudah puluhan tahun menjadi orang Kristen dan taat ke gereja. Saya tuntun ia untuk lahir baru, mengakui semua dosa-dosanya, minta malaikat Serafim menguduskan mulut, bibirnya dengan api dari mezbah Tuhan, Roh Kudus bakar ia dengan api KudusNya, ajak ia adakan pengakuan iman akan semua yang sudah dikerjakan Tuhan Yesus di kayu salib baginya, patahkan semua kutuk kemiskinanm, kegagalan, penderitaan, sakit penyakit dalam dirinya dan keluarganya, usir semua roh-roh jahat maupun roh-roh orang mati yang mengikatnya kemudian diurapi dengan sukacita Roh Kudus dan Kasih Allah Bapa, saya ajarkan beberapa kebenaran firman Tuhan tentang hidup dalam kelimpahan sebagai anak-anak Allah, saya ajarkan dia mendoakan suami dan anak-anaknya dan saya bekali ia dengan satu botol minyak urapan yang biasa saya pakai untuk dia mendoakan sakit stroke suaminya, saya hanya bilang "Yang penting PERCAYA saja, oleh bilur-bilur Tuhan Yesus kita semua sudah disembuhkan" Kemudian saya buru-buru lari naik ke Taxi sebab sudah waktunya harus berangkat pulang sampai tas tangan saya hampir ketinggalan. Sampai di airport saya masih terus memberitakan Injil dan mengajar kebenaran-kebenaran firman Tuhan yang praktis dan sederhana kepada dua orang yang mengantar saya.
Sekalipun papa saya tidak berhasil saya jemput tapi perjalanan saya pulang kampung tidak sia-sia, tetap ada buahnya bagi Kerajaan Allah dan kemuliaan Nama Bapa di sorga sebab mereka memuji-muji Tuhan atas kasih dan pertolongannya bagi mereka. Saya juga mendapatkan 3 anak asuh yang berumur 14-15 tahun (suatu generasi penerus yang bukan lagi disebut GESANSLE (Generasi Santai Slebor) tapi akan menjadi utusan-utusan Allah di dalam dunia yang gelap ini, mereka akan membawa terang Kristus dan menggarami dunia sebab mereka adalah Terang dan Garam yang diutus Allah dari Kerajaan Sorga.
Telepon masih terus berdatangan untuk minta di doakan, saya selalu cuma katakan, "Roh Kudus mari kita tolong semua orang yang membutuhkan pertolonganMu ini"
Di dalam pesawat terbang yang akan memakan waktu perjalanan selama 6 jam dengan transit di 2 tempat, saya minta 8 malaikat Tuhan menyertai perjalanan ini dan seperti ketika saya berangkat pada tanggal 29 Maret 2002 sebelumnya, saya melihat seorang malaikat yang tampan dan begitu gagah duduk dengan merentangkan sayapnya di moncong depan pesawat menentang angin, dua orang yang lain terbang di samping badan depan pesawat, 2 yang lain duduk dengan santai di atas kedua sayap pesawat, dua yang lain di samping badan pesawat sebelah belakang dan satu lagi di ekor pesawat, sayapun mengatupkan mata dan berdoa dengan relax, sebab selama 10 hari di sana setiap malam saya tidur antara jam 01.30 - 03.30 subuh diajak konseling oleh kakak perempuan dan keponakan saya.
Terima kasih Tuhan Yesus, ladang sudah menguning kami siap menyabit dimanapun kami berada dan Engkau berjanji bahwa Engkau akan menyertai kami sampai pada kesudahannya. Segala pujian, hormat dan kemuliaan hanya bagi NamaMu Tuhan. Kami mau mau menjadi pekerja-pekerjamu yang baik di muka bumi ini selama waktu masih ada.