Kesaksian Hanna N Siwu Saya telah ikut dalam KPP sebanyak dua kali. Pada KPP pertama mata roh saya sudah terbuka dan Tuhan menambahkan karunia nubuatan pada tahun 1997.
Saat KPP tahun 1999 pada hari-hari menjelang akhir KPP, kakak saya telepon saat saya berada di kantor. Dia mengabarkan bahwa adik saya sakit dan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saya berkata pada kakak bahwa Tuhan bilang sakitnya akan hanya tiga hari saja.
Setelah tiga hari berlalu, kakak saya telepon lagi, katanya "belum sadar tuh." Saya bilang padanya Tuhan minta satu hari lagi. Waktu itu saya ada di KPP hari yang terakhir dan pengurapannya dan Pak Andereas mengatakan kalau sudah diurapi, minta supaya kita dibawa ke alam Rohnya Allah dan saya mengikuti sarannya. E... ternyata saya bisa ketemu rohnya adik saya itu dan saya katakan " kamu cepat pulang, suami dan anak-anakmu menunggu kamu." Singkat cerita, saya minta malaikat Allah untuk menuntun dia untuk kembali ke tubuhnya. Pada saat itu adalah jam 23.00.
Besoknya saya diberi tahu bahwa tepat jam itu dia sadar. Puji Tuhan !!
Tahun 2000 setelah KPP. Ibu saya yang gembala sidang di sebuah gereja di Jawa Timur sakit parah dan waktu itu saya lihat penglihatan bahwa dia sudah pakai pakaian putih dan terbang-terbang .... saya katakan "Roh Kudus jangan Engkau panggil pulang dulu, saya akan datang dan mendoakannya."
Waktu saya pulang, saya lihat ibu saya masih pucat dan beberapa kali muntah. Saya berdoa bersama kedua adik saya dan urapan Roh Kudus begitu kuat melingkupi kami dan saya minta Bapa kirimkan malaikat bawa alat-alat operasi dan saya lihat malaikat turun dan ibu saya juga lihat. Lalu malaikat mengoperasi ibu saya... Luar Biasa! Mulai dari saat itu sampai sekarang, ibu saya tidak pernah sakit lagi, dan tidak akan pernah sakit.
Oktober 2000, Ibu Daud menubuatkan saya dalam sebuah kebaktian minggu di Anex, Jakarta. Kurang lebih dia berkata: "Tinggalkan prestasimu di dalam dunia, berprestasilah engkau di dalam Tuhan. Halleluya.
Tahun 2001 saya merambah ke full timer. Yang paling berkesan pada tahun 2001 bulan Mei, Roh Kudus membawa saya kepada pemulihan keluarga.
Saya punya Om dan Tante di Ciputat. Mereka berasal dari sebuah gereja yang tidak pernah merasakan manifestasi urapan Roh Kudus. Ketika saya sedang pelayanan di luar pulau bersama team pelayanan saya, saya ditelepon oleh mereka. Sepulang dari pelayanan saya ditelepon kembali dan saya diundang untuk datang ke rumah mereka.
Sebetulnya saya segan karena saya takut dibilang sesat karena corak pelayanan saya berbeda dengan gerejanya, tetapi Roh Kudus yang ada di dalam saya mendorong saya untuk pergi maka saya pun taat.
Saya dijemput oleh mereka dan sampailah saya ke rumahnya. Sesampainya disana pada malam itu, ada suatu adegan seru yang terjadi, yaitu kedua anak mereka bertengkar di depan saya. Saya ajak Ibu dan Anak Wanitanya ke dalam kamar dan saya mulai berdoa, Roh Kudus hadir dengan urapan-Nya yang kuat di dalam diri saya. Begitu saya tumpang tangan ke anaknya, anak ini berteriak dengan luar biasa. Papanya menendang pintu kamar karena kurang suka, tetapi saya tidak peduli. Saya biarkan Roh Kudus tampil dengan dahsyat. Ada beberapa pernyataan Tuhan yang saya sampaikan pada Tante saya saat itu. Roh Kudus mengatakan " hati-hati dalam ucapan," rupanya Tante saya kalau marah, anaknya suka dikutuki (kamu anak setan , dan sebagainya) maka jadilah seperti perkataannya itu. Pada malam itu juga Roh Kudus melawat Om saya melalui pernyataan Tuhan yang saya sampaikan ke Tante saya, sampai mereka tidak tidur sampai menjelang pagi. Siang harinya, anak laki-lakinya dilawat Roh Kudus juga, sampai terjadi hujan air mata siang itu. Saya akhirnya menyaksikan mereka semua sekeluarga akhirnya saling maaf-memaafkan.
Saya melihat perubahan pesat terjadi pada keluarga ini sehingga pada pertengahan bulan Juli 2001 mereka pindah dari gereja lama mereka ke Gereja Rumah Doa Segala Bangsa, penuh Roh Kudus dan berbahasa Roh, hal ini yang mewarnai kehidupan mereka dan mereka mulai sering mencari jiwa-jiwa untuk diajak menerima Tuhan Yesus termasuk dari keluarganya Tante yang masih muslim. Puji Tuhan, mereka tidak protes sekalipun beberapa orang dari mereka adalah haji. (Ayah dan Ibunya Tante, saya layani mereka untuk menerima Yesus sebagai juru selamat mereka).
Di tahun 2001, ada tujuh orang dari keluarga saya yang ikut dalam KPP termasuk Ibu saya. Halleluya mereka mengetahui kebenaran Kristus dan tidak menentang saya lagi.
Di suatu perayaan ulang tahun Tante saya yang lain, Tante saya ini punya penyakit yang menahun (gula dan ada mium di perutnya). Tante saya yang sebenarnya mau dioperasi akhirnya mau didoakan saya setelah mendengar berbagai kesaksian dari pelayanan-pelayanan saya..
Malam itu (Agustus 2001) di hari yang pertama, saya mengajak Om dan Tante serta Anak Wanitanya (yang saya pernah doakan dan mereka sekarang sudah mulai melayani) untuk melayani Tante saya yang mau dioperasi ini. Waktu kami memuji Tuhan dan mulai berdoa peperangan, hadirat Tuhan begitu kuat saat itu. Saya berdoa kepada Allah bapa untuk menurunkan malaikat yang ahli operasi untuk mengoperasi Tante saya itu, tiba-tiba saya melihat ada malaikat turun membawa seperti senter dan sinar dari senter itu mengangkat mium di perut Tante saya dan seluruh tubuhnya dibersihkan dengan air oleh malaikat. Setelah kami mengakhiri doa dengan "Amin!" Tante saya bisa duduk jongkok yang biasanya dia tidak bisa lakukan dan mulai dari malam itu ketergantungan makan obat selama 28 tahun lamanya sudah berakhir. ia tidak minum obat lagi sampai sekarang, dan pada bulan April 2002 , Tante saya yang mengalami kesembuhan total ini minta dibaptis, halleluya!
Di bulan Desember 2001 saya juga berdoa dan tumpang tangan untuk keponakan-keponakan saya, dan Puji Tuhan salah satu diantaranya mendapatkan Bea Siswa untuk sekolahnya setelah saya memberkati dan orang tuanya terlibat dengan memperkatakan " Aku ciptakan anakku Bea Siswa." terjadi betul-betul, Puji Tuhan, sungguh luar biasa!
Begitu saya full timer sejak Bulan Januari 2001. Sekarang saya semakin bergairah melayani dalam Tuhan dan tidak pernah mengalami kekurangan. Banyak orang bilang kalau full timer, pasti ekonominya kekurangan, tetapi saya tidak pernah mengalami seperti itu. Berkat-Nya begitu melimpah dan saya begitu bergairah dalam melayani Tuhan dan pekerjaanNya, banyak tanda-tanda ajaib mewarnai pelayanan saya di tahun 2002 ini.
Ketika saya pelayanan ke daerah di bulan Januari sampai Februari 2002 yang lalu, pelayanan saya banya berkecimpung di dalam hal Doa. Tempat-tempat yang belum ada doa di rumah-rumah atau pekantoran saya masuki. orang yang belum bisa berdoa saya mengimpartasikan Urapan Doa. Roh Doa yang saya miliki sendiri bertambah-tambah, sehingga dari yang semula tidak tahu bagaimana harus berdoa, jadi dapat berdoa beberapa jam, disamping Inner Healing, Counseling dan Pelepasan.
Saya tetap menjaga keintiman dengan Tuhan melalui Doa dan Firman-Nya selama beberapa jam sehari serta Doa Puasa. Kiranya kesaksian saya menjadi berkat buat Anda semua.