Oleh : Ev. Gideon Arifin
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka , mereka akan memegang ular dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka, mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh Markus 16 :17-18
Setelah kita dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus sebagai orang Kristen harus mampu mendemonstrasikan kuasa Allah yang ada di dalamnya. Dengan hadirnya Roh Kudus di dalam diri kita maka kita dapat bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Sehingga tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Contohnya murid-murid Tuhan Yesus, sebelumnya mereka orang-orang yang penakut, pengecut, kurang percaya diri dan gagal, tetapi setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari pentakosta mereka menjadi berubah, mereka menjadi orang yang energik, dinamik dan powerfull. Mereka mulai tampil di muka umum dan ke kampung-kampung sambil me-ngadakan banyak mujizat. Mereka bertumbuh dalam karunia dan urapan Allah. Petrus mulai membangunkan orang lumpuh, menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas dari kematian, serta urapannya meroket tinggi. Sampai bayangan Petrus pun bisa menyembuhkan penyakit apa saja.
Janji Allah adalah up to date, mujizat itu masih berlangsung hingga saat ini, dan menyertai setiap orang yang percaya. Saya dulunya adalah tipe orang yang cepat kuatir dan takut mati. Saya sering memanjakan penyakit, dan saya selalu bergantung dengan obat, hampir semua merek obat saya hafal. Tetapi setelah saya meresponi firman-Nya dalam Yesaya 53 :3-5, I Petrus 2:2 saya mulai melangkah dengan iman melepaskan diri dari ketergantungan dengan obat.
Apakah nggak extrim ? saya senang dibilang extrim daripada exim. Tuhan Yesus sendiri adalah orang yang sangat extrim dan radikal. Saya banyak belajar dari pengalaman rohani pahlawan-pahlawan iman, seperti : Esther yang berani menghadap Raja untuk kepentingan Bangsa Israel walaupun bertentangan dengan Undang-undang Raja Ester 4 :15-16." Kalau terpaksa aku harus mati biarlah aku mati". Juga pahlawan iman SMA (Sadrach, Mesach, Abednego) berani melawan titah raja untuk menyembah patung Raja, mereka percaya Allah adalah tempat perlindungan yang teguh Daniel 3 :17-18 "Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu ya Raja, tetapi seandainya tidak hendaklah tuanku mengetahui ya Raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Baik Esther maupun Sadrach, Mesach, Abednego walaupun harus mengalami banyak tantangan namun akhirnya mereka melihat bahwa Allah so pasti menepati janji Firman-Nya.
Mujizat akan nyata saat kita berani melangkah dengan Iman ( Trust Him ) klaim janji Allah dalam pengakuan Iman, maka urapan akan bertambah dan menghasilkan mujizat. "Amien."