Dalam kitab Mazmur 107: 21-22 dikatakan bahwa mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setiaNya dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib terhadap anak-anak manusia . Mereka juga mempersembahkan korban syukur dengan menceriterakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak sorai. Begitu juga dalam kehidupan kita. Kalau bukan kasih setia dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib kita tidak akan dapat seperti sekarang ini. Berkat-Nya yang melimpah, kuasa dan kasih-Nya yang dahsyat tak pernah berkesudahan kepada kita, sehingga tak satupun dari kita yang berkekurangan ,sekalipun situasi disekitar kita tidak menentu dan banyak masalah. Sudah semestinya kita juga mengucap syukur dan mempersembahkan korban syukur dengan menceriterakan pekerjaanNya dengan sukacita. Bukan saatnya lagi untuk waktu sekarang anak-anak Allah mengeluh, bersungut-sungut dan hidup dalam keputus asaan sambil merenungi nasib. Pengucapan syukur menandakan kita punya iman kepada Tuhan. Karena percaya apapun yang sedang terjadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, dan selalu membawa kita kejalan kemenangan-Nya. Perhatikan Mazmur 107: 19-20. Ketika mereka dalam kesesakan dan kecemasan karena tekanan, masalah, dan kesulitan, diselamatkanNya mereka oleh Tuhan tatkala mereka berseru kepadaNya. Bahkan ketika mereka sakit, Tuhan juga menyembuhkan mereka.
Dalam masa Perjanjian Baru ini semua sudah diselesaikan oleh Tuhan Yesus. Bagian kita tinggal menerima dan menikmati anugerah ini. Jadi tidak satupun anak Allah yang masih merasa berat hati untuk bersyukur. Malah tugas kita sekarang untuk memberikan korban syukur kepada-Nya dengan menjadi saksinya. Ada banyak orang-orang disekitar kita yang masih berbeban berat dan membutuhkan pertolongan. Siapakah yang wajib menunjukkan jalan keluar ? Saudara dan saya. Hanya melalui Yesuslah jalan keluar dan kemenangan itu kita peroleh. Matius 11: 28-29 mengatakan: ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Meskipun dalam rangka menceriterakan pekerjaan-Nya yang ajaib, kita akan banyak menghadapi tantangan , namun bersaksilah terus menerus dengan sukacita II Timotiua 4: 2. Sampai banyak orang mengenal kasih-Nya dan mengetahui siapakah Yesus. Tahun 2002 sudah berlalu, tahun 2003 segera kita jalani. Masihkah kita tetap dengan kehidupan yang sama?
Hidup hanya untuk diri sendiri dan sibuk dengan keluhan-keluhan yang tak habis-habisnya? Renungkan penyertaan-Nya, berkat-Nya, kasih-Nya sepanjang tahun-tahun yang telah lampau. Kegagalan, bukan untuk disesali tapi untuk dijadikan pelajaran bagi kita supaya lebih maju lagi didalam Tuhan. Kini saatnya kita mengisi hidup ini dengan hal-hal yang berguna untuk Kerajaan Allah , hidup kita, dan untuk orang lain. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Karena untuk itulah kita dipanggil. Pengucapan syukur dalam segala hal akan membuat kuasa Allah mengalir dengan luar biasa. Disitulah kita akan mengalami pekerjaan-Nya yang dahsyat. Tidak mustahil mujizatpun terjadi. Bersuka citalah senantiasa, karena didalam sukacita yang dari Tuhan terletak kekuatan-Mu. Namun orang yang tak pernah mau bersyukur, dia tidak akan pernah bisa bersukacita. Akibatnya hati mulai tertekan, cemas, khawatir, ketakutan, kecil hati dan frustrasi.
Mari kita sambut tahun 2003 ini dengan penuh pengharapan , iman yang selalu teguh dan semangat yang tak akan pernah surut! AMIN!